Audisi AdaTawa Season 2 Depok Diserbu Komika, Golden Ticket Jadi Rebutan

AZL
Jajang, salah satu peserta audisi AdaTawa Season 2 di Kota Depok yang mendapatkan golden ticket. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Sejumlah komika dari berbagai latar belakang memadati Bagi Kopi di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Rabu (10/06/2026), untuk mengikuti open audisi terakhir AdaTawa Season 2.

Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian audisi tersebut berlangsung meriah dan penuh gelak tawa, sekaligus menjadi ajang perebutan golden ticket atau yang akrab disebut peserta sebagai “Kupon Bansos”.

Sebagai kota terakhir dalam rangkaian audisi, Depok menjadi panggung penting bagi para komika yang ingin mengamankan tempat di tahap berikutnya.

Tidak hanya peserta dari komunitas stand up comedy, sejumlah wajah baru juga turut mencoba peruntungan dengan membawa materi terbaik mereka ke hadapan juri dan penonton.

Atmosfer kompetitif terasa sejak awal acara. Namun seperti dunia stand up comedy pada umumnya, persaingan tersebut tetap dibalut dengan candaan dan suasana santai yang membuat kegiatan berlangsung hangat dan menghibur.

Depok Jadi Penutup Rangkaian Audisi AdaTawa Season 2

Komunitas Stand Up Indo Depok mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pemberhentian terakhir Audisi AdaTawa Season 2.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para komika untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini diasah melalui open mic maupun kegiatan komunitas.

Selain menjadi ajang seleksi, audisi juga memberikan kesempatan kepada para komika pemula untuk merasakan langsung atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.

Pengalaman tampil di bawah tekanan penilaian juri dan ekspektasi penonton menjadi bekal berharga bagi mereka yang ingin meniti karier di dunia komedi.

Bagi sebagian peserta, kesempatan tampil di AdaTawa bahkan menjadi pengalaman pertama mengikuti kompetisi stand up comedy berskala besar.

Golden Ticket Jadi Incaran Para Peserta

Salah satu peserta yang berhasil mendapatkan golden ticket adalah Jajang.

Ia menilai kehadiran kompetisi seperti AdaTawa memiliki dampak besar bagi perkembangan komika, khususnya mereka yang masih berada di tahap awal perjalanan karier.

Menurutnya, kompetisi bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk memahami dunia profesional yang akan dihadapi para komika ke depan.

“Jadi dengan adanya kompetisi seperti AdaTawa ini, bisa memberikan fasilitas bagi teman-teman komika yang baru ataupun yang udah gabung di komunitas buat ngerasain atmosfer kompetisi dan memberikan gambaran pekerjaan komika itu seperti apa,” ujarnya saat ditemui di sela acara, Rabu (10/06/2026).

Jajang juga menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi usai mengamankan tiket menuju babak berikutnya.

“Kompetisi AdaTawa Season 2 ini, saya yakin bisa jadi juara satu,” katanya.

Optimisme tersebut menjadi gambaran semangat para peserta yang datang tidak hanya untuk tampil, tetapi juga membawa ambisi besar meraih gelar juara.

Gagal Lolos Tak Menurunkan Semangat

Di balik euforia peserta yang berhasil mendapatkan golden ticket, terdapat pula peserta yang harus menerima kenyataan belum berhasil melaju ke tahap berikutnya.

Salah satunya adalah Tuluy yang mengaku gagal memperoleh tiket karena durasi penampilannya tidak memenuhi ketentuan kompetisi.

Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menghadirkan ruang kompetisi bagi para komika muda untuk berkembang.

“Untuk pesannya, selalu semangat bagi yang belum dapat golden ticket, termasuk saya. Terus juga keren banget buat panitia yang telah mempersiapkan kompetisi seperti AdaTawa Season 2 ini,” jelasnya.

Menurut Tuluy, materi yang telah dipersiapkan sebenarnya sudah matang.

Namun saat tampil, durasi penampilannya ternyata lebih pendek dari yang diperkirakan.

“Sebenernya tadi materi saya udah siap banget gitu, tapi ternyata under minutes. Yang udah disiapin 3 menit, ternyata cuma 2 menit 30 detik,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa dalam kompetisi stand up comedy, penguasaan waktu sama pentingnya dengan kualitas materi yang dibawakan.

Kompetisi Jadi Tempat Mengasah Mental Komika

Para peserta menilai AdaTawa Season 2 memberikan manfaat lebih dari sekadar kompetisi mencari juara.

Ajang ini juga menjadi ruang belajar bagi komika untuk meningkatkan kemampuan menulis materi, membangun karakter panggung, dan mengelola tekanan saat tampil.

Bagi komika pemula, tampil di hadapan juri dan penonton yang beragam menjadi pengalaman yang tidak selalu bisa didapatkan dalam kegiatan open mic biasa.

Melalui kompetisi seperti ini, mereka belajar memahami respons audiens sekaligus memperbaiki kualitas penampilan dari waktu ke waktu.

Tidak sedikit peserta yang menganggap pengalaman tersebut sebagai investasi penting untuk karier mereka di masa depan.

Candaan Tetap Jadi Warna Khas AdaTawa

Meski berlangsung dalam format kompetisi, suasana santai dan penuh humor tetap menjadi ciri khas acara.

Para peserta tidak kehilangan kesempatan untuk melontarkan candaan bahkan ketika membahas hasil kompetisi.

Tuluy misalnya, tetap menyelipkan humor saat berbicara mengenai peluang sukses para komika yang mengikuti AdaTawa.

“Tapi AdaTawa ini keren, karena ini bisa jadi komika awal meraih sukses yang sebenarnya. Tapi kalau belum ya tidak sukses, kasihan,” kata Tuluy sambil mengeluarkan sedikit candaan.

Candaan spontan tersebut langsung mengundang tawa dan menggambarkan suasana khas stand up comedy yang tetap hidup sepanjang acara berlangsung.

AdaTawa Buka Jalan Talenta Baru
Stand Up Comedy di Indonesia

Berakhirnya rangkaian open audisi di Depok menandai selesainya proses pencarian talenta baru untuk AdaTawa Season 2.

Namun bagi para peserta, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai.

Melalui kompetisi ini, banyak komika mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan kemampuan mereka kepada publik yang lebih luas.

Tidak sedikit yang berharap pengalaman dari AdaTawa dapat menjadi batu loncatan menuju panggung-panggung yang lebih besar.

Di balik perebutan golden ticket dan gelak tawa yang memenuhi ruangan, AdaTawa Season 2 berhasil menghadirkan ruang bagi lahirnya generasi baru komika Indonesia yang siap berkembang dan bersaing di industri stand up comedy nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *