Pria Mabuk Diduga Palak Pedagang di Depok, Kabur Saat Polisi Tiba
adainfo.id – Aksi pemalakan terhadap pedagang UMKM terjadi di kawasan Meruyung, Limo, Kota Depok, saat seorang pria yang mengaku anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) mendatangi gerai ayam geprek dalam kondisi mabuk.
Pelaku akhirnya kabur saat polisi datang ke lokasi usai menerima laporan warga.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Meruyung pada Kamis (07/05/2026).
Aksi pria tersebut sempat membuat pedagang resah karena diduga meminta uang secara paksa.
Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh mengatakan berdasarkan keterangan saksi, pelaku datang ke lokasi dalam kondisi mabuk atau berada di bawah pengaruh alkohol.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang oknum yang mengaku sebagai anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) mendatangi pedagang dalam kondisi mabuk atau di bawah pengaruh alkohol,” tutur Chairul Saleh dalam keterangannya, Minggu (10/05/2026).
Menurutnya, aparat kepolisian langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan aksi pemalakan tersebut.
Namun saat petugas tiba di tempat kejadian perkara, pelaku diketahui sudah melarikan diri.
Polisi Sebut Pelaku Kabur Saat Petugas Datang
Chairul menjelaskan polisi segera melakukan pengecekan ke lokasi setelah mendapat laporan mengenai aksi intimidasi terhadap pedagang UMKM di kawasan Meruyung.
Meski begitu, pelaku berhasil kabur sebelum aparat tiba di lokasi kejadian.
“Petugas segera menuju TKP setelah menerima laporan. Namun, pelaku sudah melarikan diri. Beruntung, pelaku pergi tanpa membawa hasil karena korban berani menolak dan tidak memberikan uang yang diminta,” terangnya.
Beruntung dalam kejadian tersebut korban tidak mengalami kerugian materi karena menolak memberikan uang kepada pelaku.
Keberanian pedagang menolak permintaan pelaku disebut membuat aksi pemalakan tersebut gagal dilakukan.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan mencari keberadaan pria yang diduga melakukan intimidasi terhadap pedagang tersebut.
Keterangan saksi dan informasi di lokasi menjadi bagian dari proses pendalaman yang dilakukan aparat kepolisian.
Kasus dugaan pemalakan terhadap pelaku UMKM ini juga menjadi perhatian karena dinilai meresahkan masyarakat dan mengganggu aktivitas usaha kecil.
Polisi Tegaskan Akan Tindak Premanisme
Polsek Cinere menegaskan akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme dan pungutan liar yang meresahkan masyarakat.
Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar tidak takut melapor jika mengalami tindakan intimidasi atau pemerasan.
Menurut Chairul, kerja sama masyarakat sangat penting untuk membantu kepolisian mencegah aksi premanisme di wilayah Kota Depok.
Polisi meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang mencoba melakukan pungutan liar dengan berbagai alasan.
“Tetap waspada, selalu tingkatkan kewaspadaan terhadap oknum-oknum yang mencoba melakukan pungutan liar dengan dalih apapun,” pesannya.
Rutin Patroli dan Pentingnya Laporan Masyarakat
Kepolisian juga memastikan patroli dan pengawasan di sejumlah titik usaha masyarakat akan terus ditingkatkan guna menciptakan rasa aman bagi pelaku UMKM.
Keberadaan usaha kecil dan menengah dinilai penting bagi perekonomian masyarakat sehingga harus mendapat perlindungan dari aksi intimidasi maupun pemalakan.
Aparat kepolisian terus menggencarkan penindakan terhadap aksi premanisme yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polisi berharap masyarakat tidak ragu melapor apabila menemukan tindakan serupa agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Selain menjaga keamanan lingkungan, langkah tersebut juga diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang aman dan nyaman bagi para pelaku UMKM di Kota Depok.












