Drainase Amblas di Depok, Warga Gotong Royong Lakukan Perbaikan Sementara
adainfo.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok pada Senin (15/06/2026) malam menyebabkan saluran drainase di Gang Kopo 2, Jalan Raya Curug Agung, mengalami kerusakan parah hingga amblas.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga akan potensi banjir susulan yang dapat menggenangi permukiman jika tidak segera ditangani.
Sebagai langkah darurat, warga setempat akhirnya memilih melakukan perbaikan secara swadaya melalui gotong royong pada Selasa (16/06/2026).
Aksi ini dilakukan untuk mengamankan aliran air yang sempat tersendat akibat runtuhnya bagian dinding penahan saluran.
Kondisi drainase yang rusak sempat membuat air meluap ke sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian, terutama saat intensitas hujan masih tinggi.
Warga Bergerak Cepat Lakukan Perbaikan Darurat
Salah seorang warga, Donny, mengatakan bahwa inisiatif perbaikan muncul secara spontan karena masyarakat khawatir kerusakan drainase akan semakin parah jika kembali diguyur hujan lebat.
Menurutnya, meski pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok sudah meninjau lokasi, perbaikan permanen baru akan dijadwalkan.
“Kalau buat perbaikan sampai saat ini masih dari swadaya masyarakat sekitar. Kemarin malam memang dari Dinas PUPR Kota Depok sudah datang melihat kondisi lokasi, tapi pengerjaannya kemungkinan baru bisa hari Rabu,” ujarnya saat ditemui, Selasa (16/06/2026).
Warga pun memilih tidak menunggu terlalu lama mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan potensi hujan deras yang bisa kembali terjadi sewaktu-waktu.
Saluran Tersumbat dan Dinding Penahan Jebol
Peristiwa amblasnya drainase terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Debit air yang meningkat tajam diduga menjadi penyebab utama runtuhnya struktur penahan saluran.
Donny menjelaskan bahwa saat kejadian, bagian dinding penahan di sisi saluran tidak mampu lagi menahan tekanan air hingga akhirnya runtuh dan jatuh ke dalam gorong-gorong.
“Jadi malam pas hujan deras itu, tembok-tembok penahan yang di pinggiran salurannya itu hancur jatuh ke gotnya dan bikin air jadi mampet,” kata Donny.
Kondisi tersebut membuat aliran air tersumbat dan meluap ke permukaan jalan hingga masuk ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Struktur Drainase Dinilai Sudah Lama dan Rentan
Selain faktor curah hujan tinggi, warga juga menduga kerusakan terjadi akibat kondisi struktur drainase yang sudah cukup tua.
Lapisan dinding penahan disebut mengalami pengikisan secara bertahap akibat aliran air dalam jangka waktu panjang.
Saluran yang relatif sempit ditambah keberadaan tiang listrik di tengah jalur aliran semakin memperparah kondisi saat debit air meningkat.
“Ditambah saluran ini juga kecil terus ada tiang listrik di tengahnya, jadi air meluber keluar dan masuk ke rumah-rumah warga,” tambah Donny.
Kombinasi faktor tersebut membuat kapasitas drainase tidak mampu lagi menampung aliran air saat hujan deras turun.
Dampak ke Permukiman Warga
Akibat kejadian tersebut, salah satu rumah warga yang berada tepat di seberang saluran mengalami dampak langsung.
Bagian lantai rumah, khususnya ubin di teras depan, dilaporkan mengalami kerusakan akibat luapan air dan pergeseran tanah di sekitar saluran.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini cukup membuat warga resah karena menunjukkan adanya potensi kerusakan yang lebih besar jika tidak segera diperbaiki secara menyeluruh.
Warga menilai kondisi ini menjadi peringatan penting bahwa sistem drainase di kawasan tersebut membutuhkan penanganan teknis yang lebih serius dan berkelanjutan.
Warga Harapkan Perbaikan Permanen dari Pemerintah
Warga berharap Dinas PUPR Kota Depok dapat segera melakukan perbaikan permanen agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Mereka khawatir jika penanganan hanya bersifat sementara, kerusakan bisa kembali terjadi dan berpotensi menimbulkan banjir yang lebih luas di kawasan permukiman.
Warga juga menilai bahwa perbaikan menyeluruh penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase dapat berfungsi optimal dalam menampung debit air hujan.
Di tengah keterbatasan dan menunggu proses perbaikan dari pemerintah, warga memilih mengandalkan gotong royong sebagai langkah darurat.
Mereka membersihkan material runtuhan serta memperkuat bagian saluran yang masih memungkinkan untuk ditangani secara sementara.
Langkah tersebut dilakukan agar aliran air tetap bisa mengalir dan tidak kembali meluap ke permukiman saat hujan turun.
Meski hanya bersifat sementara, aksi gotong royong ini menunjukkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus upaya bersama untuk mengurangi risiko bencana di wilayah mereka.
Harapannya penanganan teknis dari pemerintah dapat segera dilakukan secara menyeluruh agar sistem drainase di Gang Kopo 2 kembali berfungsi dengan baik dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar, terutama saat musim hujan tiba.












