Driver Ojol di Depok Ditipu Penumpang, Motor Raib Saat Disuruh Beli Minuman
adainfo.id – Seorang pengemudi atau driver ojek online (Ojol) di Kota Depok menjadi korban dugaan penipuan bermodus penumpang offline yang berujung pada hilangnya sepeda motor miliknya.
Kasus tersebut kini tengah ditangani jajaran Unit Reskrim Polsek Cimanggis setelah korban melapor usai mengalami kejadian nahas di kawasan Sukatani, Kecamatan Tapos.
Aksi dugaan penipuan itu terjadi pada Selasa (19/05/2026) siang dan diduga dilakukan oleh pelaku yang berpura-pura menjadi penumpang ojek online.
Korban kehilangan sepeda motor setelah diminta membeli minuman oleh pelaku di sekitar area makam dekat stadion mini Sukatani.
Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor tersebut.
“Laporan sudah kami tindak lanjuti dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Jupriono dalam keterangannya, Jum’at (22/05/2026).
Modus Penumpang Offline
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik, pelaku diduga sengaja mencari korban pengemudi ojek online dengan modus memesan jasa secara langsung atau di luar aplikasi.
Peristiwa bermula ketika korban sedang mangkal di kawasan pertigaan Jalan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis sekitar pukul 11.30 WIB.
Saat itu, seorang pria yang baru turun dari angkutan umum menghampiri korban dan meminta diantar menuju Jalan Dongkal, Sukatani, Kecamatan Tapos.
Permintaan tersebut diterima korban lantaran pelaku tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.
Korban kemudian mengantar pria tersebut menuju lokasi tujuan menggunakan sepeda motor miliknya.
“Pelaku meminta korban mengantarkan ke wilayah Dongkal dekat stadion mini Sukatani,” kata Jupriono.
Dalam perjalanan menuju lokasi, pelaku dan korban sempat berhenti di sebuah warung di kawasan sekitar Sukatani.
Tidak lama kemudian, datang seorang pria lain yang diduga merupakan rekan pelaku.
Kedua pria tersebut kemudian berbincang beberapa saat sebelum akhirnya kembali mengajak korban menuju lokasi lain yang tidak jauh dari stadion mini Sukatani.
Korban Diminta Ambil Bunga di Area Makam
Sesampainya di lokasi, korban kembali diminta mengikuti arahan pelaku.
Kali ini, pelaku meminta korban mengambil beberapa bunga yang berada di pinggir jalan dekat area makam.
Permintaan tersebut disampaikan dengan alasan bunga tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pengobatan.
Korban yang tidak menaruh curiga kemudian menuruti permintaan pelaku.
“Korban diminta mengambil beberapa bunga di sekitar makam dengan alasan untuk obat,” jelas Jupriono.
Setelah korban selesai mengambil bunga, pelaku kembali menjalankan aksinya dengan memberikan uang sebesar Rp50 ribu kepada korban.
Uang tersebut diminta digunakan korban untuk membeli minuman di warung sekitar lokasi.
Namun ketika korban pergi membeli minuman, pelaku justru membawa kabur sepeda motor milik korban dan meninggalkannya begitu saja di area tersebut.
Saat kembali dari membeli minuman, korban mendapati pelaku sudah tidak berada di lokasi.
Korban kemudian menyadari dirinya telah menjadi korban penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor.
Polisi Selidiki Pelaku dan Telusuri CCTV
Usai mengalami kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Cimanggis.
Polisi pun bergerak melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
Petugas kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Selain itu, sejumlah saksi di sekitar lokasi juga telah dimintai keterangan guna membantu proses penyelidikan.
“Petugas sudah mendatangi TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian,” ungkap Jupriono.
Saat ini, identitas kedua pelaku masih dalam proses penyelidikan. Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya aksi serupa yang dilakukan kelompok tersebut di wilayah lain di Kota Depok.
Kasus driver ojol ditipu di Depok ini menjadi perhatian warga karena modus pelaku dinilai cukup rapi dan memanfaatkan kelengahan korban yang menerima penumpang di luar aplikasi resmi.
Polisi Imbau Masyarakat Lebih Waspada
Polisi mengingatkan masyarakat, khususnya pengemudi ojek online agar lebih berhati-hati menerima penumpang, terutama yang melakukan pemesanan secara langsung tanpa menggunakan aplikasi resmi.
Selain berpotensi menimbulkan kerugian, transaksi di luar aplikasi juga dinilai rawan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menjalankan aksi penipuan maupun pencurian kendaraan bermotor.
Pengemudi ojek online diminta tetap memperhatikan keamanan pribadi, mengenali lokasi tujuan, dan tidak mudah percaya terhadap permintaan mencurigakan dari penumpang yang baru dikenal.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan informasi terkait keberadaan pelaku maupun kendaraan korban yang hilang dalam kasus tersebut.
Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Cimanggis masih terus mendalami kasus driver ojol ditipu di Depok tersebut untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku yang membawa kabur sepeda motor korban.












