Belanja Kebutuhan Pokok di Depok Bikin Emak-emak Resah, Harga Cabai Rawit Merah Makin Pedas

AZL
Harga bahan kebutuhan pokok di Kota Depok naik, termasuk cabai rawit merah. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Lonjakan harga bahan kebutuhan pokok mulai dirasakan masyarakat di Kota Depok.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah cabai rawit merah yang kini menembus harga Rp90 ribu per kilogram di Pasar Kemiri Muka.

Kenaikan harga tersebut membuat warga mulai mengurangi pembelian sejumlah bahan dapur karena dinilai semakin memberatkan pengeluaran rumah tangga sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di Pasar Kemiri Muka, lonjakan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah.

Pedagang menyebut cabai rawit merah menjadi komoditas dengan lonjakan harga tertinggi dibanding bahan pokok lainnya.

“Untuk yang mengalami kenaikan tinggi itu di cabai rawit merah. Iya, cabai rawit merah itu di kisaran harga Rp90 ribu per kilogramnya tapi itu untuk yang ori, ya,” ungkap Komeng, salah satu pedagang di Pasar Kemiri Muka saat ditemui, Kamis (28/05/2026).

Harga Cabai dan Bawang Ikut Meroket

Selain cabai rawit merah, harga cabai keriting juga mengalami kenaikan cukup signifikan.

Saat ini harga cabai keriting berada di kisaran Rp75 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding harga normal sebelumnya.

Tidak hanya cabai, bawang merah pun ikut mengalami lonjakan harga hingga mencapai Rp70 ribu per kilogram.

“Cabai keriting juga harganya naik di kisaran Rp75 ribu per kilonya. Terus bawang merah juga sama harganya naik di kisaran Rp70 ribu per kilogramnya,” tambahnya.

Kenaikan harga bahan pokok tersebut membuat sebagian masyarakat mulai mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan kondisi keuangan.

Sejumlah pembeli mengaku kini lebih selektif dalam membeli kebutuhan dapur karena harga yang terus naik dinilai cukup memberatkan.

Kondisi tersebut terutama dirasakan warga dengan penghasilan pas-pasan yang sangat bergantung pada stabilitas harga kebutuhan pokok sehari-hari.

Kenaikan Harga Pangan Dipengaruhi Banyak Faktor

Lonjakan harga pangan yang terjadi di Pasar Kemiri Muka juga sejalan dengan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia.

Data tersebut menunjukkan adanya tren kenaikan pada sejumlah komoditas pangan strategis seperti cabai, bawang, telur ayam, hingga minyak goreng di berbagai daerah.

Fluktuasi harga pangan sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari cuaca, distribusi barang, hingga pasokan dari daerah sentra produksi.

Selain itu, peningkatan permintaan menjelang dan sesudah hari besar keagamaan juga kerap memicu lonjakan harga di pasar tradisional.

Pedagang mengaku pasokan beberapa komoditas saat ini mengalami penurunan sehingga berdampak langsung terhadap harga jual di tingkat pasar.

Di sisi lain, biaya distribusi dan transportasi yang meningkat juga ikut memengaruhi harga bahan pokok yang diterima pedagang dari pemasok.

Warga Berharap Harga Segera Stabil

Novi, salah satu pembeli di Pasar Kemiri Muka, berharap kenaikan harga bahan pokok tidak berlangsung terlalu lama.

Menurutnya, cabai dan bawang merupakan kebutuhan dapur yang sulit digantikan sehingga tetap harus dibeli meski harganya terus naik.

“Kalau bisa sih ini kenaikan harga tidak berlangsung lama, karena kasihan orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan, terlebih kan bahan kayak cabai dan bawang itu mau enggak mau pasti dibeli karena buat kebutuhan dapur,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga kestabilan harga pangan agar daya beli masyarakat tidak terus menurun.

Kenaikan harga kebutuhan pokok dinilai sangat berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat kecil yang pendapatannya terbatas.

Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga Pangan

Pemerintah melalui instansi terkait biasanya melakukan pemantauan harga pangan secara berkala untuk mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi di pasaran.

Sejumlah langkah seperti menjaga kelancaran distribusi, meningkatkan pasokan dari daerah sentra produksi, hingga melakukan intervensi pasar dinilai penting untuk menjaga kestabilan harga.

Upaya tersebut diperlukan agar harga bahan pokok tetap terjangkau dan tidak semakin membebani masyarakat.

Selain itu, pengawasan terhadap distribusi dan stok pangan juga dianggap penting guna mencegah kelangkaan komoditas tertentu di tingkat pasar tradisional.

Kenaikan harga cabai rawit merah hingga mencapai Rp90 ribu per kilogram kini menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi memengaruhi pola konsumsi rumah tangga sehari-hari.

Masyarakat berharap kondisi harga pangan dapat segera kembali stabil sehingga kebutuhan dapur tetap dapat terpenuhi tanpa membebani ekonomi keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *