Campak Kembali Jadi Ancaman, Imunisasi Anak di Depok Digencarkan
adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai melaksanakan program imunisasi kejar bagi anak-anak guna meningkatkan cakupan vaksinasi campak rubella di wilayah tersebut.
Program ini digelar sebagai respons atas meningkatnya kasus suspek campak di Indonesia yang menunjukkan masih adanya kesenjangan cakupan imunisasi pada anak serta penurunan kekebalan kelompok atau herd immunity.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan bahwa program tersebut mulai dilaksanakan pada Maret 2026 dan berlangsung di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Depok.
Pelaksanaan imunisasi dilakukan di seluruh puskesmas, posyandu, serta fasilitas layanan kesehatan terdekat agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan imunisasi bagi anak-anak mereka.
Program ini menargetkan anak-anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum menerima imunisasi campak rubella secara lengkap.
Menutup Kesenjangan Cakupan Imunisasi Anak
Devi menuturkan bahwa program imunisasi kejar atau catch up campaign merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak mendapatkan perlindungan dari penyakit campak.
Menurutnya, kesenjangan cakupan imunisasi masih menjadi tantangan dalam upaya pencegahan penyakit menular di Indonesia.
“Pelaksanaan program imunisasi kejar ini merupakan upaya untuk mewujudkan cakupan imunisasi yang merata di seluruh wilayah. Diharapkan langkah ini juga dapat mencegah terjadinya kasus campak maupun Kejadian Luar Biasa (KLB),” ungkapnya dikutip Kamis (12/03/2026).
Campak merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada anak apabila tidak ditangani dengan baik.
Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat terutama pada wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah.
Karena itu, pemerintah terus mendorong upaya peningkatan cakupan imunisasi untuk menjaga kekebalan kelompok di masyarakat.
Imunisasi Campak Rubella Diberikan Dua Dosis
Dinkes Kota Depok juga mengimbau para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak mereka.
Hal tersebut penting untuk memastikan anak-anak telah mendapatkan vaksin campak rubella sesuai jadwal yang dianjurkan.
Devi menerangkan bahwa imunisasi campak rubella diberikan sebanyak dua dosis pada usia yang telah ditentukan.
Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan, sementara dosis kedua diberikan pada usia 18 bulan.
Pemberian dua dosis imunisasi tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan optimal terhadap penyakit campak maupun rubella.
“Mari bersama-sama kita cek status imunisasi campak buah hati kita. Dua dosis imunisasi campak rubela sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit campak serta komplikasi lain yang lebih berbahaya,” tukasnya.
Melalui imunisasi lengkap, anak-anak diharapkan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat terhadap virus penyebab campak.
Program Dilaksanakan di Puskesmas dan Posyandu
Pelaksanaan program imunisasi kejar di Kota Depok dilakukan melalui jaringan layanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah.
Puskesmas dan posyandu menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program tersebut karena memiliki kedekatan dengan masyarakat di tingkat lingkungan.
Dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah ada, pemerintah berharap cakupan imunisasi dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, keterlibatan kader posyandu juga dinilai penting untuk membantu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya imunisasi bagi anak.
Para kader biasanya berperan aktif mengingatkan orang tua untuk membawa anak ke posyandu serta membantu memantau status imunisasi anak di lingkungan mereka.
Upaya Mencegah KLB Campak
Program imunisasi kejar juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mencegah potensi KLB campak di berbagai daerah.
Penurunan kekebalan kelompok akibat rendahnya cakupan imunisasi dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular di masyarakat.
Karena itu, pemerintah menilai langkah percepatan imunisasi menjadi penting untuk menutup kesenjangan perlindungan pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksin secara lengkap.
Selain memberikan perlindungan individu bagi anak, imunisasi juga berperan dalam melindungi masyarakat secara keseluruhan.
Ketika cakupan imunisasi tinggi, penyebaran virus penyebab penyakit akan semakin sulit terjadi karena sebagian besar masyarakat telah memiliki kekebalan.
Melalui program imunisasi kejar yang dilaksanakan mulai Maret 2026 ini, pemerintah daerah berharap seluruh anak di Kota Depok dapat memperoleh perlindungan optimal dari penyakit campak dan rubella serta mengurangi risiko terjadinya penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat.












