Hadapi Ketidakpastian Global, Indonesia Andalkan Strategi Fiskal dan Ketahanan Energi

AZL
Ilustrasi strategi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. (Foto: Nataliya Vaitkevich/Pexels)

adainfo.id – Perekonomian Indonesia dinilai masih mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi global yang dipicu perang tarif, ketegangan geopolitik, hingga gejolak harga komoditas dunia.

Pemerintah menyebut ketahanan ekonomi nasional saat ini ditopang oleh bauran energi yang beragam serta kebijakan fiskal yang dijalankan secara hati-hati dan terukur.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan Indonesia memiliki sejumlah keunggulan yang membuat dampak gejolak global tidak terlalu besar dibandingkan negara-negara lain yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi.

Menurutnya, keberagaman sumber energi nasional menjadi salah satu faktor utama yang menjaga stabilitas ekonomi dalam menghadapi lonjakan harga energi dunia.

“Jadi energi mix kita lebih baik sehingga kita masih mempunyai daya tahan yang baik terhadap harga minyak yang meroket di global,” ujar Juda dikutip, Senin (01/06/2026).

Bauran Energi Jadi Tameng Ekonomi Nasional

Juda menjelaskan Indonesia memiliki sumber energi yang relatif lengkap, mulai dari minyak bumi, gas alam, batu bara, biodiesel, hingga berbagai sumber bioenergi lainnya.

Keberagaman tersebut membuat Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada satu jenis energi tertentu sehingga lebih mampu menghadapi gejolak harga di pasar internasional.

Berbeda dengan negara yang sangat bergantung pada impor minyak atau gas, Indonesia memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjaga pasokan energi domestik.

Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi pemerintah untuk mempertahankan stabilitas ekonomi nasional, termasuk menjaga inflasi tetap terkendali dan melindungi daya beli masyarakat.

Selain itu, keberadaan sumber energi alternatif juga membantu mengurangi tekanan terhadap sektor industri dan transportasi ketika harga energi global mengalami kenaikan tajam.

Menurut Juda, faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Pemerintah Terapkan Tiga Strategi Utama

Selain didukung sektor energi, pemerintah juga menerapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Juda mengungkapkan terdapat tiga strategi utama yang saat ini dijalankan guna memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga tanpa mengorbankan stabilitas fiskal.

Strategi pertama dilakukan melalui pengendalian belanja negara dengan menerapkan refocusing anggaran.

Melalui langkah tersebut, pemerintah mengarahkan belanja negara ke sektor-sektor yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produksi, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Di sisi lain, pemerintah tetap mempertahankan berbagai subsidi energi untuk menjaga harga bahan bakar bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Itu dari sisi pengeluaran yang kita bisa melakukan pengendalian. Istilahnya refocusing. Kita akan fokus pada pengeluaran yang mendorong demand, yang mendorong supply, mendorong produksi, dan juga menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Menurut Juda, kebijakan tersebut bertujuan memastikan setiap rupiah anggaran negara memberikan dampak maksimal terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Optimalisasi Penerimaan Negara

Strategi kedua yang dijalankan pemerintah adalah memperkuat penerimaan negara.

Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas sekaligus meningkatkan efektivitas pengumpulan pajak melalui implementasi sistem Coretax.

Pemerintah berharap sistem administrasi perpajakan yang lebih modern dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta memperluas basis penerimaan negara.

Optimalisasi pendapatan negara menjadi penting untuk menjaga ruang fiskal agar pemerintah tetap mampu membiayai berbagai program prioritas pembangunan.

Dengan penerimaan yang lebih kuat, pemerintah memiliki kapasitas yang lebih besar dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi yang muncul akibat ketidakpastian global.

Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

Sementara itu, strategi ketiga dilakukan melalui diversifikasi sumber pembiayaan negara.

Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dengan menerbitkan surat utang dalam berbagai mata uang lain.

Beberapa mata uang yang digunakan antara lain Yen Jepang, Renminbi Tiongkok, hingga Dolar Australia.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko yang muncul akibat fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap mata uang negara lain.

Selain memperluas pilihan investor, diversifikasi pembiayaan juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan utang negara.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan fiskal nasional di tengah perubahan dinamika ekonomi global.

Indikator Ekonomi Tunjukkan Kondisi Positif

Juda menilai berbagai strategi yang dijalankan pemerintah telah menunjukkan hasil yang cukup positif.

Hal tersebut tercermin dari sejumlah indikator ekonomi nasional yang masih berada dalam kondisi terkendali.

Pada kuartal pertama 2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen.

Sementara itu, tingkat inflasi berhasil dijaga pada level 2,42 persen sehingga masih berada dalam rentang sasaran pemerintah.

Di sisi fiskal, defisit anggaran hingga April 2026 tercatat sebesar 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) serta spread juga masih menunjukkan kondisi yang stabil meskipun pasar keuangan global menghadapi berbagai tekanan.

Menurut Juda, kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang terkendali, defisit fiskal yang rendah, serta stabilitas pasar keuangan menjadi bukti bahwa strategi pemerintah berjalan efektif.

“Empat indikator ini, yakni pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit fiskal, dan yield SBN menunjukkan bahwa fiskal kita masih kuat. Strategi yang kita ambil bekerja dengan baik,” pungkasnya.

Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menunjukkan pentingnya pengelolaan fiskal yang disiplin, diversifikasi sumber energi, serta strategi pembiayaan yang adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *