Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Depok Tekankan Kesehatan dan Identitas Jemaah

ARY
Ilustrasi Kemenhaj Kota Depok memberikan imbauan kepada jemaah haji agar menjaga kondisi kesehatan. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau para calon jemaah haji (CJH) untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang pelaksanaan rangkaian puncak ibadah haji.

Imbauan ini disampaikan seiring meningkatnya aktivitas jemaah di Tanah Suci yang membutuhkan kesiapan fisik optimal.

Kepala Kemenhaj Kota Depok, Fauzan, menegaskan bahwa kesehatan menjadi faktor utama agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

“Kami berharap dalam setiap proses, jemaah bisa menjaga kesehatan. Tentunya keamanan diri itu penting,” kata Fauzan dikutip, Rabu (06/05/2026).

Hingga saat ini, Kota Depok telah memberangkatkan empat kelompok terbang (kloter) pada gelombang pertama.

Dari jumlah tersebut, tiga kloter telah tiba di Tanah Suci, sementara satu kloter lainnya masih dalam proses pemberangkatan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar jemaah haji Depok sudah mulai menjalani aktivitas ibadah di Arab Saudi.

Dengan demikian, kesiapan fisik dan mental menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Para jemaah yang telah tiba di Tanah Suci diharapkan dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia.

Cuaca Panas Makkah Jadi Tantangan Jemaah

Fauzan mengingatkan bahwa kondisi cuaca di Arab Saudi, khususnya di Makkah, cukup panas.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, terutama yang belum terbiasa dengan suhu tinggi.

“Tips dari Dinas Kesehatan seperti banyak minum dan menjaga kondisi tubuh harus dipatuhi. Karena puncak haji masih cukup lama, jadi fisik harus dijaga agar tetap optimal,” paparnya.

Suhu tinggi di Makkah berpotensi menyebabkan dehidrasi dan kelelahan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Oleh karena itu, jemaah diminta untuk memperhatikan asupan cairan serta mengatur aktivitas agar tidak berlebihan.

Kartu Nusuk Jadi Identitas Penting di Tanah Suci

Selain kesehatan, Fauzan juga mengingatkan pentingnya menjaga Kartu Nusuk sebagai identitas utama jemaah selama berada di Tanah Suci.

Kartu ini memiliki peran vital dalam menunjang berbagai aktivitas jemaah.

“Kartu Nusuk itu menjadi identitas paling penting bagi jemaah haji. Ibarat di tanah air itu seperti KTP, maka di sana Kartu Nusuk menjadi ‘password’ dalam setiap tempat yang dikunjungi,” tutupnya.

Kartu Nusuk digunakan untuk mengakses berbagai layanan dan lokasi penting selama pelaksanaan ibadah haji.

Kehilangan kartu ini dapat menyulitkan jemaah dalam menjalankan aktivitasnya.

Persiapan Fisik Jadi Kunci Kelancaran Ibadah

Imbauan kepada jemaah haji Kota Depok untuk menjaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran ibadah.

Rangkaian ibadah haji yang cukup panjang membutuhkan kondisi fisik yang prima.

Dengan memperhatikan kesehatan dan menjaga dokumen penting seperti Kartu Nusuk, jemaah diharapkan dapat menjalankan seluruh tahapan ibadah dengan aman dan lancar di tengah kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci.

Kemenhaj juga terus mengingatkan agar jemaah mengikuti arahan petugas serta menjaga pola hidup sehat selama berada di Arab Saudi guna menghindari risiko gangguan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *