Tren Thrifting Usai Lebaran Kian Digemari, Anak Muda Depok Berburu Fashion Murah dan Stylish

AZL
Pengunjung berburu pakaian thrift di Depok Town Square (Detos) dengan berbagai pilihan fashion preloved, Jumat (27/03/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Tren berburu pakaian thrifting atau barang bekas berkualitas semakin diminati masyarakat, khususnya kalangan anak muda, dan semakin ramai usai momen Lebaran.

Fenomena ini terlihat jelas di Depok Town Square atau yang lebih dikenal dengan Detos.

Tempat tersebut menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan pakaian preloved dengan harga terjangkau namun tetap fashionable.

Pengunjung dapat menemukan berbagai jenis pakaian mulai dari kaos, kemeja, jaket, hingga celana dengan model yang beragam dan mengikuti tren fashion terkini di pusat perbelanjaan tersebut.

Selain itu, suasana belanja yang santai dan terbuka juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama anak muda yang menjadikan thrifting sebagai bagian dari gaya hidup.

Tren ini juga didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup hemat dan berkelanjutan.

Di mana penggunaan barang bekas berkualitas menjadi pilihan yang tidak hanya ekonomis tetapi juga ramah lingkungan.

Momen Lebaran Dongkrak Minat Belanja

Momen Lebaran menjadi salah satu periode paling ramai bagi aktivitas thrifting di Detos.

Banyak pengunjung memanfaatkan uang yang didapat saat momen Lebaran untuk membeli pakaian baru dengan cara yang lebih hemat.

Alih-alih membeli pakaian baru dengan harga tinggi, sebagian masyarakat memilih thrifting sebagai solusi untuk tetap tampil menarik tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Pilihan ini dinilai lebih fleksibel karena dengan anggaran yang sama, pengunjung bisa mendapatkan lebih banyak item fashion.

Selain itu, adanya kemungkinan menemukan produk bermerek dengan harga murah menjadi daya tarik tambahan yang sulit ditolak.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat, di mana nilai fungsional dan ekonomis menjadi pertimbangan utama dalam berbelanja.

Harga Terjangkau Jadi Daya Tarik

Salah satu faktor utama yang membuat thrifting di Detos begitu diminati adalah harga yang sangat terjangkau.

Sebagian besar pedagang menawarkan produk dengan rentang harga yang ramah di kantong, sehingga dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa.

Dengan harga yang relatif murah, pengunjung memiliki kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai gaya fashion tanpa harus khawatir mengeluarkan biaya besar.

Kondisi barang yang dijual pun umumnya masih layak pakai, bahkan beberapa di antaranya terlihat seperti baru.

Salah satu pengunjung, Azzam (19), mengaku telah dua kali mengunjungi lapak thrifting di Detos dan merasa puas dengan kualitas yang ditawarkan.

“Kalau kesini si udah dua kali. Enaknya kalo nge-thrift disini tuh baju-bajunya bagus jadi ga banyak minusnya gitu. Lalu juga banyak pilihan jenisnya dari baju, jaket, celana,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Jumat (27/03/2026).

Pengalaman tersebut mencerminkan kepuasan konsumen terhadap kualitas produk thrift yang dijual di Detos.

Gaya Hidup Baru Anak Muda

Thrifting kini tidak sekadar aktivitas belanja, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda.

Selain faktor harga, aspek keberlanjutan juga menjadi alasan mengapa tren ini semakin populer.

Dengan membeli pakaian bekas, masyarakat turut berkontribusi dalam mengurangi limbah tekstil yang menjadi salah satu masalah lingkungan global.

Di sisi lain, thrifting juga memberikan kebebasan berekspresi dalam berbusana.

Pengunjung dapat menemukan item dengan desain unik yang tidak diproduksi secara massal.

Hal ini membuat gaya berpakaian menjadi lebih personal dan berbeda dari tren mainstream.

Azzam juga menyoroti faktor harga yang menjadi alasan utama dirinya memilih thrifting.

“Harga disini juga murah-murah buat anak muda dan pelajar. Jadi kalau misalkan lagi nyari baju atau celana yang keren, ya nyarinya pasti disini,” jelas Azzam.

Kombinasi antara harga terjangkau, kualitas yang masih baik, serta nilai keberlanjutan menjadikan thrifting sebagai alternatif belanja yang semakin relevan di tengah kondisi ekonomi saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *