Kolong Dipo Depok Kembali Dipenuhi Sampah Liar
adainfo.id – Sampah liar kembali memenuhi kawasan kolong Dipo yang menghubungkan wilayah Cagar Alam dengan Jalan Raya Citayam, Kota Depok.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena selain merusak pemandangan, keberadaan sampah di pinggir jalan juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta berpotensi menimbulkan berbagai persoalan lingkungan.
Warga menyebut praktik pembuangan sampah secara sembarangan di lokasi tersebut telah berlangsung cukup lama.
Minimnya pengawasan membuat kawasan yang relatif sepi itu kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah oleh orang-orang yang melintas.
Hendra, salah seorang warga sekitar, mengatakan persoalan sampah liar di kolong underpass bukanlah kejadian baru.
Menurutnya, tidak adanya pengawasan membuat pelaku bebas membuang sampah kapan saja.
“Kalau sampah itu dibuang di jalanan sudah dari dulu, karena enggak ada pengawasan dan yang ngontrol juga, jadi pada buang sembarangan aja,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (19/06/2026).
Ia menuturkan sebagian besar pelaku bukan merupakan warga sekitar, melainkan pengguna jalan yang memanfaatkan lokasi tersebut untuk membuang sampah saat melintas.
“Kebanyakan yang buang sampah itu orang dari luar lingkungan sini. Jadi sembari lewat pada buang sampahnya di sini,” katanya.
Menurut Hendra, aktivitas pembuangan sampah paling sering terjadi pada dini hari hingga menjelang subuh ketika kondisi jalan masih lengang.
“Biasanya buang sampah sembari lewat dan seringnya itu saat pagi, waktu subuh,” paparnya.
Papan Larangan Tak Membuat Jera
Meski di sekitar lokasi telah dipasang papan peringatan yang melarang masyarakat membuang sampah sembarangan, praktik tersebut masih terus terjadi.
Kondisi lokasi yang sepi membuat para pelaku merasa aman untuk membuang sampah tanpa khawatir diketahui warga maupun petugas.
Akibatnya, volume sampah terus bertambah dari waktu ke waktu hingga memenuhi sisi jalan di bawah underpass.
Warga khawatir apabila kondisi tersebut dibiarkan, selain mengganggu estetika kota juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena sampah berada tidak jauh dari badan jalan.
Karena tumpukan sampah terus bertambah, warga sekitar beberapa kali harus melakukan kerja bakti secara swadaya.
Langkah tersebut dilakukan agar sampah tidak semakin menumpuk dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan sekitar.
Selain mengeluarkan bau tidak sedap, sampah yang dibiarkan dalam waktu lama juga berpotensi menjadi sarang penyakit.
Saat musim hujan tiba, sampah juga dikhawatirkan menyumbat saluran air sehingga meningkatkan risiko genangan maupun banjir di kawasan tersebut.
DLHK Depok Akui Pengangkutan Terkendala Tingginya Layanan
Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan pihaknya selama ini tetap melakukan pengangkutan setiap kali terdapat laporan penumpukan sampah.
Namun, tingginya beban pelayanan membuat pengangkutan di sejumlah lokasi di luar rute utama mengalami keterlambatan.
“Selama ini setiap ada penumpukan sampah selalu diangkat, cuma karena saat ini tingkat pelayanan kami sedang tinggi jadi angkutan di luar lokasi layanan menjadi terganggu,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (19/06/2026).
Menurut Reni, kebiasaan masyarakat membuang sampah di lokasi sepi menjadi salah satu penyebab munculnya titik-titik pembuangan liar.
Keberadaan sampah yang sudah lebih dulu menumpuk juga sering memicu orang lain ikut membuang sampah di lokasi yang sama.
“Biasanya karena di situ sepi atau sudah ada yang menaruh sampah sebelumnya di situ, atau juga karena memang sudah terbiasa membuang sampah sembarangan,” kata Reni.
Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah
Reni menegaskan persoalan sampah saat ini tidak lagi sekadar menyangkut kebersihan lingkungan.
Menurutnya, pengelolaan sampah telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kenyamanan ruang publik, hingga kualitas lingkungan perkotaan.
“Masalah sampah bukan lagi hanya menjadi isu kebersihan, tapi sudah menjadi isu strategis yang lain, maka kita wajib mengelola sampah mulai dari rumah,” tutur Reni.
Ia mengimbau masyarakat agar membuang sampah di tempat yang telah disediakan sesuai jadwal pengangkutan, melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah, serta menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Menurutnya, perilaku membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
Mulai dari pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, penyumbatan saluran drainase, hingga mengganggu ketertiban umum.
Karena itu, DLHK menilai partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor paling penting untuk mencegah munculnya titik-titik pembuangan sampah liar baru di Kota Depok.
Selain penegakan aturan oleh pemerintah, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.












