Cuaca Panas dan Hujan Lokal Diprediksi Bergantian saat Iduladha

ARY
Ilustrasi cuaca panas saat Iduladha. (Foto: Robert Fruehauf/Getty Images)

adainfo.id – Cuaca panas diperkirakan akan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia saat perayaan Iduladha 2026 seiring mulai masuknya musim kemarau di beberapa daerah.

Meski begitu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan lokal masih dapat terjadi di sejumlah wilayah pada sore hingga malam hari.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani mengatakan proses peralihan musim menuju kemarau saat ini berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia sejak pertengahan Mei 2026.

“Wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur diprakirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada periode Mei 2026,” tutur Ida dalam keterangannya dikutip, Sabtu (16/05/2026).

Kondisi tersebut diperkirakan membuat masyarakat merasakan suhu udara yang lebih panas terutama pada pagi hingga siang hari saat pelaksanaan salat Iduladha dan kegiatan penyembelihan hewan kurban.

Sejumlah Wilayah Masuk Awal Musim Kemarau

BMKG menjelaskan sebagian wilayah Indonesia mulai mengalami penurunan intensitas hujan seiring peralihan musim menuju kemarau.

Wilayah di Pulau Jawa diperkirakan menjadi daerah yang paling awal merasakan kondisi cuaca panas dibanding wilayah lainnya.

Selain Jakarta dan Banten, daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur diprediksi mulai memasuki fase kemarau secara bertahap sepanjang Mei 2026.

Kondisi cuaca panas tersebut diperkirakan akan terasa cukup dominan pada siang hari dengan tingkat kelembapan udara yang mulai menurun.

Meski demikian, BMKG menegaskan tidak semua wilayah akan mengalami kondisi cuaca kering sepenuhnya selama periode Iduladha.

Hujan Lokal Masih Berpotensi Terjadi

Pada periode Dasarian III Mei 2026 yang bertepatan dengan momentum Iduladha, sejumlah daerah masih diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi.

BMKG mencatat hujan kategori tinggi berpotensi terjadi di sebagian wilayah Maluku.

Sementara hujan kategori menengah diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Papua.

“Namun hujan lokal masih dapat terjadi pada sore atau malam hari di beberapa wilayah dengan kelembapan tinggi,” paparnya.

Kondisi tersebut menunjukkan sebagian wilayah Indonesia masih berada dalam masa transisi musim sehingga perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat dalam waktu singkat.

Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan mendadak meski cuaca panas mendominasi pada siang hari.

BMKG Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

Selain cuaca panas, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul selama masa peralihan musim.

Hujan lebat, angin kencang, hingga petir masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah tertentu akibat kondisi atmosfer yang belum stabil sepenuhnya.

Masyarakat diimbau rutin memantau informasi cuaca resmi sebelum melakukan aktivitas luar ruangan maupun perjalanan selama libur Iduladha.

BMKG juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas berlebihan di bawah paparan sinar matahari langsung untuk menghindari risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

Penggunaan pelindung kepala, konsumsi air putih yang cukup, serta pengaturan waktu aktivitas menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit selama cuaca terik.

Momentum Iduladha yang identik dengan aktivitas luar ruangan diperkirakan membuat masyarakat lebih banyak terpapar panas matahari terutama pada pagi hingga siang hari.

Karena itu, kesiapan menghadapi perubahan cuaca dinilai penting agar aktivitas ibadah dan kegiatan masyarakat selama Iduladha dapat berjalan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *