DEPARTS 2 Tampilkan Puluhan Karya Perupa Depok, Dorong Penguatan Ekosistem Seni Rupa Kota

AZL
Suasana Pameran Seni Rupa DEPARTS 2 di lobi Gedung Dibaleka Balai Kota Depok yang menampilkan karya para perupa lokal, Rabu (17/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Pameran Seni Rupa DEPARTS 2 resmi digelar di lobi Gedung Dibaleka, Balai Kota Depok.

Pameran yang berlangsung hingga 3 Juli 2026 tersebut menghadirkan hampir 50 karya dari 25 perupa asal Depok yang mengangkat beragam potret kehidupan sosial, sejarah, hingga dinamika perkembangan perkotaan.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, DEPARTS 2 tidak hanya menjadi ajang memamerkan karya seni rupa.

Akan tetapi juga menjadi ruang dialog antara seniman, masyarakat, dan pemerintah mengenai perkembangan seni visual di Kota Depok.

Berbagai karya yang dipamerkan memperlihatkan bagaimana para perupa menerjemahkan wajah Kota Depok melalui sudut pandang artistik.

Mulai dari isu lingkungan, mobilitas warga, hingga kritik sosial terhadap pembangunan kota.

DEPARTS Jadi Wadah Promosi Kota Depok Lewat Seni

Ketua DEPARTS 2, Joko Saptono, mengatakan penyelenggaraan pameran tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan memberikan ruang bagi para seniman lokal sekaligus memperkenalkan Kota Depok melalui karya seni rupa.

“DEPARTS itu kegiatan seni rupa kita untuk menyelenggarakan pameran seni rupa di Kota Depok sekaligus juga untuk mempromosikan Kota Depok. Pameran ini kita selenggarakan setiap setahun sekali,” kata Joko saat ditemui usai pembukaan pameran, Rabu (17/06/2026).

Menurutnya, seni rupa memiliki peran penting dalam membangun identitas kota sekaligus menjadi media komunikasi yang mampu menyampaikan berbagai persoalan sosial kepada masyarakat.

Karena itu, keberadaan pameran seperti DEPARTS diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya.

Selain menjadi ruang apresiasi karya, DEPARTS 2 juga membawa harapan agar Pemerintah Kota Depok memberikan perhatian lebih besar terhadap perkembangan seni rupa.

Joko menilai hingga kini para seniman lokal masih menghadapi keterbatasan fasilitas untuk memamerkan karya secara berkelanjutan.

Menurutnya, Kota Depok membutuhkan galeri seni maupun gedung kesenian yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas komunitas seni.

“Program pameran seni rupa DEPARTS ini juga menjadi masukan dan gagasan bagi Pemerintah Kota Depok agar lebih menggencarkan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan ekosistem seni rupa yang ada di Kota Depok,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan ruang kreatif yang mampu mendukung pertumbuhan seni rupa sekaligus menjadi destinasi budaya bagi masyarakat.

Hampir 50 Karya Angkat Dinamika Kota Depok

Pameran DEPARTS 2 menghadirkan puluhan karya seni berupa lukisan hingga instalasi dengan berbagai tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Para perupa mengangkat beragam isu, mulai dari perkembangan kawasan perkotaan, pelestarian lingkungan, sejarah lokal, hingga kritik terhadap perubahan sosial yang terjadi di Kota Depok.

Melalui karya-karya tersebut, para seniman mencoba menghadirkan perspektif baru mengenai wajah kota yang terus berkembang di tengah pesatnya urbanisasi.

Pameran ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dengan para seniman untuk memperluas apresiasi terhadap seni rupa yang selama ini dinilai masih memiliki ruang terbatas di Kota Depok.

Penyelenggaraan DEPARTS 2 mendapat dukungan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas ruang apresiasi seni sekaligus mengajak generasi muda lebih mengenal berbagai persoalan sosial melalui karya visual.

Keberadaan pameran seni dinilai mampu menjadi media edukasi yang menghadirkan pesan-pesan sosial dengan pendekatan yang lebih kreatif dan mudah dipahami masyarakat.

Perupa Depok Tunjukkan Eksistensi Lewat Karya

Salah satu peserta pameran, Ray Andre, menilai DEPARTS menjadi bukti bahwa para perupa di Kota Depok tetap aktif berkarya dan terus menghadirkan gagasan melalui seni visual.

Menurutnya, banyak karya yang lahir dari pengamatan terhadap berbagai dinamika kehidupan masyarakat perkotaan.

“Dengan adanya ajang seperti DEPARTS ini juga jadi ajang pembuktian bagi para perupa di Kota Depok itu masih eksis, serta mereka banyak menghasilkan karya dari memotret kejadian-kejadian urban yang terjadi di Kota Depok dan menuangkannya di atas kanvas,” kata Ray.

Ia berharap kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan agar semakin banyak masyarakat mengenal potensi seni rupa yang dimiliki Kota Depok.

Dalam pameran tersebut, Ray menampilkan karya mixed media yang mengangkat suasana Jalan Margonda sebagai salah satu ikon Kota Depok.

Melalui karya tersebut, ia menggambarkan padatnya aktivitas perkotaan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Namun karya tersebut tidak hanya berbicara mengenai kemacetan dan perkembangan infrastruktur, melainkan juga menghadirkan sosok Margonda sebagai pejuang kemerdekaan yang namanya kini diabadikan menjadi jalan utama Kota Depok.

Menurut Ray, pembangunan kota harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas fasilitas umum serta kesadaran masyarakat dalam merawat lingkungan.

“Kota Depok sekarang sudah banyak mengalami perubahan. Untuk infrastruktur itu sendiri masih perlu dikembangkan lagi di beberapa sisi. Hal tersebut harus juga dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga berbagai fasilitas umum yang ada agar Kota Depok bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Seni Rupa Jadi Media Refleksi Perkembangan Kota

Melalui penyelenggaraan DEPARTS 2, para perupa berharap seni rupa tidak hanya dipandang sebagai media ekspresi artistik semata.

Lebih dari itu, karya-karya yang dipamerkan diharapkan mampu menjadi sarana refleksi terhadap berbagai dinamika sosial, budaya, dan pembangunan yang terjadi di Kota Depok.

Dengan menghadirkan hampir 50 karya dari 25 perupa lokal, DEPARTS 2 menjadi bukti bahwa seni rupa memiliki peran penting dalam membangun identitas budaya kota.

Sekaligus juga memperkuat hubungan antara seniman, pemerintah, dan masyarakat di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang terus berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *