HIPMI Jabar Bikin Gebrakan, Cibinong Disulap Jadi Panggung Maritim Nasional

Ketua Penyelenggara Day of The Seafarer 2026, Dede Saputra. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – HIPMI Jawa Barat mengambil langkah strategis dengan membawa “panggung maritim nasional” ke Cibinong melalui penyelenggaraan Day of The Seafarer 2026.

Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret untuk mendorong Jawa Barat mengambil peran lebih besar dalam peta industri maritim nasional.

Selama ini, provinsi dengan kekuatan industri manufaktur tersebut dinilai belum sepenuhnya memaksimalkan potensi sektor kelautan dan logistik maritim.

Berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya, agenda ini dirancang sebagai ruang strategis yang mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu momentum.

Pemerintah, pelaku industri, hingga investor disatukan dalam satu forum yang tidak hanya berbicara konsep, tetapi juga diarahkan pada hasil nyata.

Pemilihan Cibinong sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Kawasan ini dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat kegiatan administratif sekaligus dekat dengan berbagai kawasan industri penyangga.

Dalam forum Day of The Seafarer 2026, seluruh stakeholder kunci industri maritim nasional dijadwalkan hadir secara langsung. Mulai dari pelaku industri, Badan Usaha Milik Negara, hingga investor strategis yang memiliki kepentingan dalam pengembangan sektor maritim.

Kehadiran berbagai pihak ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kolaboratif yang selama ini sulit terwujud karena keterbatasan ruang pertemuan yang efektif dan terarah.

Dede Saputra: Bukan Sekadar Acara, Tapi Momentum Deal

Ketua Penyelenggara, Dede Saputra, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki orientasi yang jelas, yaitu mendorong lahirnya kesepakatan konkret.

“Kami tidak sedang membuat acara. Kami sedang membawa industri ke Jawa Barat. Semua stakeholder kami hadirkan di satu tempat, dan ini adalah momentum untuk menghasilkan kesepakatan strategis,” tegas Dede Saputra.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat praktis dan berorientasi pada hasil. Tidak hanya diskusi, tetapi juga membuka peluang transaksi bisnis dan kerja sama investasi secara langsung.

Menurutnya, selama ini banyak forum yang hanya berhenti pada tataran wacana tanpa menghasilkan implementasi nyata.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa HIPMI Jawa Barat mengambil pendekatan berbeda.

Potensi Besar Jawa Barat yang Belum Maksimal

HIPMI Jawa Barat menilai Jawa Barat memiliki potensi besar dalam sektor maritim, namun belum sepenuhnya diposisikan sebagai pemain utama dalam ekosistem nasional.

Keberadaan kawasan strategis seperti Patimban dan Rebana menjadi bukti bahwa peluang tersebut terbuka lebar. Kedua kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat logistik dan industri maritim.

Namun, tanpa dukungan kebijakan yang tepat serta akses pembiayaan yang memadai, potensi tersebut sulit diwujudkan secara optimal. Oleh karena itu, kehadiran forum ini diharapkan mampu menjadi katalis percepatan investasi.

Momentum ini juga dinilai sebagai ujian bagi pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam menangkap peluang yang ada.

Dengan hadirnya seluruh stakeholder dalam satu forum, peluang untuk mendorong kerja sama strategis terbuka sangat luas.

“Stakeholder sudah kami bawa ke Jawa Barat. Tinggal bagaimana pemerintah daerah menangkap momentum ini. Ini bukan sekadar event, ini peluang deal,” ujar Dede Saputra.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga oleh respons dan langkah konkret dari pemerintah daerah dalam menindaklanjuti peluang yang muncul.

Rangkaian Agenda Terstruktur dan Berorientasi Hasil

Day of The Seafarer 2026 dirancang dengan rangkaian kegiatan yang saling terintegrasi. Setiap agenda memiliki tujuan spesifik yang mendukung tercapainya target besar, yaitu percepatan investasi dan penguatan industri maritim.

Kegiatan Maritime Expo yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026 akan menjadi pintu masuk bagi interaksi langsung antara pelaku industri dan talenta maritim. Forum ini membuka ruang bagi pertukaran informasi sekaligus peluang rekrutmen tenaga kerja.

Selanjutnya, agenda FGD dan Gala Dinner pada 25 Juni 2026 akan menjadi forum tertutup yang difokuskan pada pembahasan strategis.

Dalam forum ini, para pemangku kepentingan akan membahas peluang kerja sama serta merumuskan langkah konkret yang dapat diimplementasikan dalam jangka pendek maupun panjang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Fun Walk dan Konser Rakyat pada 27 Juni 2026 yang bertujuan membangun dukungan publik terhadap sektor maritim. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan industri tidak hanya membutuhkan dukungan kebijakan dan investasi, tetapi juga partisipasi masyarakat luas.

Sinkronisasi Kebijakan, Percepatan Investasi, serta Dukungan Terhadap Pelaku Ekonomi Maritim

Kehadiran pelaku industri, investor, serta pemangku kebijakan dalam satu forum memberikan peluang besar untuk melakukan sinkronisasi kebijakan.

Selama ini, salah satu hambatan utama dalam pengembangan sektor maritim adalah kurangnya koordinasi antar sektor.

Melalui forum ini, berbagai kepentingan dapat dipertemukan dan diselaraskan dalam satu arah kebijakan yang jelas.

Hal ini diharapkan mampu mempercepat proses investasi yang selama ini terhambat oleh birokrasi dan perbedaan regulasi.

HIPMI Jawa Barat menekankan bahwa percepatan investasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan seluruh stakeholder.

Selain aspek industri dan investasi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya peran pelaut dalam ekosistem maritim.

Tanpa keberadaan pelaut yang kompeten dan sejahtera, industri maritim tidak akan dapat berjalan secara optimal.

“Tanpa pelaut, industri maritim tidak akan berjalan. Tapi tanpa keberanian mengambil keputusan, peluang besar ini juga tidak akan pernah menjadi realita,” kata Dede Saputra.

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor maritim tidak hanya bergantung pada potensi yang dimiliki, tetapi juga pada keberanian dalam mengambil langkah strategis.

Dalam konteks ini, Day of The Seafarer 2026 menjadi simbol dari upaya kolektif untuk mendorong perubahan nyata dalam industri maritim nasional, dengan Jawa Barat sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru yang mulai diperhitungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *