Revitalisasi Rampung, Jalan Rasuna Said Siap Jadi Lokasi Baru CFD di Jakarta
adainfo.id – Kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jakarta akan segera diperluas.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana membuka area baru CFD di Jalan HR Rasuna Said mulai Juni 2026 sebagai bagian dari pengembangan ruang publik dan wisata perkotaan.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Perluasan kawasan CFD dilakukan untuk memberikan alternatif ruang aktivitas masyarakat selain kawasan Sudirman-Thamrin yang selama ini menjadi pusat kegiatan setiap akhir pekan.
Dengan hadirnya CFD Rasuna Said, masyarakat nantinya dapat menikmati aktivitas olahraga, bersepeda, hingga rekreasi akhir pekan di kawasan baru tanpa kendaraan bermotor.
Selama ini, kawasan CFD Jakarta di jalur Sudirman-Thamrin selalu dipadati masyarakat setiap Minggu pagi.
Tidak hanya warga Jakarta, pengunjung dari luar daerah bahkan wisatawan mancanegara juga turut meramaikan suasana CFD.
“Jadi setelah 1 Juni. Dan itulah yang kemudian nanti pilihan bagi warga Jakarta yang Car Free Day besarnya itu tidak hanya Sudirman-Thamrin tetapi juga Rasuna Said,” ujar Pramono dikutip Sabtu (09/05/2026).
Perluasan CFD Jakarta ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI menciptakan lebih banyak ruang publik yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.
Revitalisasi Rasuna Said Ditargetkan Rampung Juni 2026
Pramono menjelaskan pembukaan di lokasi tersebut dilakukan seiring proses revitalisasi kawasan Jalan HR Rasuna Said yang saat ini masih berlangsung.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pengerjaan revitalisasi tersebut selesai pada awal Juni 2026.
Kawasan itu nantinya akan diresmikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Jakarta pada 22 Juni 2026.
“Karena Rasuna Said mudah-mudahan akan selesai di awal Juni ini, diresmikan 22 Juni pas hari ulang tahun Jakarta,” katanya.
Revitalisasi kawasan Rasuna Said dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan ruang publik serta mendukung mobilitas masyarakat yang lebih tertata dan modern.
Pemprov DKI Jakarta juga ingin menjadikan kawasan tersebut lebih ramah bagi pejalan kaki, pesepeda, dan aktivitas publik lainnya.
Selain difungsikan sebagai lokasi CFD baru, kawasan Rasuna Said diproyeksikan menjadi pusat berbagai kegiatan publik dan event internasional berskala besar.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat citra Jakarta sebagai kota global yang memiliki ruang publik modern dan nyaman untuk masyarakat.
Keberadaan kawasan baru ini juga dinilai akan mendukung pengembangan wisata perkotaan yang saat ini terus berkembang di Jakarta.
Jam CFD Sudirman-Thamrin Dimajukan Mulai Juni
Selain menambah lokasi baru, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengubah jam operasional CFD di kawasan Sudirman-Thamrin. Mulai 1 Juni 2026, akan dimulai lebih pagi yakni pukul 05.30 WIB.
Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan waktu lebih panjang bagi masyarakat menikmati aktivitas akhir pekan di ruang publik.
Perubahan jam operasional itu diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi warga yang ingin berolahraga sebelum memulai aktivitas harian.
Menurut Pramono, antusiasme masyarakat terhadap CFD terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga perlu dilakukan berbagai penyesuaian untuk mendukung kebutuhan publik.
CFD di Jakarta kini dinilai tidak hanya berfungsi sebagai ruang olahraga masyarakat, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata urban.
“Sekarang ini banyak warga di luar Jakarta, bahkan di luar Indonesia datang khusus ke Jakarta hanya untuk ikut Car Free Day,” ungkapnya.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa CFD Jakarta telah menjadi bagian dari identitas ruang publik kota yang diminati masyarakat luas.
Setiap akhir pekan, kawasan Sudirman-Thamrin dipenuhi warga yang melakukan berbagai aktivitas mulai dari olahraga, bersepeda, pertunjukan seni jalanan hingga wisata kuliner.
Dengan penambahan CFD Rasuna Said, Pemprov DKI berharap kepadatan di kawasan Sudirman-Thamrin dapat terbagi dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan lokasi.
CFD Baru Dinilai Dorong Wisata dan Ekonomi Kota
Pemprov DKI Jakarta menilai perluasan kawasan CFD akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran ruang publik baru diperkirakan dapat meningkatkan perputaran ekonomi terutama bagi pelaku usaha kecil, pedagang kaki lima, hingga sektor wisata kota.
Aktivitas masyarakat yang meningkat di kawasan CFD biasanya turut mendorong pertumbuhan sektor kuliner, hiburan, dan ekonomi kreatif.
Selain itu, pemerintah juga berharap perluasan CFD mampu menciptakan suasana kota yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan.
Pengurangan kendaraan bermotor di kawasan tertentu dinilai dapat membantu mengurangi polusi udara sekaligus memberikan ruang interaksi sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta juga ingin menghadirkan lebih banyak ruang publik yang mendukung gaya hidup sehat dan mobilitas ramah lingkungan di tengah aktivitas perkotaan yang padat.
Kawasan Rasuna Said nantinya diharapkan menjadi salah satu ikon baru ruang publik Jakarta yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Melalui perluasan CFD Jakarta, pemerintah ingin membangun kota yang lebih inklusif, modern, dan berorientasi pada kualitas hidup warga.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan CFD, Jakarta diproyeksikan semakin berkembang sebagai kota metropolitan yang memiliki ruang publik aktif dan menjadi destinasi wisata urban favorit di Indonesia.












