Komitmen Zero Halinar Ditegaskan, Lapas Terbuka Kendal Perkuat Integritas dan Pengawasan Internal
adainfo.id – Pelaksanaan apel ikrar Zero Halinar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal, menjadi penegasan komitmen institusi pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik ilegal dan penyimpangan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna tersebut diikuti oleh seluruh pegawai serta peserta magang sebagai bagian dari penguatan budaya kerja yang berintegritas.
Apel yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi menjadi momentum penting dalam memastikan setiap individu yang terlibat dalam sistem pemasyarakatan memahami tanggung jawabnya dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan lapas.
Kegiatan ini sekaligus menandai langkah konkret dalam mengimplementasikan kebijakan Zero Halinar yang menargetkan penghapusan total praktik penggunaan handphone ilegal, pungutan liar, serta peredaran narkoba di dalam lapas.
Seluruh peserta apel mengikuti pembacaan ikrar Zero Halinar dengan penuh khidmat sebagai bentuk komitmen kolektif dalam menjalankan tugas secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku.
Pembacaan ikrar tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab moral dan hukum setiap petugas pemasyarakatan.
Nu’man Fauzi, menegaskan bahwa integritas dan kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih dan berwibawa.
“Zero Halinar bukan hanya sekadar slogan, tetapi harus menjadi komitmen nyata yang diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. Saya minta seluruh jajaran tidak memberikan celah sedikit pun terhadap masuknya handphone ilegal, pungli, maupun narkoba di dalam lapas,” papar Nu’man Fauzi dalam keterangan yang diterima Kamis (23/04/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan program Zero Halinar sangat bergantung pada konsistensi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Upaya Pencegahan Praktik Ilegal di Lingkungan Pemasyarakatan
Program Zero Halinar merupakan bagian dari strategi nasional dalam reformasi sistem pemasyarakatan yang bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari praktik yang melanggar hukum.
Dalam konteks ini, penguatan pengawasan internal menjadi aspek krusial yang terus diperhatikan.
Melalui kegiatan apel ikrar, pihak lapas berupaya meningkatkan kesadaran kolektif seluruh pegawai terhadap potensi risiko yang dapat muncul jika pengawasan tidak dilakukan secara optimal.
Praktik penggunaan handphone ilegal, pungutan liar, dan peredaran narkoba selama ini menjadi tantangan serius dalam pengelolaan lapas di berbagai daerah.
Dengan adanya komitmen bersama yang ditegaskan melalui ikrar, diharapkan setiap petugas mampu menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal serta tidak memberikan ruang bagi terjadinya pelanggaran.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah preventif untuk meminimalisasi potensi penyimpangan yang dapat merusak citra institusi pemasyarakatan.
Pelaksanaan apel ikrar Zero Halinar tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan terhadap warga binaan.
Lingkungan yang bersih dari praktik ilegal dinilai menjadi prasyarat utama dalam menciptakan proses pembinaan yang efektif.
Dengan sistem yang tertib dan transparan, warga binaan diharapkan dapat menjalani proses rehabilitasi dan pembinaan secara optimal tanpa adanya gangguan dari praktik-praktik yang tidak sesuai aturan.
Peningkatan profesionalisme petugas juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem pemasyarakatan yang modern dan humanis.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong reformasi birokrasi di sektor hukum dan HAM.
Melalui komitmen Zero Halinar, setiap petugas dituntut untuk tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi bagian dari sistem yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan.
Penguatan Budaya Kerja Bersih dan Transparan
Kegiatan apel ikrar ini juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan Lapas Terbuka Kendal.
Budaya kerja tersebut dinilai penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.
Dalam konteks pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas menjadi indikator utama dalam menilai kinerja suatu lembaga.
Oleh karena itu, implementasi Zero Halinar diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Penguatan budaya kerja ini juga mencakup peningkatan kesadaran individu dalam menjaga integritas, baik dalam menjalankan tugas sehari-hari maupun dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Dengan adanya komitmen yang kuat dari seluruh jajaran, Lapas Terbuka Kendal berupaya menjadi contoh dalam penerapan sistem pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari praktik ilegal.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berorientasi pada pembinaan yang berkualitas.












