Kue Ijo Green Snack Depok Tembus Pasar Nasional hingga Luar Negeri

ARY
Penampakan Kue Ijo yang diproduksi Green Snack Depok sudah tembus pasar nasional dan luar negeri. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kudapan tradisional Kue Ijo produksi Green Snack di Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, menembus pasar nasional hingga luar negeri setelah hampir dua dekade mempertahankan kualitas berbahan alami tanpa pengawet.

Usaha rumahan yang dirintis sejak 2007 itu kini dikenal sebagai salah satu kuliner khas Depok yang konsisten menjaga cita rasa dan memberdayakan warga sekitar.

Produksi Kue Ijo dilakukan di sebuah rumah di Jalan Urea Raya 111, Beji Timur.

Dari dapur sederhana inilah ribuan potong kue berwarna hijau cerah dihasilkan setiap pekan, terutama menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan.

Founder Green Snack, Sundus Balfas, mengisahkan bahwa ide usaha tersebut muncul tanpa perencanaan matang.

Ia tergerak setelah melihat banyak daun suji dan pandan terbuang percuma di lingkungan tempat tinggal barunya.

“Di Jakarta itu susah cari daun suji sama pandan. Di sini kok dibuang-buang? Saya bilang, ah saya mau coba bikin, mau jual,” paparnya Sabtu (14/02/2026).

Berawal dari Halal Bihalal

Kesempatan pertama memperkenalkan Kue Ijo hadir saat acara halal bihalal di Masjid Al-Barokah.

Sundus kala itu membuat 100 potong kue dan membagikannya secara cuma-cuma kepada para tamu.

Respons yang diterima di luar dugaan. Banyak tamu yang menyukai rasa dan teksturnya, bahkan langsung menanyakan apakah kue tersebut dijual secara umum.

“Langsung saya bilang, saya jual,” jelasnya.

Dari momen sederhana tersebut, usaha Green Snack mulai berkembang.

Pada awalnya, Kue Ijo dijual seharga Rp1.000 per potong. Seiring kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi, kini harganya menjadi Rp4.000 per buah atau Rp100.000 per kotak isi 25 potong.

Meski harga menyesuaikan kondisi pasar, kualitas rasa tetap dipertahankan.

Mengandalkan Warna dan Rasa Alami

Ciri khas Kue Ijo terletak pada warna hijau cerah yang berasal murni dari perasan daun suji dan pandan.

Tanpa tambahan pewarna buatan, warna tersebut dihasilkan melalui proses alami yang menjadi daya tarik utama produk ini.

“Semua alami, tanpa bahan pengawet. Makanya kalau di luar tahan 24 jam. Kalau di kulkas bisa tiga sampai empat hari, bahkan ada yang simpan seminggu asal rapi,” tuturnya.

Bahan yang digunakan relatif sederhana, meliputi telur, gula pasir, susu kental manis, susu bubuk, vanila, garam, santan, terigu, dan maizena.

Proses pembuatannya dimulai dari memblender telur hingga lembut, kemudian dicampur dengan sari daun suji dan pandan.

Setelah itu, bahan kering dan santan dimasukkan, adonan disaring, lalu dituangkan ke cetakan sebelum dikukus hingga matang.

Tekstur lembut dan aroma pandan yang kuat menjadi identitas produk ini.

Banyak pelanggan menyebut Kue Ijo sebagai kudapan ringan yang cocok untuk berbagai suasana.

“Yang nggak nafsu makan, makan ini,” katanya.

Pasar Meluas hingga Luar Negeri

Seiring waktu, pelanggan Green Snack tidak hanya berasal dari warga sekitar Beji Timur.

Permintaan datang dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintahan, jasa katering, hingga lingkungan kampus seperti Universitas Indonesia.

Produk ini bahkan pernah dibawa ke Singapura dan Malaysia. Meski bersifat rumahan, kualitas dan kepraktisannya membuat Kue Ijo cocok untuk perjalanan singkat ke luar negeri.

Pasar yang meluas menunjukkan bahwa kuliner tradisional berbasis bahan alami tetap memiliki daya saing di tengah gempuran produk modern.

Identitas rasa lokal menjadi nilai tambah yang membedakan Kue Ijo dari kudapan lainnya.

Produksi bersifat fluktuatif mengikuti jumlah pesanan. Pada hari biasa, produksi berjalan sesuai permintaan. Namun menjelang Ramadan, peningkatan pesanan terjadi signifikan, terutama tiga hari sebelum Lebaran.

Dalam kondisi ramai, produksi dapat mencapai 1.000 hingga 2.000 potong per hari.

Aktivitas dapur pun berlangsung lebih intens untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Pemberdayaan Warga Sekitar

Green Snack tidak hanya menjadi usaha keluarga, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi warga.

Sundus mempertahankan lima ibu-ibu sekitar sebagai karyawan tetap meski kondisi daya beli masyarakat sempat menurun.

“Kasihan kalau dia berhenti. Kita sudah kayak saudara,” ucapnya.

Keputusan tersebut mencerminkan komitmen sosial dalam menjalankan usaha.

Bagi Sundus, keberlanjutan bisnis tidak hanya soal keuntungan, tetapi juga menjaga hubungan kekeluargaan dengan para pekerja.

Menariknya, daun suji dan pandan yang dulu terbuang kini justru dikumpulkan warga untuk disetorkan sebagai bahan baku.

Selain menanam sendiri untuk cadangan, Sundus juga mendorong warga sekitar untuk memanfaatkan tanaman tersebut sebagai sumber tambahan pendapatan.

“Depok ini subur, pandan sama suji nggak masalah. Kalau di Jakarta susah,” tuturnya.

Lingkungan Beji Timur yang relatif hijau mendukung ketersediaan bahan baku alami.

Hal ini menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan wilayah perkotaan lain yang minim lahan hijau.

Regenerasi dan Keberlanjutan Usaha

Memasuki hampir dua dekade perjalanan usaha, Green Snack mulai mempersiapkan regenerasi.

Sundus mengaku mulai mewariskan pengelolaan bisnis kepada anaknya agar keberlanjutan tetap terjaga.

Langkah tersebut dilakukan agar usaha tidak berhenti pada satu generasi.

Pelanggan setia yang tersebar hingga Padang dan Makassar menjadi motivasi kuat untuk terus menjaga kualitas produk.

Kepercayaan pelanggan dibangun melalui konsistensi rasa dan komitmen terhadap bahan alami.

Tanpa pengawet dan tanpa pewarna buatan, Kue Ijo mempertahankan ciri khas tradisional yang jarang ditemukan dalam produk skala massal.

“Harapannya ke depan lebih maju, supaya bisa menambah lapangan kerja,” tukasnya.

Dari dapur sederhana di Beji Timur, Kue Ijo Green Snack berkembang menjadi ikon kuliner tradisional berbasis bahan alami yang bertahan hampir dua dekade.

Produk ini tidak hanya menghadirkan cita rasa khas, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar serta memperkenalkan potensi kuliner Depok ke pasar yang lebih luas.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *