Curhat Pedagang Kulit Ketupat di Depok Saat Iduladha, Dagangan Menumpuk Tak Kunjung Laku

AZL
Pedagang kulit ketupat di Pasar Kemiri Muka, Kota Depok terlihat lesu karena dagangannya tak laku saat Iduladha, Rabu (27/05/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Penjualan kulit ketupat musiman pada momentum Iduladha di Pasar Kemiri Muka, Kota Depok, terlihat jauh lebih sepi pada tahun ini.

Tumpukan kulit ketupat masih memenuhi lapak pedagang hingga meluber ke pinggir jalan karena minimnya pembeli yang datang.

Jika biasanya pedagang kewalahan melayani masyarakat yang berburu ketupat, kali ini kondisi pasar justru tampak lengang sejak pagi hingga sore.

Banyak pedagang mengaku omzet penjualan mengalami penurunan drastis dibanding momentum Iduladha pada tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang ketupat musiman, Dayat, mengaku kondisi penjualan tahun ini menjadi salah satu yang paling sepi selama dirinya berjualan.

“Iya, parah banget untuk penjualan kali ini, enggak kayak tahun-tahun dulu, untuk sekarang drastis banget penurunan pelanggannya,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (27/05/2026) sore.

Kulit Ketupat Tak Laku

Pantauan di lokasi menunjukkan banyak pedagang masih memiliki stok kulit ketupat dalam jumlah besar meski Hari Raya Iduladha sudah semakin dekat, bahkan sampai hari H.

Sebagian kulit ketupat bahkan terlihat mulai layu karena terlalu lama tidak terjual.

Kondisi tersebut berbeda jauh dibanding momen Iduladha beberapa tahun sebelumnya ketika stok ketupat biasanya cepat habis dibeli masyarakat.

Banyaknya stok yang tidak terserap pasar membuat para pedagang hanya bisa pasrah melihat dagangan mereka perlahan rusak.

Beberapa pedagang bahkan tampak menumpuk sisa kulit ketupat di pinggir jalan menuju area pasar karena lapak sudah penuh.

Harga Diturunkan, Pembeli Tetap Sepi

Untuk menarik minat pembeli, sebagian pedagang mencoba menjual kulit ketupat dengan harga lebih murah dibanding biasanya.

Namun langkah tersebut belum mampu meningkatkan penjualan secara signifikan.

Menurut para pedagang, kondisi pasar tetap sepi meski harga ketupat sudah diturunkan.

Dayat menjelaskan, penjualan ketupat saat momentum Idulfitri beberapa waktu lalu sebenarnya masih cukup ramai daripada Iduladha.

Namun memasuki Iduladha, minat masyarakat membeli ketupat justru menurun drastis.

“Kalau Idulfitri itu bagus, tapi sekarang pas Iduladha emang jarang gitu pembelinya. Enggak tau ya, mungkin orang jarang juga bikin ketupat kali pas Iduladha,” tambahnya.

Kebiasaan Masyarakat Dinilai Berubah

Pedagang menduga perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi salah satu penyebab turunnya penjualan ketupat musiman tahun ini.

Banyak warga kini dinilai lebih memilih membeli makanan siap saji dibanding memasak sendiri di rumah.

Selain itu, tradisi membuat ketupat saat Iduladha disebut tidak seramai momentum Idulfitri.

Hal tersebut membuat permintaan kulit ketupat ikut mengalami penurunan.

Akibat sepinya pembeli, banyak pedagang terpaksa menanggung kerugian karena stok kulit ketupat tidak dapat bertahan lama.

Kulit ketupat yang mulai mengering atau berubah warna biasanya sudah tidak layak dijual kembali kepada konsumen.

Pedagang Terpaksa Buang Dagangan

Sejumlah pedagang mengaku harus membuang sisa kulit ketupat yang sudah layu dan rusak karena tidak laku terjual.

Berdasarkan pantauan di lokasi, masih terlihat banyak kulit ketupat tergeletak di pinggir jalan sekitar area pasar.

Situasi tersebut menjadi kerugian tersendiri bagi pedagang karena sebagian besar stok dibeli dalam jumlah besar untuk menyambut momentum Iduladha.

Para pedagang berharap penjualan masih bisa membaik dalam beberapa hari ke depan.

Mereka juga berharap tradisi membuat ketupat saat Hari Raya Iduladha tetap dipertahankan masyarakat seperti Idulfitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *