Longsor Ancam Rumah Warga, Developer Diamond Lake Side Didesak Bertanggung Jawab

AG
Tebing longsor di belakang rumah warga Perumahan Diamond Lake Side Depok. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Perstiwa longsor Diamond Lake Side di wilayah Sawangan memicu keresahan warga setelah tebing di belakang dua unit rumah dilaporkan amblas dan mengancam keselamatan penghuni.

Warga kini mendesak pihak developer untuk segera melakukan penanganan serius terhadap longsor tersebut.

Melalui Ketua RT 09 RW 02 Kelurahan Pasir Putih, Hilman, warga meminta pengembang perumahan segera memperbaiki area longsor sekaligus mempercepat proses serah terima aset kepada Pemerintah Kota Depok.

Menurut warga, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan penghuni perumahan yang tinggal di area dekat titik longsor.

Hilman menjelaskan bahwa dirinya pertama kali mendapat informasi terkait longsor tersebut pada Kamis malam.

Kejadian itu langsung menimbulkan kepanikan di lingkungan warga karena posisi longsor berada sangat dekat dengan rumah penduduk.

Akibat kondisi yang dinilai membahayakan, salah satu penghuni rumah terdampak memutuskan untuk mengungsi sementara demi menghindari risiko longsor susulan.

“Besoknya hari Jumat siang, saya bersama warga melakukan mitigasi dan bergotong royong dengan memasang cerucuk bambu secara swadaya, guna meminimalisir longsor lanjutan,” terang Hilman, Kamis (7/5/2026).

Langkah swadaya tersebut dilakukan karena hingga beberapa hari setelah kejadian, belum terlihat adanya penanganan permanen dari pihak terkait.

Minimnya penanganan awal membuat warga bergerak cepat melakukan mitigasi sederhana untuk mencegah longsor semakin meluas.

Cerucuk bambu dipasang secara gotong royong sebagai penahan sementara pada area tebing yang rawan runtuh.

Warga menilai langkah darurat ini penting dilakukan sambil menunggu tindakan konkret dari pihak developer maupun pemerintah daerah.

Kondisi tanah yang labil dikhawatirkan dapat memicu longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Aksi gotong royong warga juga menunjukkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan lingkungan sekitar, mengingat lokasi longsor berada di area pemukiman aktif.

Koordinasi dengan Pemkot dan Aparatur Wilayah

Pasca kejadian, Hilman mengaku langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak, mulai dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, lurah, hingga camat untuk meminta bantuan penanganan dari pemerintah daerah.

Ia berharap Pemerintah Kota Depok dapat segera turun tangan membantu penanganan longsor yang berpotensi membahayakan warga.

Menurutnya, komunikasi dengan pemerintah sudah dilakukan sejak awal agar penanganan tidak terlambat dan risiko kerusakan lebih besar bisa dicegah.

Dalam perkembangannya, Hilman menyebut bahwa Supian Suri sempat dijadwalkan meninjau lokasi longsor pada Selasa lalu. Namun agenda tersebut batal terlaksana.

Hingga saat ini, warga mengaku belum melihat adanya langkah penanganan langsung baik dari pemerintah kota maupun pihak developer.

Meski demikian, pihak developer disebut telah memberikan respons awal terkait rencana perbaikan area longsor tersebut.

“Tapi Selasa kemarin, developer sudah respon rencananya Jumat ini pihak developer akan memperbaiki longsor dengan memasang turap, itu yang akan kita kawal,” imbuh Hilman.

Serah Terima Aset Jadi Sorotan Warga

Selain mendesak perbaikan longsor, warga juga menyoroti belum tuntasnya proses serah terima aset perumahan kepada pemerintah kota.

Menurut warga, kondisi ini menjadi salah satu hambatan dalam percepatan penanganan bencana di kawasan tersebut.

Hilman mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, pihak developer sebelumnya memang belum menyerahkan aset kepada Pemkot Depok.

Kondisi itu menyebabkan pemerintah daerah belum dapat melakukan intervensi penuh terhadap infrastruktur yang berada di kawasan perumahan.

“Pihak developer memang belum melakukan serah terima aset, tapi dari informasi yang saya terima hari Selasa itu sudah diserahkan ke Pemkot,” paparnya.

Meski begitu, warga mengaku tetap mendorong kedua pihak untuk segera mengambil langkah konkret agar penanganan tidak berlarut-larut.

Warga Minta Turap Permanen Segera Dibangun

Melihat kondisi tebing yang dinilai rawan, warga berharap developer segera membangun turap permanen sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah longsor berulang.

Permintaan tersebut muncul karena warga menilai mitigasi sementara dengan cerucuk bambu tidak cukup untuk menahan tekanan tanah, terutama saat curah hujan tinggi.

Menurut warga, pembangunan turap harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan penghuni perumahan yang tinggal di sekitar lokasi longsor.

“Lantaran longsor itu menyangkut nyawa manusia, warga berharap pihak developer segera melakukan mitigasi dengan membuat turap baru,” ujar Hilman.

Warga Diamond Lake Side menegaskan akan terus mengawal proses penanganan longsor hingga benar-benar selesai.

Mereka juga meminta agar proses serah terima aset kepada pemerintah daerah segera dipastikan statusnya.

Dengan adanya serah terima aset, warga berharap ke depan penanganan terhadap persoalan infrastruktur dan kebencanaan bisa dilakukan lebih cepat oleh pemerintah daerah.

“Jadi ketika ada bencana seperti ini, kedepannya kita bisa langsung meminta penangan kepada Pemkot Depok. Harapan kita seperti itu,” kata Hilman.

Warga Tegaskan Longsor Tak Terkait Putri Duyung Waterboom

Sementara itu, di tengah berkembangnya berbagai spekulasi, Hilman juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menuding keberadaan Putri Duyung Waterboom sebagai penyebab longsor.

Menurutnya, fokus utama warga saat ini adalah mendorong penanganan cepat terhadap tebing yang longsor serta memastikan keselamatan penghuni perumahan.

“Menurutnya, kejadian itu tidak ada kaitannya dengan Putri Duyung. Ia hanya fokus pada penanganan longsor oleh developer maupun Pemkot Depok.”

Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman baru di tengah proses penanganan yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *