Waspada Suspek Campak di Depok, Anak-Anak Rentan Tertular
adainfo.id – Kasus suspek campak di Indonesia masih menunjukkan angka yang cukup tinggi sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular tersebut.
Pemerintah daerah, termasuk di Kota Depok, terus mengingatkan warga agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan terutama pada anak-anak yang rentan terpapar penyakit ini.
Data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa kasus dugaan campak masih terus ditemukan di berbagai wilayah.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit campak serta cara pencegahannya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Devi Maryori mengatakan angka kasus suspek campak di Indonesia masih cukup besar berdasarkan laporan terbaru dari pemerintah pusat.
Puluhan Ribu Kasus Suspek Campak Tercatat di Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hingga 26 Februari 2025, jumlah kasus suspek campak yang tercatat di seluruh Indonesia mencapai 63.769 kasus.
Dari total tersebut, sebanyak 11.094 kasus telah dipastikan positif melalui pemeriksaan laboratorium.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penyakit campak masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
“Untuk tahun 2026 hingga Minggu ke-7, tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek campak di Indonesia dengan 572 kasus di antaranya terkonfirmasi laboratorium,” paparnya dikutip Senin (09/03/2026).
Data tersebut memperlihatkan bahwa penyebaran penyakit campak masih terjadi pada awal tahun 2026.
Meskipun jumlah kasus terkonfirmasi laboratorium lebih sedikit dibandingkan total kasus suspek yang dilaporkan.
Kasus Suspek Campak di Kota Depok
Selain data nasional, Dinkes Kota Depok juga mencatat jumlah kasus suspek campak yang ditemukan di sepanjang tahun 2025.
Menurut Devi Maryori, pada tahun tersebut terdapat 1.365 kasus suspek campak yang dilaporkan di Kota Depok.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 144 kasus dipastikan positif setelah melalui pemeriksaan laboratorium.
Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus meningkatkan langkah pencegahan agar penyebaran penyakit tidak semakin meluas di tengah masyarakat.
Dinkes Kota Depok juga terus melakukan pemantauan terhadap kemungkinan munculnya kasus baru melalui sistem surveilans kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila ditemukan gejala penyakit campak di masyarakat.
Penyakit Campak Mudah Menular
Devi Maryori menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena penyakit campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.
Terutama di lingkungan yang memiliki kontak dekat antarindividu.
Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak dan dapat menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani.
Menurutnya, virus penyebab campak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui percikan air liur yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau bahkan ketika berbicara.
Campak sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Morbilivirus yang menyerang sistem pernapasan.
“Penularannya dapat terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara,” tukasnya.
Virus tersebut dapat menyebar dengan cepat terutama di tempat yang memiliki interaksi sosial tinggi seperti sekolah, tempat bermain anak, maupun lingkungan permukiman yang padat.
Pentingnya Kewaspadaan Masyarakat
Tingginya angka kasus suspek campak membuat pemerintah daerah terus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala penyakit tersebut.
Gejala campak biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit.
Apabila gejala tersebut muncul, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah deteksi dini dinilai sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke anggota keluarga maupun lingkungan sekitar.
Dinkes Kota Depok juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup sehat.
Selain itu, pemantauan terhadap kasus-kasus suspek campak tetap dilakukan oleh petugas kesehatan untuk memastikan setiap kasus dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Upaya pengawasan tersebut dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan sekitar.












