Indonesia Bidik Lonjakan Perdagangan Tiga Kali Lipat Lewat Forum Bisnis Baru

ARY
Ilustrasi target Indonesia dalam forum bisnis baru bersama Prancis. (Foto: SUMALI IBNU CHAMID/Alemedia.id)

adainfo.id – Hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis memasuki babak baru setelah pembentukan forum bisnis baru yakni France–Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC) yang diluncurkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis.

Forum bisnis tingkat tinggi tersebut langsung menghasilkan kesepakatan investasi dan kerja sama senilai 3,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp57 triliun.

Peluncuran FI-HLBC dilakukan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan ekonomi strategis kedua negara.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan pembentukan dewan bisnis tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan investasi, perdagangan, serta berbagai kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

“Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. Forum ini tidak hanya menjadi ruang komunikasi bagi pelaku usaha, tetapi juga diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi, perdagangan, serta berbagai kerja sama strategis yang memberikan manfaat bagi Indonesia dan Prancis,” ucap Rosan dalam keterangannya dikutip, Minggu (31/05/2026).

Menurut Rosan, kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan dunia usaha akan menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi berbagai peluang kerja sama yang selama ini telah dibangun kedua negara.

Satukan Raksasa Bisnis Indonesia dan Prancis

FI-HLBC mempertemukan sekitar 30 pemimpin perusahaan dan industri besar dari Indonesia maupun Prancis.

Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam forum tersebut memiliki total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar AS, menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat dihasilkan melalui kerja sama bilateral.

Dewan bisnis tersebut dipimpin bersama oleh CEO Danone sekaligus Chair France–Indonesia Business Council MEDEF International, Antoine de Saint-Affrique, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie.

Kehadiran para pelaku usaha kelas dunia dalam forum ini diharapkan mampu membuka peluang investasi baru di berbagai sektor strategis yang menjadi prioritas kedua negara.

Selain menjadi wadah komunikasi, dewan bisnis tersebut juga diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala investasi yang selama ini dihadapi pelaku usaha.

Hasilkan Empat Kesepakatan Baru Senilai US$3,5 Miliar

Salah satu capaian utama dari peluncuran FI-HLBC adalah lahirnya empat kesepakatan bisnis baru dengan total nilai mencapai 3,5 miliar dolar AS.

Kesepakatan tersebut mencakup sektor energi, perdagangan, hingga pertahanan yang selama ini menjadi bidang kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis.

Rosan menilai pencapaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor Prancis terhadap Indonesia.

“Kesepakatan yang tercapai mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan investor Prancis terhadap Indonesia sebagai mitra strategis dengan potensi ekonomi yang besar dan iklim investasi yang terus membaik,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil serta berbagai reformasi kebijakan investasi yang dilakukan pemerintah menjadi faktor yang menarik minat investor asing untuk memperluas bisnisnya di Indonesia.

Kawal Realisasi Investasi dan Kerja Sama

Rosan menjelaskan bahwa tugas FI-HLBC tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan bisnis semata.

Forum tersebut juga akan berperan mengawal pelaksanaan berbagai komitmen investasi dan kerja sama yang telah disepakati kedua negara.

Peran tersebut dinilai sangat penting mengingat Indonesia dan Prancis sebelumnya telah menandatangani puluhan kesepakatan kerja sama bernilai besar.

Pada kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025, kedua negara diketahui menandatangani 27 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.

Menurut Rosan, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan secara efektif dan tepat waktu.

“Forum ini akan menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai hambatan, mempercepat penyelesaian kendala di lapangan, serta memastikan seluruh komitmen investasi dapat berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.

Target Perdagangan Naik Tiga Kali Lipat

Melalui pembentukan Dewan Bisnis Indonesia–Prancis, kedua negara menargetkan peningkatan nilai perdagangan hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.

Target tersebut dinilai realistis mengingat besarnya potensi kerja sama di sektor energi hijau, manufaktur, teknologi, pertahanan, infrastruktur, hingga industri hilirisasi.

Pemerintah Indonesia dan Prancis juga memberikan dukungan penuh terhadap penguatan kerja sama antara Kadin Indonesia dan MEDEF International sebagai representasi dunia usaha kedua negara.

Dengan adanya forum permanen tersebut, peluang kolaborasi bisnis diharapkan semakin terbuka luas dan mampu menciptakan berbagai proyek investasi baru yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

Rosan optimistis sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan sektor swasta akan menjadi fondasi penting dalam memperluas lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat posisi Indonesia dan Prancis di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Penguatan hubungan ekonomi bilateral ini juga menjadi bagian dari upaya kedua negara membangun kemitraan strategis jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada investasi dan perdagangan, tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *