Minimarket di Depok Jadi Sasaran Perampokan, Polisi Buru Pelaku

ARY
Rekaman CCTV perampokan yang terjadi di salah satu minimarket kawasan Cimanggis, Kota Depok. (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Aksi perampokan terjadi di sebuah minimarket kawasan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Dua pegawai minimarket menjadi korban penyanderaan setelah pelaku diduga menodongkan senjata api (Senpi) saat menjalankan aksinya.

Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas CCTV dan videonya kini beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman itu, para pelaku terlihat datang secara terorganisir sebelum melumpuhkan pegawai yang sedang berjaga di lokasi.

Perampokan diketahui terjadi pada Senin (18/05/2026) malam. Para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai puluhan juta rupiah dari dalam brankas minimarket.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap komplotan pelaku yang diduga berjumlah empat orang.

“Kita sudah mengidentifikasi yang masuk ke dalam minimarket itu sekitar dua orang, dan di luar ada sekitar dua orang,” ungkap Oka dikutip, Kamis (28/05/2026).

Pegawai Minimarket Sempat Disandera

Dalam rekaman CCTV yang beredar, dua pelaku tampak masuk ke area minimarket dan langsung menghampiri pegawai yang berada di dekat meja kasir.

Pelaku kemudian melakukan pengancaman menggunakan barang menyerupai senjata api.

Tidak hanya itu, salah satu pelaku juga terlihat membawa senjata tajam untuk menakut-nakuti korban.

Setelah berhasil menguasai keadaan, para pelaku mengikat pegawai minimarket dan menyeret mereka ke sudut ruangan agar tidak bisa meminta pertolongan.

Dalam kondisi tidak berdaya, kedua korban hanya bisa pasrah saat para pelaku mulai menguras isi minimarket.

Uang Rp36 Juta Dibawa Kabur

Usai melumpuhkan pegawai, para pelaku langsung menggasak uang yang berada di meja kasir.

Tidak berhenti di situ, mereka juga membobol brankas dan mengambil uang tunai senilai Rp36 juta sebelum akhirnya melarikan diri.

Selain uang tunai, pelaku juga memasukkan sejumlah barang berharga ke dalam tas ransel berukuran besar yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Polisi menduga aksi tersebut telah direncanakan matang karena pelaku bergerak cepat dan memiliki pembagian tugas saat beraksi.

Setelah berhasil mendapatkan uang dan barang berharga, komplotan perampok itu langsung kabur meninggalkan lokasi.

“Tidak ada, tapi mengalami pengancaman dan masuk dalam tindak pidana pencurian kekerasan,” jelasnya.

Polisi Selidiki Dugaan Jaringan Pelaku Antarwilayah

Polres Metro Depok kini terus mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan bukti rekaman CCTV serta keterangan saksi di lokasi kejadian.

Selain melakukan pengejaran terhadap pelaku, polisi juga berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Timur.

Penyidik menduga komplotan tersebut pernah melakukan aksi serupa di wilayah lain dengan modus yang hampir sama.

Koordinasi lintas wilayah dilakukan guna mempercepat proses identifikasi sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku.

Kasus perampokan minimarket di Cimanggis itu kini masih dalam proses penyelidikan intensif oleh Satreskrim Polres Metro Depok.

Polisi juga terus memburu para pelaku yang identitasnya mulai teridentifikasi dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut menambah daftar kasus kriminalitas yang menyasar minimarket di wilayah penyangga ibu kota dengan modus pengancaman terhadap pegawai saat kondisi toko sedang sepi.

Aparat kepolisian mengimbau pengelola minimarket untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam rawan malam hari dengan memastikan sistem keamanan dan pengawasan berjalan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *