Ada Perbaikan Drainase di GDC Depok, Warga Keluhkan Penyempitan Jalan

AZL
Pekerjaan saluran drainase di Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Proyek perbaikan dan peningkatan sistem drainase yang tengah berlangsung di kawasan Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC), tepatnya di sekitar Alun-alun Kota Depok, menjadi perhatian masyarakat.

Di satu sisi, pembangunan tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap melanda kawasan GDC.

Namun di sisi lain, penyempitan ruas jalan akibat pekerjaan konstruksi memicu kemacetan dan memunculkan keluhan dari para pengguna jalan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan proyek tersebut merupakan bagian dari program prioritas penanganan banjir melalui pembangunan sistem drainase yang lebih terintegrasi.

Salah satu pekerjaan utama yang dilakukan ialah pembangunan saluran baru atau crossing drain guna memperlancar aliran air menuju saluran pembuangan.

Drainase Baru Dibangun untuk Atasi Titik Rawan Banjir

Kawasan Boulevard GDC selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi yang kerap tergenang ketika hujan deras mengguyur Kota Depok.

Genangan tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga berdampak pada kawasan permukiman di sekitarnya.

Melalui pembangunan saluran drainase baru, pemerintah berharap debit air hujan dapat dialirkan lebih cepat sehingga risiko genangan dapat ditekan secara signifikan.

Warga sekitar menyambut positif langkah tersebut karena banjir yang terjadi selama ini dinilai cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ano, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek, mengatakan genangan air saat musim hujan sering kali mencapai badan jalan hingga masuk ke area permukiman.

“Kalau pas lagi banjir di sini mah parah. Air naik sampai ke jalanan, bahkan masuk ke dalam perumahan. Sekarang Alhamdulillah ada perbaikan saluran, tapi kalau bisa dibikin agak menurun supaya air lebih lancar mengalir,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (20/06/2026).

Menurutnya, pembangunan drainase tersebut menjadi harapan masyarakat agar banjir yang selama ini terjadi setiap musim hujan dapat segera diatasi.

“Semoga sih dengan adanya perbaikan ini nantinya enggak banjir lagi. Soalnya kalau banjir bukan cuma mengganggu warga, tapi aktivitas masyarakat juga terganggu karena ini kan salah satu kawasan penting di Kota Depok,” katanya.

Penyempitan Jalan Picu Kemacetan

Meski mendapat dukungan dari masyarakat, pelaksanaan proyek juga menimbulkan dampak terhadap kelancaran lalu lintas.

Sebagian ruas Jalan Boulevard GDC yang sebelumnya dapat dilalui melalui dua lajur kini menyempit menjadi satu lajur akibat aktivitas pembangunan saluran drainase.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan terutama pada pagi dan sore hari ketika volume lalu lintas meningkat.

Pengguna jalan berharap pekerjaan dapat berlangsung seefisien mungkin agar gangguan terhadap mobilitas masyarakat tidak berlangsung terlalu lama.

Selain kemacetan, warga juga menyoroti minimnya informasi terkait rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Warga Soroti Minimnya Penerangan dan Posisi Papan Pemberitahuan

Keluhan lain datang dari warga yang menilai papan pemberitahuan penutupan jalan kurang terlihat, khususnya pada malam hari.

Kurangnya penerangan jalan membuat banyak pengendara baru menyadari adanya penyempitan jalan ketika sudah berada sangat dekat dengan lokasi pekerjaan.

Ikiw, warga setempat, berharap posisi papan informasi dapat dipindahkan lebih jauh agar pengendara memiliki waktu untuk mengurangi kecepatan maupun berpindah jalur.

“Seharusnya plang pemberitahuan penutupan jalan ini bisa dipasang lebih maju lagi posisinya. Karena gelap banget di sini, jadi banyak kejadian pengendara kaget saat mendekati lokasi,” kata Ikiw, warga setempat saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup berbahaya karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Ia bahkan mengaku sempat menyaksikan adanya pengendara sepeda motor yang menabrak papan pemberitahuan akibat tidak melihat keberadaan rambu sejak awal.

“Karena banyak yang belum tahu, kemarin saja ada pengendara motor yang menabrak plang pemberitahuan sampai bolong plangnya karena nabraknya cukup kencang,” ujarnya.

PUPR Depok Minta Maaf atas Gangguan Selama Pembangunan

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat, Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan selama proses pembangunan berlangsung.

Ia meminta masyarakat tetap memberikan dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah.

“Atas nama Pemerintah Kota Depok, kami mohon maaf apabila kegiatan pembangunan yang dilakukan mengganggu aktivitas masyarakat dan terima kasih atas dukungannya untuk terus mendukung kami dalam perbaikan infrastruktur di Kota Depok,” kata Yodi saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu (20/06/2026).

Menurut Yodi, pembangunan drainase di kawasan GDC merupakan bagian dari program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok dalam menyelesaikan persoalan banjir secara menyeluruh.

“Perbaikan wilayah tersebut merupakan rangkaian pelaksanaan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok dalam menuntaskan permasalahan genangan dan banjir melalui penataan drainase terintegrasi,” jelasnya.

Evaluasi Keselamatan Pengguna Jalan Akan Dilakukan

Menanggapi masukan terkait minimnya visibilitas papan pemberitahuan serta kondisi penerangan di sekitar proyek, Dinas PUPR memastikan akan segera melakukan evaluasi di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan selama proses pembangunan berlangsung.

Pemerintah juga akan meninjau kembali kebutuhan penambahan rambu lalu lintas maupun pengaturan jalur agar arus kendaraan tetap berjalan dengan aman.

Selain memperhatikan kualitas pembangunan drainase, aspek keselamatan masyarakat selama masa konstruksi disebut menjadi perhatian penting pemerintah.

Proyek Ditargetkan Rampung Akhir 2026

PUPR Depok menargetkan seluruh rangkaian pengerjaan drainase GDC dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026.

Setelah seluruh pekerjaan rampung, sistem drainase baru diharapkan mampu mengurangi genangan yang selama ini menjadi persoalan tahunan di kawasan Grand Depok City.

“Diharapkan akhir tahun penanganan sudah tuntas dan hasilnya dapat digunakan oleh masyarakat,” kata Yodi.

Warga pun berharap proyek tersebut benar-benar mampu mengatasi banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.

Sekaligus diiringi peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama proses pembangunan masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *