Pelaku UMKM Keluhkan Akses Pengunjung di Lebaran Depok 2026

AZL
Stand UMKM terlihat sepi di Lebaran Depok 2026, Rabu (05/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Pelaksanaan Lebaran Depok 2026 yang digelar di kawasan Alun-Alun Grand Depok City (GDC) menuai keluhan dari sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Meski acara berlangsung meriah dan dipadati pengunjung, distribusi arus pengunjung dinilai tidak merata sehingga berdampak pada penjualan sejumlah pedagang.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami penurunan potensi transaksi karena posisi stand mereka tidak dilalui oleh mayoritas pengunjung.

Kondisi ini terjadi akibat jalur pengunjung yang belum tersirkulasi dengan baik, sehingga keramaian hanya terpusat di titik tertentu, terutama di area dekat panggung utama.

Akses Tertutup Tenda VIP Jadi Sorotan

Salah satu pelaku UMKM berinisial N, mengungkapkan bahwa keberadaan tenda VIP dan pembatas di sekitar panggung utama menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pergerakan pengunjung ke area UMKM.

“Sarannya juga, kalau bisa yang tenda di tengah ini kan satu itu yang VIP itu kan ada pagar belakang. Pengunjung jadi susah mereka masuknya. Aku kan juga tadi baru keliling, banyak UMKM yang ngeluh sepi karena pengunjung enggak lewat area itu,” ujarnya saat ditemui, Rabu (06/05/2026) malam.

Menurutnya, posisi tenda yang menutup akses dan pandangan membuat area UMKM menjadi kurang terlihat oleh pengunjung.

Akibatnya, banyak pengunjung yang tidak menyadari keberadaan stand di bagian tertentu area acara.

Pengunjung Hanya Terkonsentrasi di Satu Jalur

Selain faktor tenda, minimnya penunjuk arah juga disebut menjadi penyebab utama tidak meratanya distribusi pengunjung.

Sebagian besar pengunjung hanya berjalan di satu sisi area tanpa menjelajah seluruh lokasi.

N menilai kondisi ini membuat arus pergerakan menjadi tidak seimbang antara satu area dengan area lainnya.

“Masalahnya kan di depannya lagi ada tenda VIP, ada tenda rantangan, jadi pusat orang belanja ga kelihatan. Banyakan orang ngikutin jalan ini doang,” jelasnya.

Hal ini berdampak langsung terhadap pelaku UMKM yang berada di titik kurang strategis, karena kehilangan peluang untuk menarik pembeli.

Ratusan UMKM Terlibat, Tapi Tak Semua Dapat Manfaat

Sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi lokal, penyelenggara Lebaran Depok 2026 menghadirkan sekitar 200 pelaku UMKM dalam satu kawasan event.

Para peserta berasal dari berbagai binaan dinas, seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM), serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin).

Namun, jumlah peserta yang besar tidak sepenuhnya diimbangi dengan pengaturan tata letak yang optimal.

Sejumlah pedagang menilai penempatan stand seharusnya mempertimbangkan aksesibilitas dan visibilitas agar seluruh peserta mendapatkan peluang yang sama.

Tidak meratanya arus pengunjung memberikan dampak nyata terhadap pendapatan pelaku UMKM.

Beberapa stand dilaporkan mengalami penurunan jumlah pembeli meskipun acara dipadati pengunjung.

Pedagang yang berada di area kurang strategis mengaku kesulitan menarik perhatian karena posisi mereka tidak dilalui pengunjung.

Kondisi ini memunculkan kesenjangan antara stand yang berada di jalur utama dengan stand di area pinggir.

Padahal, tujuan utama kehadiran UMKM dalam event ini adalah untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar.

Harapan Perbaikan Penataan di Event Mendatang

Para pelaku UMKM berharap penyelenggara dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata letak dan manajemen arus pengunjung dalam event mendatang.

Penataan ulang jalur pengunjung dinilai penting agar sirkulasi lebih merata dan tidak terfokus pada satu titik saja.

Selain itu, penempatan tenda dan pembatas area juga diharapkan dapat disesuaikan agar tidak menghambat akses pengunjung ke seluruh area UMKM.

Dengan perencanaan yang lebih matang, pelaku usaha berharap event seperti UMKM Lebaran Depok 2026 benar-benar mampu memberikan manfaat maksimal bagi seluruh peserta, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *