MBG di Kota Depok Berhenti Saat Libur Sekolah
adainfo.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok akan dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut diberlakukan berdasarkan Surat Edaran Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Periode Hari Libur dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Penghentian sementara layanan MBG ini menjadi bagian dari penyesuaian operasional nasional yang diterapkan di seluruh wilayah Indonesia selama periode libur pendidikan.
Dengan adanya kebijakan tersebut, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Depok diwajibkan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
Koordinator Wilayah BGN Kota Depok, Rakha Pratama, menegaskan bahwa seluruh pengelola SPPG harus memedomani surat edaran tersebut agar pelaksanaan program tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami meminta seluruh SPPG untuk memedomani dan melaksanakan surat edaran yang telah dikeluarkan BGN terkait penyesuaian operasional selama libur sekolah,” kata Rakha, Kamis (18/6/2026).
Rakha menjelaskan bahwa penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berlaku bagi peserta didik di sekolah-sekolah penerima manfaat.
Kebijakan tersebut juga mencakup kelompok penerima manfaat lainnya yang selama ini mendapatkan layanan pemenuhan gizi dari program pemerintah tersebut.
Kelompok yang turut terdampak dalam penghentian sementara ini meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang menjadi sasaran program peningkatan gizi nasional.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian operasional yang telah dirancang secara menyeluruh oleh Badan Gizi Nasional untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program di masa mendatang.
Dengan diberlakukannya penghentian sementara, seluruh aktivitas distribusi makanan bergizi melalui jaringan SPPG akan dihentikan hingga masa libur sekolah berakhir dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.
Upaya Optimalisasi Tata Kelola Program
Badan Gizi Nasional menilai penyesuaian operasional selama masa liburan diperlukan untuk mendukung tata kelola program yang lebih efektif dan efisien.
Rakha mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut tidak semata-mata dilakukan karena faktor libur sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan optimalisasi pelaksanaan program di lapangan.
Menurutnya, terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam penerapan kebijakan ini, mulai dari efisiensi penggunaan anggaran hingga standardisasi sistem operasional yang berlaku di seluruh Indonesia.
Selain itu, penyesuaian operasional juga diharapkan mampu menciptakan keseragaman dalam mekanisme distribusi layanan di setiap daerah sehingga kualitas pelaksanaan program tetap terjaga.
“Penyesuaian ini bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola operasional, efisiensi penggunaan anggaran, serta memastikan standar pelaksanaan yang sama di seluruh SPPG,” ujarnya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan lainnya.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia.
BGN Lakukan Pengawasan Ketat
Untuk memastikan kebijakan penghentian sementara dapat dilaksanakan sesuai ketentuan, Badan Gizi Nasional Kota Depok akan melakukan pengawasan secara intensif terhadap seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut.
Rakha menyebutkan bahwa koordinasi akan terus dilakukan bersama para koordinator kecamatan dan kepala SPPG guna memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap kebijakan yang telah ditetapkan.
Pengawasan tersebut juga dilakukan agar seluruh proses penghentian sementara berjalan tertib serta tidak menimbulkan kebingungan di kalangan penerima manfaat.
“Kami akan melakukan pemantauan dan koordinasi kepada seluruh koordinator kecamatan dan kepala SPPG di wilayah Kota Depok agar pelaksanaan kebijakan ini berjalan sesuai aturan,” jelasnya.
Menurut Rakha, komunikasi yang baik antara BGN, pengelola SPPG, dan masyarakat menjadi faktor penting agar seluruh proses penyesuaian operasional dapat dipahami dengan baik oleh semua pihak.
Jadwal Menyesuaikan Kalender Pendidikan
Terkait waktu pelaksanaan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis, BGN Kota Depok akan menyesuaikannya dengan kalender pendidikan yang berlaku di masing-masing sekolah.
Hal tersebut dilakukan karena jadwal pembagian rapor dan awal masa libur sekolah tidak berlangsung secara serentak di seluruh satuan pendidikan.
Rakha mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, sebagian besar sekolah di Kota Depok akan mulai memasuki masa liburan setelah pembagian rapor yang dijadwalkan berlangsung pada rentang tanggal 24 hingga 26 Juni 2026.
Karena itu, operasional program MBG akan mengikuti jadwal tersebut agar penyesuaian berjalan lebih efektif.
“Jadwal pembagian rapor setiap sekolah berbeda-beda. Informasi terakhir yang kami terima berkisar antara 24 hingga 26 Juni. Pelaksanaan penghentian sementara akan mengikuti jadwal tersebut,” katanya.
Dengan pendekatan tersebut, diharapkan proses penghentian layanan dapat dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi riil di lapangan.
Meski dihentikan sementara, Badan Gizi Nasional memastikan Program Makan Bergizi Gratis tidak dihentikan secara permanen.
Setelah masa libur sekolah berakhir, seluruh layanan akan kembali berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan pemerintah.
Pemerintah tetap menempatkan Program MBG sebagai salah satu program prioritas nasional dalam bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Di Kota Depok, pelaksanaan MBG selama ini telah menjangkau ribuan penerima manfaat melalui jaringan SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan.
Keberadaan program tersebut juga menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memastikan akses masyarakat terhadap makanan bergizi dapat terpenuhi secara merata.
Dengan adanya penyesuaian operasional selama masa liburan sekolah, pemerintah berharap kualitas pelaksanaan program dapat terus ditingkatkan sehingga manfaat yang diterima masyarakat menjadi semakin optimal ketika program kembali dijalankan setelah periode libur berakhir.
BGN Kota Depok menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.












