Pemerintah Targetkan Renovasi Ribuan Rumah Keluarga Siswa Sekolah Rakyat

AZL
Ilustrasi pemerintah akan melakukan renovasi 10 ribu rumah milik orang tua siswa Sekolah Rakyat. (Foto: Tom Fisk/Pexels)

adainfo.id – Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program renovasi 10 ribu rumah tidak layak huni milik orang tua siswa Sekolah Rakyat sepanjang tahun 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup keluarga kurang mampu.

Kesepakatan kerja sama itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usai bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat.

Menurut Gus Ipul, program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga pemberdayaan keluarga penerima manfaat melalui berbagai program strategis pemerintah.

“Dimana anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan dan didukung dengan program-program strategis presiden yang lain. Salah satu diantaranya adalah keluarga atau orang tua dari siswa Sekolah Rakyat dibantu dengan program pembangunan rumah tidak layak huni atau dilakukan renovasi agar rumahnya lebih layak huni,” kata Gus Ipul dikutip, Rabu (13/05/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 terkait percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Prioritaskan Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Gus Ipul menegaskan bantuan renovasi rumah diprioritaskan khusus bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat yang selama ini tinggal di rumah tidak layak huni.

Kemensos mengusulkan sekitar 10 ribu rumah untuk mendapatkan bantuan renovasi pada tahun 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5 ribu rumah telah dinyatakan memenuhi syarat setelah melalui proses verifikasi dan pengecekan lapangan.

“Yang sekarang sudah clear and clean itu ada 5 ribu. Jadi sudah dilakukan ground check lapangan, kemudian sudah dipastikan memenuhi syarat,” ungkapnya.

Pemerintah memastikan bantuan renovasi hanya diberikan kepada warga yang memenuhi ketentuan administrasi dan kondisi sosial tertentu.

Salah satu syarat utama penerima bantuan yakni status kepemilikan rumah maupun lahan harus jelas dan merupakan milik pribadi.

Karena itu, proses validasi data masih terus dilakukan terhadap ribuan rumah lainnya yang diusulkan mendapatkan bantuan renovasi.

Rumah Kontrak dan Menumpang Disiapkan Solusi Lain

Gus Ipul menjelaskan tidak semua keluarga siswa Sekolah Rakyat memiliki rumah pribadi.

Sebagian di antaranya masih tinggal di rumah kontrakan maupun menumpang di tempat keluarga lain.

Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan alternatif solusi bagi masyarakat yang belum memenuhi syarat kepemilikan rumah.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar program bantuan tetap dapat dirasakan masyarakat miskin yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Pemerintah juga memastikan proses renovasi rumah akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pendamping sosial dan petugas dari Kementerian PKP.

Kolaborasi lintas kementerian tersebut diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, pemerintah juga ingin menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat dan layak bagi anak-anak penerima manfaat Sekolah Rakyat.

Kementerian PKP Siap Renovasi 10 Ribu Rumah

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan dukungan penuh terhadap program renovasi rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Ia mengatakan pemerintah sebelumnya telah melakukan renovasi sekitar seribu rumah pada tahun 2025 sebagai tahap awal pelaksanaan program.

“Tahun ini Kementerian PKP akan merenovasi rumah orang tua murid sesuai usulan Kemensos, yakni sebanyak 10 ribu rumah,” ujarnya.

Program renovasi rumah dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kualitas pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pemerintah menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada akses sekolah, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial ekonomi dan tempat tinggal keluarga.

Karena itu, perbaikan rumah dianggap menjadi bagian penting dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Pemerintah Dorong Pengentasan Kemiskinan Terintegrasi

Program renovasi rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat menjadi bagian dari pendekatan terintegrasi pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

Melalui program tersebut, pemerintah tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi keluarga penerima manfaat.

Pendekatan itu diharapkan mampu menciptakan perubahan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat miskin, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup anak-anak.

Dengan lingkungan tempat tinggal yang lebih layak, pemerintah berharap siswa Sekolah Rakyat dapat tumbuh dalam kondisi yang lebih sehat, aman, dan nyaman untuk mendukung proses pendidikan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *