Tambal Sulam Tak Mempan, Akses Jalan Rusak Menuju Stasiun dan Terminal Depok Jadi Sorotan
adainfo.id – Kondisi Jalan Gedoran, Kota Depok kembali menuai keluhan dari masyarakat. Jalan rusak dinilai mengganggu mobilitas warga serta menghambat aktivitas transportasi umum.
Jalan tersebut merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan kawasan Margonda dengan Terminal Depok dan Stasiun Depok Baru.
Setiap hari, ruas jalan tersebut dilalui angkutan kota, bus Transjakarta, kendaraan pribadi, hingga pejalan kaki yang beraktivitas di pusat transportasi Kota Depok itu.
Namun, kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan permukaan aspal tidak rata membuat pengguna jalan harus lebih berhati-hati saat melintas.
Sopir Angkot Keluhkan Jalan Berlubang
Salah seorang sopir angkot, Jarwo, mengaku kerusakan Jalan Gedoran sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan menyeluruh.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak berdampak langsung terhadap operasional angkutan umum yang setiap hari melayani masyarakat.
“Kalau jalan berlubang ini udah hampir dua tahun, udah capek juga kita mikirinnya bang karena ini menghambat angkutan yang bolak-balik ke sini setiap hari,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (03/06/2026).
Jarwo mengatakan kondisi jalan rusak ini tidak hanya memperlambat waktu tempuh perjalanan, tetapi juga memengaruhi kenyamanan penumpang dan mempercepat kerusakan kendaraan yang rutin melintasi jalur tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik di Jalan Gedoran masih mengalami kerusakan cukup parah.
Beberapa lubang bahkan memiliki kedalaman mencapai sekitar 20 sentimeter dan tersebar di beberapa bagian ruas jalan.
Kondisi tersebut memaksa pengendara mengurangi kecepatan secara mendadak untuk menghindari lubang.
Situasi ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat.
Perbaikan Jalan Rusak Dinilai Hanya Tambal Sulam
Keluhan juga muncul karena penanganan jalan yang selama ini dianggap belum menyentuh akar persoalan.
Sejumlah pengemudi menilai perbaikan yang pernah dilakukan hanya bersifat sementara sehingga kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.
Jarwo bahkan mengaku pesimistis jalan tersebut akan segera diperbaiki secara menyeluruh.
“Mengayal aja. Saya bawa angkot di sini dan jalan ini sudah sangat mengganggu tapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Jadi enggak usah mikirin yang aneh-aneh, mengayal aja. Enggak usah mikir mau jalan bagus,” katanya.
Menurut para sopir, kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena Jalan Gedoran merupakan salah satu jalur penunjang transportasi publik yang setiap hari digunakan ribuan warga untuk menuju terminal maupun stasiun kereta.
Makin Berbahaya Saat Hujan
Kerusakan jalan ini juga dinilai semakin membahayakan ketika hujan turun.
Genangan air yang menutupi lubang membuat pengendara kesulitan memperkirakan kedalaman kerusakan jalan.
Akibatnya, risiko kendaraan terperosok maupun kehilangan kendali menjadi lebih tinggi, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Ya kalau hujan genangannya tinggi lah, kalau dibilang mengganggu ya sangat mengganggu khususnya pengemudi yang lagi bawa penumpang. Tapi apa mau dikata,” tambah Jarwo.
Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, genangan air yang muncul saat hujan juga sering menyebabkan arus lalu lintas melambat karena pengendara memilih melintas secara bergantian di area yang dianggap lebih aman.
Warga Minta Perbaikan Permanen
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Depok segera melakukan perbaikan permanen terhadap Jalan Gedoran.
Penanganan menyeluruh dinilai lebih efektif dibandingkan metode tambal sulam yang selama ini dilakukan.
Perbaikan jalan rusak ini juga dianggap mendesak mengingat lokasi ini memiliki fungsi strategis sebagai akses utama menuju Stasiun Depok Baru dan Terminal Depok yang menjadi pusat mobilitas masyarakat setiap hari.
Warga berharap langkah perbaikan dapat segera direalisasikan agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin, aktivitas transportasi umum berjalan lancar, serta kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas dapat kembali meningkat.












