Itwasum Polri Puji Langkah Inovasi Pangan Polres Bengkayang
adainfo.id – Komitmen Polres Bengkayang dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus menorehkan prestasi membanggakan.
Terbaru, Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri memberikan apresiasi tinggi atas berbagai inovasi strategis yang diluncurkan Polres Bengkayang.
Kunjungan tersebut dilakukan pada Selasa, 29 April 2025, di bawah pimpinan Kombes Pol Ucok Lasdon Silalahi dan Kombes Pol Joko Purnomo.
Kunjungan ini sekaligus merupakan bagian dari asesmen operasional SPPG Polda Kalbar dan kesiapan menghadapi panen raya jagung.
Penggerak Ekonomi Lokal Berbasis Petani
Kapolres Bengkayang, AKBP Teguh Nugroho, memaparkan sederet inovasi yang menjadi landasan program ketahanan pangan sejak November 2024.
Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah Koperasi Produsen Teguh Sejahtera Bengkayang yang telah resmi berbadan hukum sejak 2023.
Koperasi ini kini menaungi 350 anggota dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
Lewat skema bagi hasil yang adil, koperasi ini tidak hanya menyalurkan barang dan jasa.
Namun juga turut meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani lokal.
“Koperasi ini menjadi mitra strategis petani dalam distribusi barang dan jasa, serta mendorong peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian,” ujar AKBP Teguh Nugroho melalui keterangannya, Rabu (30/4/2025).
Pemanfaatan Teknologi Ramah Lingkungan Tingkatkan Produktivitas
Inovasi lain yang menuai pujian dari Itwasum Polri adalah penggunaan Mikroba Google.
Itu sebagai bioaktivator tanah dan pemupukan terpadu berbasis kompos fermentasi dan pupuk kimia.
Teknologi ini terbukti meningkatkan produktivitas serta kualitas jagung, sekaligus ramah lingkungan.
Dengan pendekatan ini, Polres Bengkayang tidak hanya mendukung aspek pangan.
Akan tetapi juga memperhatikan kelestarian alam sekitar sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan.
Pabrik “Pangan Merah Putih” Siap Produksi 300 Ton Jagung per Hari
Langkah progresif lain yang dipaparkan dalam kunjungan ini adalah pembangunan pabrik dan gudang pengolahan jagung di atas lahan seluas 6 hektare.
Program bertajuk “Pangan Merah Putih” ini diperkirakan memiliki kapasitas produksi 300 ton/hari.
Selanjutnya, kapasitas gudang 5.000 ton, dan progres pembangunan, 55% (target selesai pekan ketiga Mei 2025).
Langkah ini pun dapat memperkuat rantai pasok hasil pertanian.
Kemudian juga membuka peluang ekspor jagung ke Malaysia, melalui PLBN Jagoi Babang dan Pelabuhan Internasional Kijing.
Kolaborasi untuk Ketahanan Nasional
Dalam rangkaian asesmen, tim Itwasum Polri juga meninjau sejumlah titik strategis seperti lokasi pabrik pengolahan jagung di Bukit Tinggi, Koperasi Teguh Sejahtera.
Kemudian, lahan panen jagung di Lanud Harry Hadisoemantri Sanggau Ledo.
Lokasi terakhir ini rencananya akan menjadi pusat panen raya serentak, yang menjadi wujud sinergi kuat antara Polri dan TNI Angkatan Udara (AU) dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Apresiasi dan Arahan dari Itwasum Polri
Kombes Pol Ucok Lasdon Silalahi menilai program ketahanan pangan Polres Bengkayang bukan hanya berdampak pada sektor pertanian.
Akan tetapi juga memberikan kontribusi langsung dalam menekan kriminalitas dan memperkuat ekonomi masyarakat.
“Jika berhasil, ini bisa jadi role model nasional. Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak kesejahteraan rakyat,” ucap Kombes Pol Ucok.
Sementara itu, Kombes Pol Joko Purnomo menyoroti pentingnya mitigasi risiko bencana seperti banjir, yang berpotensi mengganggu panen raya.
Ia mengimbau seluruh elemen, termasuk stakeholder lokal dan pemerintah daerah, untuk memperkuat kolaborasi.
Ketahanan Pangan Sebagai Pilar Kemandirian Bangsa
Langkah Polres Bengkayang melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis masyarakat menunjukkan bagaimana Polri mampu mengemban peran lebih luas dalam pembangunan nasional.
Dengan visi jangka panjang, program ini harapannya menjadi penggerak ekonomi desa, menciptakan lapangan kerja baru.
Lalu, memperkuat kedaulatan pangan, dan menjadikan Bengkayang sebagai kawasan pangan produktif unggulan di Kalimantan Barat.












