Koperasi Merah Putih Mulai Berjalan di Kota Depok
adainfo.id – Koperasi Merah Putih mulai menunjukkan progres nyata di berbagai daerah, termasuk di Kota Depok.
Program yang digagas sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan ini kini telah memasuki tahap implementasi, dengan sejumlah infrastruktur dan struktur organisasi yang mulai terbentuk.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari, saat ditemui di ruang kerjanya seusai menghadiri rangkaian kegiatan Rapat Paripurna HUT Depok ke-27, Kamis, (23/04/2026).
Menurut Yeti, perkembangan Koperasi Merah Putih di Kota Depok tergolong cukup baik dibandingkan beberapa daerah lain di Indonesia.
Ia menyebut bahwa pembangunan maupun penyediaan gedung untuk operasional koperasi telah tersedia dan siap digunakan.
“Ya Koperasi Merah Putih saat ini kan di seluruh Indonesia terutama di Kota Depok memang sudah dalam tahap proses. Pembangunan atau penyediaan gedung sudah ada, alhamdulillah sudah tersedia,” ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan Kota Depok dalam mengimplementasikan program strategis nasional di sektor ekonomi berbasis koperasi.
Selain kesiapan infrastruktur, Yeti juga menjelaskan bahwa struktur organisasi di dalam Koperasi Merah Putih saat ini telah mulai tersusun.
Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan operasional koperasi dapat berjalan secara profesional dan terarah.
Menurutnya, pembentukan struktur organisasi tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi fondasi utama dalam pengelolaan koperasi yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan adanya struktur yang jelas, setiap fungsi dalam koperasi dapat berjalan sesuai peran masing-masing.
Ia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan koperasi menjadi kunci dalam mendorong keberhasilan program ini di tingkat daerah.
Buka Peluang Kerja Puluhan Ribu Orang
Salah satu aspek yang paling disorot dari program Koperasi Merah Putih adalah potensi penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar.
Yeti mengungkapkan bahwa saat ini proses rekrutmen tenaga kerja untuk koperasi tersebut tengah berlangsung.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa program ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 35 ribu tenaga kerja di berbagai posisi.
Jumlah tersebut menunjukkan skala besar dari program yang dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis koperasi.
Program ini juga disebut sebagai bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dalam upaya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Strategi Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Koperasi Merah Putih diproyeksikan menjadi salah satu instrumen utama dalam penguatan ekonomi kerakyatan.
Melalui koperasi ini, masyarakat diharapkan dapat terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi produktif yang berbasis kolektif.
Yeti menjelaskan bahwa koperasi ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat distribusi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan konsep tersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta.
Sinergi dengan Program MBG
Dalam pengembangannya, Koperasi Merah Putih juga dirancang untuk bersinergi dengan program lain yang memiliki tujuan sosial dan ekonomi, salah satunya adalah program dapur gizi atau SPPG.
Menurut Yeti, hasil produksi dari koperasi, termasuk produk UMKM yang tergabung di dalamnya, nantinya akan menjadi bagian dari rantai distribusi untuk memenuhi kebutuhan dapur gizi.
“Nah setelah Koperasi Merah Putih ini berdiri nantinya Insya Allah akan bersinergi dengan dapur-dapur gizi, karena hasil dari koperasi ini atau UMKM yang bergabung akan didistribusikan ke sana,” ujarnya.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung, di mana koperasi tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem distribusi yang lebih luas.
Peran DPRD dalam Pengawasan Program
Sebagai bagian dari lembaga legislatif, DPRD Kota Depok memiliki peran penting dalam mengawal implementasi program Koperasi Merah Putih di daerah.
Yeti menegaskan bahwa DPRD akan terus melakukan pengawasan agar program ini berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Pengawasan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penggunaan anggaran, proses rekrutmen, hingga dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa DPRD akan mendorong pemerintah daerah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program ini.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meskipun menunjukkan progres yang positif, Yeti mengakui bahwa implementasi Koperasi Merah Putih tidak lepas dari berbagai tantangan.
Salah satu tantangan utama adalah memastikan keberlanjutan operasional koperasi dalam jangka panjang.
Selain itu, diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pengelolaan koperasi dapat dilakukan secara profesional dan kompetitif.
Ia berharap bahwa dengan dukungan yang kuat dari semua pihak, Koperasi Merah Putih dapat menjadi model pengembangan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan di Kota Depok.
Program ini diharapkan tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan ekonomi berbasis komunitas.
Melalui implementasi yang tepat, Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.












