Pelatihan Kerja Gratis Dibuka, Warga Depok Bisa Belajar Barista hingga Content Creator
adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali membuka program pelatihan kerja gratis pada tahun ini untuk masyarakat sebagai upaya meningkatkan kompetensi pencari kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Program tersebut ditujukan khusus bagi warga ber-KTP Depok yang belum bekerja dan ingin meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.
Pelatihan kerja gratis ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong kualitas sumber daya manusia, terutama di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Kepala Disnaker Kota Depok, Nessi Annisa Handari, mengatakan program pelatihan kembali dibuka pada tahun 2026 dengan proses pendaftaran yang berlangsung hingga akhir Mei.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kemampuan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.
“Tahun ini kami kembali memfasilitasi pelatihan kerja gratis untuk masyarakat Kota Depok,” jelas Nessi dikutip, Kamis (07/05/2026).
Ia berharap pelatihan yang diberikan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga mampu menjadi modal utama dalam menciptakan peluang ekonomi baru.
“Harapannya ini bisa menekan angka pengangguran, dan masyarakat bisa berwirausaha,” papar Nessi.
Ada Pelatihan Barista hingga Content Creator
Program pelatihan kerja ini menghadirkan sejumlah bidang pelatihan yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan tren pekerjaan saat ini.
Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas dan Bina Lembaga Pelatihan Kerja Disnaker Kota Depok, Yani Lestari, menjelaskan bahwa beberapa jenis pelatihan yang dibuka tahun ini antara lain pelatihan barista, content creator, perbengkelan roda dua, hingga menjahit.
Pelatihan barista dibuka untuk 20 peserta, content creator sebanyak 40 peserta, perbengkelan roda dua 20 peserta, dan pelatihan menjahit sebanyak 20 peserta.
Menurut Yani, pemilihan jenis pelatihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang, termasuk sektor ekonomi kreatif dan usaha mandiri.
Pelatihan content creator misalnya, dinilai menjadi salah satu bidang yang saat ini memiliki peluang besar di era digital karena banyak perusahaan membutuhkan tenaga kreatif untuk pengelolaan media sosial dan promosi digital.
Sementara pelatihan barista dan menjahit juga dianggap memiliki peluang usaha yang cukup luas, terutama bagi masyarakat yang ingin membangun bisnis mandiri.
Syarat Peserta Pelatihan Kerja Gratis
Meski terbuka untuk masyarakat umum, program ini memiliki sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi oleh calon peserta.
Peserta diwajibkan merupakan warga ber-KTP Depok, memiliki kartu pencari kerja atau AK-1, berusia minimal 18 tahun, tidak sedang menempuh pendidikan, dan belum bekerja.
Persyaratan tersebut dibuat agar program pelatihan benar-benar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan peningkatan keterampilan kerja.
Selain itu, peserta juga diharapkan memiliki komitmen mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai agar kemampuan yang diperoleh dapat maksimal.
Untuk mempermudah akses masyarakat, proses pendaftaran program dilakukan secara online melalui platform digital milik Pemkot Depok.
“Pendaftaran secara online melalui website simpel.depok.go.id untuk pelatihan kerja. Sedangkan untuk pendaftaran AK-1 dapat melalui ayogawe.depok.go.id,” tukas Yani.
Sistem digital tersebut diharapkan dapat mempercepat proses administrasi sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor Disnaker.
Digitalisasi layanan ketenagakerjaan sendiri menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik yang terus didorong Pemkot Depok.
Pelatihan Jadi Strategi Tekan Pengangguran
Program pelatihan kerja gratis ini juga menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran terbuka di Kota Depok.
Melalui peningkatan keterampilan masyarakat, pemerintah berharap lulusan pelatihan memiliki daya saing lebih baik saat memasuki pasar kerja.
Selain untuk mencari pekerjaan formal, pelatihan juga diarahkan agar peserta mampu membangun usaha secara mandiri.
Hal tersebut dinilai penting mengingat pertumbuhan sektor usaha kecil dan ekonomi kreatif saat ini terus meningkat.
Dengan keterampilan yang dimiliki, masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di lingkungannya masing-masing.
Pemilihan bidang pelatihan seperti content creator dan barista menunjukkan bahwa pemerintah mulai menyesuaikan program peningkatan kompetensi dengan perkembangan tren industri modern.
Profesi content creator misalnya kini berkembang pesat seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan kebutuhan promosi digital oleh berbagai sektor usaha.
Sementara bidang barista juga terus diminati karena pertumbuhan bisnis kopi dan kafe yang semakin menjamur di berbagai daerah, termasuk di Kota Depok.
Di sisi lain, pelatihan perbengkelan roda dua tetap menjadi sektor penting karena tingginya kebutuhan tenaga teknis otomotif.
Sedangkan pelatihan menjahit dinilai masih relevan karena membuka peluang usaha rumahan yang cukup potensial bagi masyarakat.
Antusiasme Sambut Program Pelatihan
Program pelatihan kerja gratis dari Disnaker Kota Depok setiap tahunnya mendapat perhatian besar dari masyarakat.
Banyak warga memanfaatkan program tersebut sebagai kesempatan meningkatkan kemampuan tanpa harus mengeluarkan biaya pelatihan yang cukup besar.
Selain memberikan keterampilan baru, pelatihan juga menjadi sarana memperluas pengalaman dan jaringan bagi peserta yang ingin memasuki dunia kerja.
Dengan kembali dibukanya program tahun 2026 ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.
Hal ini tentunya guna meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang.












