Drainase Mampet di Lingkungan Sekolah Depok Dikeluhkan Wali Murid, Khawatir Picu Penyebaran DBD

AZL
Drainase yang mampet di depan sekolah dasar kawanan Jalan Kembang Lio, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (17/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kondisi drainase yang mampet di depan salah satu sekolah dasar kawasan Jalan Kembang Lio, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, dikeluhkan karena menyebabkan genangan air yang bertahan cukup lama.

Genangan tersebut juga dikhawatirkan menjadi pemicu meningkatnya risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama bagi anak-anak yang setiap hari beraktivitas di lingkungan sekolah.

Keberadaanya di sekitar kawasan pendidikan dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, termasuk Aedes Aegypti yang merupakan faktor penyebab DBD.

Kondisi tersebut membuat warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan menyeluruh terhadap sistem drainase agar persoalan tidak terus berulang setiap musim hujan.

Salah seorang wali murid, Eka, mengatakan permasalahan drainase di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Hingga kini, menurutnya, belum ada upaya revitalisasi atau penataan ulang saluran air secara menyeluruh.

“Air yang menggenang khawatirnya bisa nimbulin jentik nyamuk berkembang biak. Memang pernah ada fogging, tapi kalau genangannya masih ada, masalahnya akan terus berulang,” ungkap Eka saat ditemui, Rabu (17/06/2026).

Fogging Dinilai Belum Menyelesaikan Akar Persoalan

Menurut Eka, pengasapan atau fogging memang beberapa kali dilakukan setiap tahun sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD di lingkungan sekitar sekolah.

Namun, ia menyebut upaya tersebut hanya bersifat sementara karena penyebab utama berupa genangan air belum ditangani secara tuntas.

Ia menilai penanganan yang lebih mendasar diperlukan agar potensi berkembangnya nyamuk pembawa penyakit dapat ditekan dalam jangka panjang.

Selama ini, kata Eka, warga hanya bisa melakukan pembersihan saluran drainase secara swadaya dengan mengangkat sampah yang menyumbat aliran air.

Meski demikian, upaya tersebut belum mampu mengatasi persoalan yang telah terjadi selama bertahun-tahun.

“Paling dibersihin sama warga. Belum pernah direvitalisasi,” ujarnya.

Warga menilai pembersihan rutin memang penting untuk menjaga kelancaran aliran air.

Namun tanpa adanya perbaikan struktur drainase serta penataan sistem saluran secara menyeluruh, genangan akan terus muncul, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Warga Minta Drainase Direvitalisasi

Warga khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, risiko gangguan kesehatan lingkungan akan semakin meningkat.

Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan karena setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut.

Eka berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi drainase di sekitar fasilitas pendidikan.

Menurutnya, lingkungan sekolah seharusnya menjadi kawasan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman penyakit akibat buruknya infrastruktur lingkungan.

“Ya, menurut kita sebagai warga sih pengennya dibenahi lagi lah, ditata ulang lagi mungkin untuk masalah drainase, terutama yang berkaitan dengan dekat-dekat sekolah sini ya. Itu kan bisa berdampak ke anak-anak, kan ibaratnya masih rentan,” kata Eka.

Menurutnya, perbaikan dan penataan ulang sistem drainase menjadi langkah penting untuk mengurangi genangan air sekaligus mencegah munculnya berbagai persoalan kesehatan di kemudian hari.

Dengan sistem drainase yang berfungsi optimal, risiko banjir lokal, genangan berkepanjangan, maupun penyebaran penyakit seperti DBD diharapkan dapat ditekan.

Warga pun berharap pemerintah segera merealisasikan revitalisasi saluran air agar lingkungan sekitar sekolah menjadi lebih sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat serta para peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *