Ramai Dikritik, Mengapa Program MBG Tetap Jalan? Ini Penjelasannya

AZL
Guru sedang membawa ompreng Program MBG. (Foto: BGN)

adainfo.id – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi salah satu agenda prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Meski menuai kritik dan penolakan dari sebagian kalangan, pemerintah menegaskan program tersebut akan terus dijalankan karena merupakan bagian dari mandat rakyat yang diberikan melalui Pemilihan Presiden 2024.

Penegasan itu disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari.

Menurutnya, Program MBG bukan sekadar kebijakan biasa, melainkan bagian dari kontrak politik yang telah dijanjikan Presiden Prabowo kepada masyarakat selama masa kampanye.

Qodari menilai penghentian program tersebut justru bertentangan dengan komitmen yang telah disampaikan kepada publik sebelum Prabowo terpilih menjadi kepala negara.

“Bahwa yang namanya MBG tidak bisa diminta langsung berhenti. Karena itu adalah visi-visi dan kontrak politiknya Pak Prabowo. Presiden Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, program tersebut tidak bisa diberhentikan,” kata Qodari dikutip, Kamis (18/06/2026).

MBG Disebut Bagian dari Mandat Rakyat

Qodari menjelaskan bahwa masyarakat telah memberikan kepercayaan kepada Presiden Prabowo untuk menjalankan berbagai program prioritas yang tertuang dalam visi dan misi pemerintahannya.

Salah satu program yang menjadi perhatian utama ialah Program MBG, yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menekan angka permasalahan gizi yang masih ditemukan di berbagai daerah.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk merealisasikan seluruh janji politik yang telah disampaikan kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, setiap program prioritas harus dijalankan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Program MBG, lanjut Qodari, menjadi salah satu solusi pemerintah dalam mengatasi persoalan gizi yang masih dialami sebagian anak-anak maupun balita.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi proses pertumbuhan, perkembangan fisik, hingga kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

Karena itu, pemerintah memandang perlunya intervensi yang terencana melalui program nasional yang berkelanjutan agar persoalan tersebut dapat diatasi secara bertahap.

Pemerintah Akui Masih Ada Tantangan

Meski optimistis terhadap manfaat Program MBG, Qodari mengakui pelaksanaannya di lapangan belum sepenuhnya berjalan tanpa kendala.

Berbagai tantangan yang muncul selama implementasi disebut sebagai bagian dari proses penyempurnaan kebijakan.

Pemerintah menilai persoalan tersebut bukan alasan untuk menghentikan program, melainkan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaannya semakin efektif.

Qodari menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik maupun masukan yang bersifat konstruktif.

Menurutnya, seluruh evaluasi tersebut akan digunakan sebagai bahan perbaikan sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara lebih luas.

“Salah besar kalau justru menuntut Pak Prabowo untuk menghentikan program itu. Karena itu justru janji kampanyenya,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap program nasional tentu memerlukan proses penyesuaian pada tahap awal pelaksanaan.

Karena itu, pemerintah akan terus melakukan pembenahan terhadap berbagai aspek teknis yang masih menjadi kendala.

Sejumlah Program Prioritas Terus Dijalankan

Selain Program MBG, pemerintah juga terus menggulirkan sejumlah kebijakan lain yang bertujuan menjawab berbagai persoalan sosial maupun ekonomi di Indonesia.

Qodari mencontohkan kebijakan penguatan tata kelola ekspor sumber daya alam strategis melalui sistem ekspor satu pintu.

Kebijakan tersebut dirancang untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus meminimalkan praktik penyimpangan dalam tata niaga ekspor.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga sedang memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan melalui Program Sekolah Rakyat yang kini mulai dikembangkan di sejumlah daerah.

Menurutnya, berbagai program tersebut merupakan bagian dari agenda transformasi nasional yang telah disiapkan Presiden Prabowo sejak awal masa pemerintahannya.

Pemerintah berharap seluruh kebijakan tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.

Pemerintah Minta Kesempatan Menyempurnakan Program

Qodari mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah dalam menjalankan seluruh program prioritas yang telah dirancang.

Ia menegaskan bahwa berbagai kebijakan tersebut lahir sebagai solusi atas persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Karena itu, proses implementasi memerlukan waktu agar hasilnya dapat dirasakan secara maksimal.

“Ketika Pak Prabowo menjabat, beliau berusaha menjalankan solusi itu. Nah, berikan kesempatan kepada beliau untuk melaksanakan,” kata Qodari.

Meski masih memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat, pemerintah memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG akan terus dilakukan.

Perbaikan di berbagai sektor akan menjadi fokus agar distribusi, pelaksanaan, hingga pengawasan program semakin efektif.

Bagi pemerintah, keberhasilan Program MBG maupun berbagai program prioritas lainnya tidak hanya diukur dari besarnya realisasi anggaran.

Akan tetapi juga dari kemampuan kebijakan tersebut dalam menjawab kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, memperkuat sektor pendidikan, serta mendorong lahirnya generasi yang lebih sehat, produktif, dan mampu menjadi fondasi pembangunan nasional pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *