Polisi Andalkan Teknologi Baru untuk Tilang, Pengendara Nakal Jadi Sasaran
adainfo.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi memperkuat sistem penindakan pelanggaran lalu lintas atau tilang dengan mendistribusikan perangkat ETLE handheld terbaru yang dilengkapi teknologi cetak instan dan sistem digital terintegrasi.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital kepolisian dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang lebih transparan, efisien, dan akurat di lapangan.
Penggunaan perangkat ETLE handheld menjadi terobosan baru dalam sistem tilang elektronik di Indonesia.
Berbeda dengan kamera ETLE statis yang terpasang di titik tertentu, perangkat ini bersifat portabel dan dapat digunakan secara langsung oleh petugas di lapangan.
Teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan dalam penindakan pelanggaran lalu lintas, terutama di lokasi yang tidak terjangkau oleh kamera statis.
Dengan mobilitas yang tinggi, ETLE handheld mampu menjangkau berbagai titik rawan pelanggaran yang sebelumnya sulit terpantau.
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, menjelaskan bahwa perangkat terbaru ini memiliki keunggulan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.
“ETLE handheld yang kita bawa ini spesifikasinya beda dengan yang ada sekarang. Ini sudah bisa langsung print out. Jadi, misalnya ada pelanggaran, petugas bisa langsung cetak dan di sana sudah ada barcode-nya. Kalau yang lama kan belum ada, jadi prosesnya agak lama. Kalau ini bisa langsung ditempel, ini jauh lebih bagus lagi,” tutur Faizal dikutip Jumat (03/04/2026).
Dengan kemampuan cetak langsung di lokasi kejadian, proses administrasi tilang menjadi lebih cepat dan transparan, sehingga pengendara dapat langsung menerima bukti pelanggaran yang valid.
Efektif Jangkau Pelanggaran di Luar Kamera Statis
Kehadiran ETLE handheld dinilai sangat penting untuk melengkapi sistem ETLE statis yang sudah lebih dulu diterapkan di berbagai kota besar.
Kamera statis yang berada di persimpangan atau titik tertentu kini sudah banyak diketahui oleh masyarakat.
Hal ini membuat sebagian pengendara cenderung menghindari pelanggaran hanya di area yang terdapat kamera, sementara di titik lain masih berpotensi terjadi pelanggaran.
Dengan sifatnya yang dinamis, ETLE handheld mampu mengisi celah tersebut dan memberikan pengawasan yang lebih merata di berbagai wilayah.
“Kenapa handheld kita adakan? Karena untuk mengimbangi yang statis. Statis itu di situ saja, dan masyarakat sudah tahu ada kamera di sana. Maka handheld ini mainnya lebih dinamis. Bahkan ini jauh lebih efektif karena sifatnya yang portabel,” bebernya.
Perangkat ini memungkinkan petugas untuk melakukan penindakan secara langsung tanpa bergantung pada lokasi tertentu, sehingga meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas secara keseluruhan.
Dorong Transparansi dan Akurasi Penindakan
Salah satu keunggulan utama ETLE handheld adalah kemampuannya dalam menghadirkan sistem penindakan yang lebih transparan dan berbasis data.
Setiap pelanggaran yang tercatat langsung terintegrasi dalam sistem digital yang tidak dapat dimanipulasi.
Hal ini menjadi langkah penting dalam menghilangkan potensi praktik transaksional di lapangan yang selama ini menjadi sorotan publik.
Faizal menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini harus diiringi dengan integritas tinggi dari seluruh jajaran kepolisian.
“Data itu bisa muncul melalui satu proses rekayasa dan patroli yang baik. Yang penting bagi saya adalah tidak ada lagi hal-hal yang bersifat transaksional di lapangan. Semuanya harus terekam secara valid karena sistem ini menggunakan data yang akurat dan tidak bisa dimanipulasi,” tukasnya.
Dengan sistem yang berbasis digital dan terintegrasi, setiap pelanggaran dapat dilacak dan diverifikasi secara objektif, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
Upaya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Lebih jauh, implementasi ETLE handheld tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah penindakan pelanggaran, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Pengawasan yang lebih ketat dan merata diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan, terutama yang bersifat fatal, dapat diminimalkan.
Korlantas Polri menilai bahwa teknologi memiliki peran penting dalam menciptakan sistem lalu lintas yang lebih aman dan tertib.
Dengan kombinasi antara ETLE statis dan handheld, pengawasan dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Transformasi digital yang dilakukan juga menjadi bagian dari upaya modernisasi kepolisian dalam menghadapi tantangan zaman.
Penggunaan teknologi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan akuntabel.
Melalui penerapan ETLE handheld, diharapkan sistem penindakan pelanggaran lalu lintas di Indonesia dapat semakin maju, sekaligus memberikan dampak nyata dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya.












