27 Tahun Bertahan, SSB Metro Kukusan Depok Konsisten Cetak Talenta Muda
adainfo.id – SSB Metro Kukusan terus menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu wadah pembinaan sepak bola usia dini di Kota Depok yang telah bertahan hampir 27 tahun.
Sekolah sepak bola yang berada di wilayah Kukusan, Kecamatan Beji tersebut menjadi salah satu pelopor pembinaan pemain muda yang masih aktif hingga saat ini.
Tidak hanya fokus pada kemampuan teknis bermain sepak bola, SSB Metro Kukusan juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, hingga kerja sama tim kepada para pemain sejak usia dini.
Keberadaan SSB ini dinilai memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan sepak bola usia muda di Kota Depok.
Terutama di tengah tingginya minat anak-anak terhadap olahraga paling populer di Indonesia tersebut.
Head Coach SSB Metro Kukusan, Udin, menjelaskan bahwa fokus utama pembinaan yang dilakukan berada pada level grassroots atau pembinaan usia dini.
“Kalau di kita sendiri fokusnya adalah pembinaan talenta muda di grassroot. Untuk pembinaan sendiri kita mulai latihan itu di kelompok umur dari 6 tahun, 8 tahun, 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun dan 16 tahun,” ujarnya saat ditemui Kamis (07/05/2026).
Menurut Udin, pembinaan sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membentuk dasar kemampuan bermain sepak bola sekaligus membangun karakter pemain.
Ia menilai proses pembentukan mental, kedisiplinan, serta etika dalam olahraga harus dimulai sejak anak-anak mulai mengenal sepak bola.
Dengan pembinaan yang terstruktur berdasarkan kelompok usia, para pemain muda dapat berkembang sesuai tahapan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Aktif Ikuti Turnamen Lokal Hingga Nasional
Selain latihan rutin, SSB Metro Kukusan juga aktif mengikuti berbagai kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan pemain.
Kompetisi tersebut mulai dari level lokal di wilayah Jabodetabek hingga turnamen tingkat nasional.
Menurut Udin, pengalaman bertanding menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan pemain muda karena mampu melatih mental, keberanian, dan kemampuan membaca permainan di lapangan.
“Ya, kita juga aktif mengikuti event-event, baik itu yang lokal sampai nasional,” tambah Udin.
Keikutsertaan dalam berbagai turnamen juga menjadi sarana evaluasi bagi pelatih untuk melihat perkembangan pemain secara langsung saat menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Konsistensi pembinaan yang dilakukan selama puluhan tahun juga membuahkan hasil positif.
Sejumlah alumni SSB Metro Kukusan diketahui berhasil melanjutkan karier hingga ke level sepak bola profesional.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan usia dini yang dijalankan secara berkelanjutan mampu melahirkan talenta potensial.
Meski demikian, Udin menegaskan bahwa kemampuan teknik saja tidak cukup untuk membawa pemain menuju level profesional.
Menurutnya, mentalitas, disiplin, serta daya juang menjadi faktor yang sangat menentukan perjalanan seorang atlet muda.
Usia Remaja Jadi Fase Paling Krusial
Dalam proses pembinaan pemain muda, Udin menyebut usia sekitar 12 tahun mulai terlihat sebagai fase penting untuk mengidentifikasi potensi pemain.
Sementara itu, usia 15 hingga 16 tahun menjadi masa yang paling krusial karena banyak pemain mulai menghadapi pengaruh lingkungan pergaulan.
Ia menilai tidak sedikit pemain muda yang akhirnya meninggalkan dunia olahraga akibat kurangnya pengawasan dan dukungan dari lingkungan sekitar.
“Di usia remaja itu banyak yang terbawa arus pergaulan dan meninggalkan dunia atletnya. Jadi memang butuh bimbingan dari pelatih dan dukungan keluarga,” jelasnya.
Karena itu, menurutnya, pembinaan sepak bola tidak hanya menjadi tugas pelatih semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orang tua dalam menjaga motivasi dan kedisiplinan anak.
Sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan, SSB Metro Kukusan menggelar latihan rutin tiga kali dalam sepekan.
Latihan dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, serta Minggu pagi pukul 07.30 sampai 09.00 WIB di Lapangan Kukusan, Beji.
Program latihan disesuaikan berdasarkan kelompok usia dan fokus pengembangan masing-masing pemain.
Selain latihan teknik dasar seperti passing, dribbling, shooting, dan positioning, pemain juga dibekali latihan fisik serta pembentukan karakter.
Pendekatan tersebut dilakukan agar pemain tidak hanya berkembang secara kemampuan bermain, tetapi juga memiliki mental kompetitif dan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi Wadah Positif Bagi Generasi Muda Depok
Keberadaan SSB Metro Kukusan dinilai menjadi salah satu wadah positif bagi generasi muda di Kota Depok untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga.
Di tengah perkembangan era digital dan tingginya aktivitas anak-anak dengan gawai, kegiatan olahraga seperti sepak bola dianggap penting.
Hal tersebut tentu saja untuk menjaga kesehatan fisik sekaligus membangun interaksi sosial yang sehat.
Selain menjadi tempat pembinaan atlet muda, SSB Metro Kukusan juga berperan dalam membentuk karakter anak-anak melalui nilai sportivitas, tanggung jawab, serta kerja sama tim.
Dengan pengalaman hampir tiga dekade dalam pembinaan usia dini, SSB Metro Kukusan diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola muda dari Kota Depok yang mampu bersaing di level lebih tinggi, baik regional maupun nasional.












