Distribusi Hewan Kurban ke Jabodetabek Diawasi Ketat Selama 24 Jam
adainfo.id – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DKI Jakarta memastikan kelancaran dan keamanan pemasukan 2.560 hewan kurban berupa sapi ke wilayah Jabodetabek menjelang Idul Adha 2026.
Ribuan sapi tersebut didatangkan dari berbagai daerah sebagai bagian dari pasokan hewan kurban untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat.
Seluruh hewan yang masuk dipastikan telah melewati prosedur karantina dan biosekuriti guna menjamin kondisi kesehatan hewan tetap aman sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Kepala Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menegaskan pengawasan lalu lintas hewan antarwilayah menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit hewan menular.
Hal tersebut disampaikan Amir saat melakukan peninjauan pemasukan 300 ekor sapi asal Kupang, Kupang, di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok beberapa waktu lalu.
“Pengawasan antararea merupakan bagian krusial dari strategi mitigasi risiko penyakit hewan nasional. Penerapan manajemen risiko yang tepat di pintu-pintu masuk seperti Tanjung Priok adalah kunci untuk mencegah perpindahan penyakit antarpulau. Kami memastikan dokumen persyaratan lengkap dan kondisi fisik hewan prima sebelum dilepasliarkan ke masyarakat,” tutur Amir dikutip, Kamis (07/05/2026).
Menurut Amir, peningkatan kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha membuat pengawasan harus dilakukan lebih ketat dibanding hari biasa.
Pemeriksaan Dilakukan Sejak Hewan Tiba di Pelabuhan
Proses karantina dilakukan secara menyeluruh sejak hewan tiba di lokasi pemasukan seperti di Pelabuhan Tanjung Priok.
Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen kesehatan dari daerah asal hingga pengecekan fisik langsung oleh dokter hewan karantina.
Amir menjelaskan bahwa prosedur tersebut bertujuan memastikan hewan yang masuk ke Jabodetabek benar-benar sehat dan layak untuk dijadikan hewan kurban.
Selain menjaga keamanan masyarakat, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam melindungi sektor peternakan nasional dari potensi penyebaran penyakit hewan antarwilayah.
Berdasarkan data sistem informasi karantina BEST TRUST, tercatat sekitar 2.560 ekor sapi telah masuk ke wilayah Jabodetabek melalui Pelabuhan Tanjung Priok selama periode Januari hingga April 2026.
Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring mendekatnya Hari Raya Idul Adha.
Tingginya arus masuk hewan kurban menjadi indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban tahun ini.
Kondisi tersebut juga membuat petugas karantina harus bekerja ekstra dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan di lapangan.
Fokus Utama Pastikan Hewan Bebas Penyakit
Menurut Amir, prioritas utama pihaknya bukan hanya memastikan pasokan hewan kurban tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga memastikan seluruh hewan bebas dari penyakit menular.
Ia menegaskan setiap sapi yang turun dari kapal wajib melalui proses pemeriksaan ketat sebelum dapat didistribusikan ke masyarakat.
Langkah tersebut penting untuk mencegah masuknya penyakit hewan yang berpotensi mengganggu kesehatan ternak maupun keamanan pangan masyarakat.
Penerapan biosekuriti di titik pemasukan hewan juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga stabilitas sektor peternakan menjelang Idul Adha.
Untuk mendukung pengawasan selama musim kurban, Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan DKI Jakarta menyiagakan personel di berbagai titik masuk hewan selama 24 jam penuh.
Pengawasan dilakukan setiap hari guna memastikan proses distribusi berjalan aman dan sesuai prosedur.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memantau kelengkapan dokumen administrasi serta kondisi sanitasi selama proses pengiriman berlangsung.
Peningkatan pengawasan tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap tingginya mobilitas hewan kurban antarwilayah menjelang puncak Idul Adha.
Pasokan Hewan Kurban Dipastikan Aman
Masuknya ribuan sapi kurban ke Jabodetabek diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya.
Kawasan Jabodetabek sendiri menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan hewan kurban terbesar di Indonesia karena tingginya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.
Dengan pengawasan ketat dari petugas karantina, masyarakat diharapkan dapat merasa lebih aman saat membeli hewan kurban.
Selain menjamin kesehatan hewan, pengawasan juga penting untuk menjaga kualitas dan kelayakan hewan yang akan digunakan dalam pelaksanaan ibadah kurban.
Amir menegaskan kelancaran distribusi hewan kurban tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan berbagai pihak.
Karena itu, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga terkait, hingga pelaku usaha peternakan.
“Kita terus bersinergi, berkolaborasi dengan semuanya untuk mendukung hajat bangsa, agar masyarakat bisa berkurban dengan hewan-hewan yang sehat, sehingga ibadahpun menjadi tenang,” tutupnya.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi hewan kurban sekaligus memastikan keamanan kesehatan hewan di tengah tingginya permintaan menjelang Idul Adha 2026.












