Susi Pudjiastuti Jadi Komut Independen Bank BJB, Dede Saputra: Harapan Baru Industri Maritim Jabar
adainfo.id – Masuknya Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen di Bank BJB dinilai sebagai momentum besar bagi penguatan sektor maritim dan perikanan nasional.
Langkah strategis ini tidak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga memicu optimisme baru terhadap peran perbankan daerah dalam mendukung sektor ekonomi berbasis kelautan.
Masuknya Susi Pudjiastuti ke Bank BJB pun menjadi perhatian karena membawa simbol kuat perubahan arah kebijakan pembiayaan.
Selama ini, sektor maritim dikenal memiliki potensi besar namun menghadapi tantangan klasik berupa keterbatasan akses pendanaan dari lembaga keuangan formal.
Kehadiran figur yang memiliki rekam jejak kuat di bidang kelautan dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara dunia industri maritim dan sektor perbankan.
Hal ini sekaligus membuka peluang baru bagi integrasi kebijakan ekonomi berbasis potensi laut yang selama ini belum tergarap optimal.
HIPMI Jawa Barat Soroti Peran Strategis Perbankan Daerah
HIPMI Jawa Barat melihat langkah ini sebagai sinyal kuat bahwa sektor perbankan daerah mulai bergerak menuju peran yang lebih progresif.
Tidak lagi hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi konvensional, tetapi juga sebagai motor penggerak investasi di sektor-sektor strategis.
Menurut HIPMI, selama ini pembiayaan industri maritim masih didominasi oleh pendekatan yang konservatif.
Banyak pelaku usaha di sektor perikanan, logistik laut, hingga galangan kapal mengalami kesulitan mendapatkan akses kredit karena dianggap berisiko tinggi.
Masuknya Susi Pudjiastuti Bank BJB diharapkan dapat mengubah paradigma tersebut.
Dengan pemahaman mendalam terhadap karakteristik industri kelautan, kebijakan pembiayaan dapat dirancang lebih adaptif dan berbasis potensi, bukan semata risiko.
Sementara itu, Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan Hipmi Jabar sekaligus Ketua Penyelenggara Day of The Seafarer 2026, Dede Saputra, menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pemangku kepentingan.
“Kami tidak hanya membuat forum, kami membawa industri ke Jawa Barat. Dengan masuknya Ibu Susi di jajaran Komisaris BJB, ini adalah momentum bagi bank daerah untuk naik kelas—masuk langsung ke pembiayaan sektor maritim dan perikanan,” ujar Dede Saputra.
Ia menilai selama ini sektor maritim masih dipandang sebagai sektor berisiko tinggi oleh perbankan, sehingga akses pembiayaan menjadi terbatas. Padahal, potensi ekonomi yang dimiliki sangat besar dan mampu menjadi motor pertumbuhan baru.
Day of The Seafarer 2026 Jadi Penguat Momentum
Momentum ini semakin diperkuat dengan penyelenggaraan Day of The Seafarer 2026 yang akan digelar di Cibinong.
Kegiatan yang dirancang sebagai forum strategis yang mempertemukan pelaku industri, investor, serta pemangku kebijakan dalam satu ruang kolaborasi.
Forum ini diarahkan untuk menghasilkan kesepakatan konkret serta membuka peluang investasi baru di sektor maritim.
Kehadiran berbagai stakeholder dalam satu ruang kolaborasi diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek-proyek strategis.
Dede Saputra menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang diskusi, tetapi menjadi ruang nyata untuk mendorong transaksi bisnis dan kerja sama investasi.
“Kami ingin memastikan bahwa forum ini menghasilkan sesuatu yang konkret. Investor datang, industri hadir, dan pemerintah memberikan dukungan kebijakan. Ini adalah ekosistem yang harus kita bangun bersama,” katanya.
Kawasan Strategis Jadi Fokus Pengembangan
HIPMI Jawa Barat juga menyoroti pentingnya pengembangan kawasan strategis seperti Patimban dan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi maritim.
Dengan dukungan pembiayaan dari perbankan daerah, kawasan ini berpotensi menjadi hub industri yang menghubungkan aktivitas produksi, distribusi, hingga ekspor.
Dede Saputra menambahkan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan untuk menarik investasi sebesar-besarnya ke Jawa Barat.
“Potensi kita sangat besar, tinggal bagaimana kita membuka akses dan mempertemukan kepentingan antara investor dan pelaku industri. Bank daerah harus hadir sebagai enabler,” ujar Dede Saputra.
Dede pun menilai bahwa momentum ini dapat menjadi katalis percepatan investasi di berbagai kawasan strategis di Jawa Barat.
Kawasan seperti Patimban dan Rebana disebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi maritim.
Dengan dukungan pembiayaan yang memadai, kawasan-kawasan ini dapat menjadi hub industri yang menghubungkan aktivitas produksi, distribusi, hingga ekspor.
Masuknya Susi Pudjiastuti di Bank BJB menjadi salah satu faktor yang diyakini mampu mempercepat realisasi potensi tersebut.
Keberanian dalam mengambil kebijakan strategis menjadi kunci dalam memanfaatkan momentum yang ada.
Kesejahteraan Pelaut Jadi Agenda Utama
Selain aspek investasi, Day of The Seafarer 2026 juga menempatkan isu kesejahteraan pelaut sebagai bagian utama dari agenda pembangunan maritim.
Hal ini menjadi penting mengingat pelaut merupakan elemen fundamental dalam ekosistem industri kelautan.
Tanpa dukungan sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan, upaya peningkatan kesejahteraan pelaut akan sulit diwujudkan.
Oleh karena itu, peran perbankan menjadi sangat krusial dalam menyediakan akses pembiayaan yang mendukung keberlanjutan sektor ini.
Dede Saputra menegaskan bahwa investasi maritim tidak hanya berbicara soal keuntungan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan ekosistem.
Pelaut harus menjadi bagian dari sistem yang dibangun, bukan sekadar objek dari aktivitas ekonomi.
“Investasi maritim tidak hanya soal bisnis, tapi tentang keberlanjutan ekosistem. Pelaut adalah fondasi utama, dan kesejahteraan mereka harus menjadi bagian dari sistem yang kita bangun bersama,” kata Dede Saputra.
Peluang Terbuka, Perbankan Daerah Didorong Naik Kelas
Dengan hadirnya seluruh stakeholder dalam satu momentum, peluang untuk mendorong pertumbuhan industri maritim nasional semakin terbuka lebar.
HIPMI Jawa Barat menegaskan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat bagi perbankan daerah untuk mengambil peran yang lebih besar.
Masuknya Susi Pudjiastuti Bank BJB menjadi simbol bahwa transformasi tersebut bukan hal yang mustahil.
Dengan kepemimpinan yang tepat, dukungan kebijakan yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor, perbankan daerah dapat menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi berbasis maritim.
Dorongan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkret yang mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.












