Fenomena Pocong Viral, Dedi Mulyadi Angkat Bicara soal Gangguan Kamtibmas

ARY
Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait teror pocong di sejumlah wilayah. (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, angkat bicara terkait maraknya kemunculan sosok menyerupai pocong yang belakangan membuat resah masyarakat di sejumlah wilayah.

Munculnya sosok itu di jalan hingga permukiman warga dinilai tidak lagi sekadar aksi iseng, tetapi sudah mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dedi Mulyadi menyebut aksi pocong yang terjadi di beberapa daerah bahkan telah berkembang menjadi modus kriminal mulai dari meminta uang di jalan hingga dugaan pencurian dan percobaan perampokan.

Pernyataan itu disampaikan Dedi menyusul banyaknya laporan warga terkait kemunculan pocong di kawasan permukiman maupun jalan raya yang viral di media sosial.

“Ini pocong memang menjadi hal yang meresahkan warga. Kalau di Lembang dan di Bandung, pocong dioperasi Satpol PP karena keluarnya salah,” ujar Dedi Mulyadi dalam akun media sosialnya dikutip, Kamis (28/07/2026).

“Harusnya pocong keluar malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat, dan ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas,” sambungnya.

Teror Pocong Dinilai Sudah Ganggu Keamanan Warga

Menurut Dedi Mulyadi, fenomena teror pocong tidak bisa dianggap remeh karena telah memunculkan keresahan di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan, dari berbagai laporan yang diterima, aksi pocong di sejumlah wilayah memiliki modus yang beragam.

Mulai dari aksi meminta uang kepada pengendara di jalan raya hingga dugaan tindak pencurian dan perampokan berkedok pocong.

“Di berbagai tempat, ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada pocong yang ngetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus. Bisa modusnya adalah minta-minta, bisa modusnya pencurian atau perampokan, bisa modusnya main-main atau iseng. Tetapi ketiga-tiganya, menurut saya, meresahkan,” tegasnya.

Fenomena tersebut ramai diperbincangkan masyarakat setelah sejumlah video penampakan pocong beredar luas di media sosial dan memicu kepanikan warga di beberapa daerah.

Tidak sedikit warga yang mengaku takut keluar rumah pada malam hari akibat maraknya isu teror pocong tersebut.

Dedi Mulyadi Minta Warga Aktifkan Siskamling

Menanggapi kondisi itu, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing.

Ia menilai keterlibatan aktif warga sangat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan permukiman.

Menurutnya, komunikasi antarwarga juga perlu diperkuat melalui grup percakapan hingga sistem alarm darurat lingkungan.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk melakukan patroli siskamling di lingkungan masing-masing. Ada grup WA yang bisa diaktifkan di setiap lingkungan warga. Ada alarm yang bisa dibunyikan saat ada sesuatu yang dianggap bahaya, termasuk pocong yang mengganggu kenyamanan warga. Ada kentongan kalau di desa-desa,” ungkapnya.

Dedi menyebut sistem keamanan berbasis masyarakat masih menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah maraknya aksi kriminalitas yang berkembang dengan berbagai modus.

Selain menjaga keamanan, aktivitas siskamling juga dinilai mampu mempererat komunikasi sosial antarwarga di lingkungan tempat tinggal.

Aparat Diminta Tingkatkan Patroli

Selain meminta warga aktif menjaga lingkungan, Dedi Mulyadi juga meminta aparat keamanan mulai dari Babinsa hingga Bhabinkamtibmas meningkatkan patroli dan pengawasan.

Ia berharap aparat TNI dan Polri dapat terus bersinergi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Para Babinsa, Bhabinkamtibmas, bisa terus bahu-membahu untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketenangan warga. Para Kapolsek, para Danramil, bisa mendorong patroli,” katanya.

Dedi memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk memperkuat pengamanan wilayah, termasuk daerah penyangga di sekitar Jawa Barat.

“Para Kapolres, Kapolresta, Kapolres Metro di seluruh wilayah bisa terus menggerakkan seluruh kekuatannya, menjamin kenyamanan dan keamanan warga,” ujarnya.

“Saya akan berkoordinasi dengan Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Metro Jaya, dan Pangdam Jaya,” lanjutnya.

Warga Diimbau Tetap Waspada

Menurut Dedi Mulyadi, fenomena teror pocong harus disikapi serius agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar di tengah masyarakat.

Ia menegaskan keamanan dan kenyamanan warga merupakan tanggung jawab seluruh penyelenggara negara bersama aparat keamanan dan masyarakat.

“Seluruhnya adalah tanggung jawab kita sebagai penyelenggara negara yang harus menjamin keamanan dan kenyamanan warga,” ucapnya.

Meski demikian, Dedi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah panik menghadapi berbagai isu yang berkembang terkait kemunculan pocong di sejumlah wilayah.

Ia mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Mari kita hadapi berbagai hal yang mengganggu warga dengan sungguh-sungguh, dan mari kita bersama menjaga keamanan dan ketertiban warga. Untuk warga, panik jangan, waspada harus,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *