Cuaca Tak Bersahabat, Kapal Cepat Dihentikan Demi Keselamatan Dinilai Tepat
adainfo.id – Penghentian sementara operasional kapal cepat rute Kepulauan Seribu dari Pelabuhan Muara Angke mendapat dukungan DPRD DKI Jakarta sebagai langkah preventif untuk melindungi keselamatan penumpang di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, menilai kebijakan yang diambil Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sejak Minggu (11/01/2026) tersebut sudah sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam transportasi laut.
“Dalam pengoperasian kapal cepat yang melayani rute Kepulauan Seribu, Dishub tentu memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipatuhi, terutama terkait keselamatan pelayaran,” terang Wahyu dikutip Senin (19/01/2026).
Wahyu menjelaskan, kebijakan penghentian sementara operasional kapal cepat dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di perairan sekitar Kepulauan Seribu.
Menurutnya, meskipun kondisi kapal dinyatakan layak operasi, faktor cuaca tetap menjadi penentu utama keselamatan pelayaran.
“Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan atau risiko kecelakaan di tengah laut,” bebernya.
Ia menambahkan, perjalanan laut dalam kondisi cuaca ekstrem tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang, khususnya wisatawan dan warga kepulauan.
Evaluasi Berkelanjutan dan Izin KSOP
Dishub DKI Jakarta memastikan penghentian operasional kapal cepat akan terus dievaluasi secara berkala hingga kondisi cuaca benar-benar aman dan izin berlayar kembali diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
“Terkait informasi dari BMKG, secara teknis mereka selalu menyiarkan kondisi cuaca yang dapat dipantau dari waktu ke waktu. Bahkan dalam keadaan khusus, ketika terjadi cuaca ekstrem, informasi tersebut dapat disampaikan secara khusus. Hal ini sudah berjalan dengan baik,” tuturnya.
Selama masa penghentian operasional, Dishub juga memastikan seluruh tiket penumpang yang telah dibeli dikembalikan secara penuh (full refund) melalui mekanisme Bank Jakarta.
Wahyu mengimbau masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi laut menuju Kepulauan Seribu agar selalu memantau informasi resmi dari Dishub, BMKG, dan KSOP sebelum merencanakan perjalanan.
“Masyarakat penumpang perlu memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran,” pungkasnya.
Operasional Kembali Dibuka Bertahap
Sebagai informasi, Dishub DKI Jakarta telah membuka kembali sebagian operasional kapal cepat.
Operasional tersebut dari Pelabuhan Muara Angke menuju Kepulauan Seribu pada Kamis (15/01/2026), setelah kondisi cuaca dinilai membaik dan izin berlayar diterbitkan oleh KSOP.
Sejumlah rute utama seperti Pulau Tidung, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa telah kembali beroperasi normal.
Namun demikian, lintasan menuju Pulau Sabira hingga kini masih ditangguhkan karena belum memperoleh izin keamanan pelayaran.











