Pemerintah Ingatkan Pengelola Wisata Perkuat Standar Keselamatan saat Periode Libur Sekolah
adainfo.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengingatkan seluruh pelaku industri pariwisata, salah satunya di kawasan Dieng, Jawa Tengah, untuk meningkatkan kualitas pelayanan, aspek keselamatan, serta pengelolaan destinasi saat periode libur sekolah.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya jumlah wisatawan yang diperkirakan memadati salah satu destinasi unggulan di Jawa Tengah itu selama Juni hingga Juli 2026.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan kesiapan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, berkualitas, sekaligus berkelanjutan bagi para pengunjung.
Ni Luh Puspa mengatakan pemerintah terus mengimbau seluruh pengelola destinasi wisata, pengelola homestay, hingga pelaku usaha pariwisata untuk melakukan berbagai persiapan sebelum lonjakan wisatawan terjadi pada musim libur sekolah.
“Kami terus mengimbau pengelola destinasi, pengelola homestay, dan seluruh pelaku wisata agar mempersiapkan diri secara optimal serta memberikan layanan prima kepada wisatawan. Dengan demikian, pengalaman berwisata yang aman, nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan dapat benar-benar terwujud,” papar Ni Luh Puspa dikutip, Senin (22/06/2026).»
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya berfokus pada kenyamanan wisatawan, tetapi juga harus diiringi dengan pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Dieng Tetap Menjadi Primadona Wisata
Kawasan Dieng yang berada di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, terutama saat musim liburan sekolah.
Berada di dataran tinggi, Dieng menawarkan panorama pegunungan yang memikat dengan udara sejuk bahkan suhu dingin ekstrem pada waktu-waktu tertentu.
Setiap tahun kawasan ini menjadi tujuan wisata favorit masyarakat karena memiliki beragam daya tarik.
Mulai dari keindahan alam, situs budaya, hingga desa-desa wisata yang masih mempertahankan kearifan lokal.
Selain wisata alam dan budaya, Dieng juga terkenal dengan fenomena Bun Upas atau embun es yang muncul ketika suhu udara turun drastis menjelang akhir Mei hingga Juni.
Fenomena alam yang tergolong langka di Indonesia tersebut menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan sensasi musim dingin khas dataran tinggi.
Pengelola Diminta Perkuat SOP dan Mitigasi Risiko
Menghadapi lonjakan wisatawan selama libur sekolah, Kementerian Pariwisata juga meminta seluruh pengelola destinasi memastikan seluruh standar operasional berjalan dengan baik.
Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pengelolaan destinasi wisata berkualitas harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak.
“Pariwisata berkualitas harus menjadi tujuan bersama. Bukan hanya menghadirkan daya tarik wisata, tetapi juga memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tuturnya.
Ia juga mendorong pengelola destinasi memperkuat penerapan standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan mitigasi risiko, serta terus mengembangkan pengelolaan destinasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan wisatawan sekaligus mempertahankan kualitas destinasi agar tetap menjadi pilihan utama selama musim liburan.
Wisatawan Diimbau Siapkan Kendaraan dan Perlengkapan Hangat
Selain memberikan arahan kepada pengelola destinasi, Wamenpar juga mengingatkan wisatawan agar mempersiapkan perjalanan dengan baik sebelum berkunjung ke kawasan Dieng.
Suhu udara yang sangat dingin, terutama saat pagi dan malam hari, memerlukan perlengkapan yang memadai agar aktivitas wisata tetap nyaman.
“Kami mengapresiasi kesiapan para pengelola destinasi. Kepada wisatawan, kami juga mengimbau agar mempersiapkan diri menghadapi suhu dingin di Dieng serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan,” bebernya.»
Pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat juga menjadi perhatian pemerintah mengingat jalur menuju kawasan Dieng didominasi tanjakan dan tikungan yang membutuhkan kondisi kendaraan dalam keadaan optimal.
Pengamanan Destinasi Terus Diperkuat
Pemerintah juga meminta pemerintah daerah bersama pengelola destinasi memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian selama masa libur sekolah.
Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun peningkatan aktivitas wisatawan di sejumlah objek wisata favorit.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah dan pengelola destinasi terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperkuat pengamanan di kawasan wisata maupun titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
Dengan koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap pelayanan kepada wisatawan tetap berjalan optimal meski jumlah kunjungan meningkat signifikan.
Pemerintah daerah setempat memperkirakan periode libur sekolah tahun ini akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata di kawasan Dieng.
Jumlah perjalanan wisatawan selama Juni hingga Juli 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 34.020 perjalanan, meningkat seiring tingginya minat masyarakat menghabiskan masa liburan di destinasi pegunungan.
Ni Luh Puspa berharap peningkatan kunjungan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman wisata yang berkualitas bagi para pengunjung, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.
“Meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode libur sekolah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat sekitar destinasi,” ungkapnya.
Momentum libur sekolah pun diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah melalui meningkatnya okupansi homestay, penjualan produk UMKM, jasa transportasi lokal, hingga berbagai sektor usaha pariwisata lainnya yang melibatkan masyarakat sekitar.












