Aksi Nekat Pembuang Sampah Sembarangan di Depok Berujung Digeruduk Warga

AZL
Sampah liar yang ditemukan warga RW 07, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Aksi pembuangan sampah liar yang selama ini meresahkan warga di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, akhirnya menemukan titik terang.

Dalam sebuah kerja bakti lingkungan yang digelar warga RW 07, identitas salah satu terduga pelaku pembuangan sampah sembarangan berhasil terungkap setelah ditemukan sejumlah dokumen dan kemasan belanja daring yang masih mencantumkan alamat pemiliknya.

Temuan tersebut memicu respons cepat warga yang selama ini dibuat geram oleh keberadaan tumpukan sampah rumah tangga yang terus bermunculan di sepanjang Jalan Raya Tanah Baru.

Setelah alamat pemilik sampah diketahui, warga memutuskan mendatangi rumah yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi secara langsung.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena menunjukkan bagaimana kepedulian warga dapat membantu mengungkap praktik pembuangan sampah liar yang selama ini sulit ditindak akibat minimnya bukti dan pengawasan.

Kerja Bakti Berujung Terungkapnya Identitas Pemilik Sampah

Peristiwa tersebut bermula saat warga RW 07 Tanah Baru melaksanakan kerja bakti serentak untuk membersihkan lingkungan dari tumpukan sampah liar yang kerap ditemukan di sejumlah titik.

Ketua RW 07 Tanah Baru, Triyanto, menjelaskan bahwa warga menemukan kantong sampah rumah tangga yang mencurigakan saat membersihkan area pinggir jalan.

Karena penasaran dengan asal-usul sampah tersebut, warga kemudian memeriksa isi tumpukan sampah yang ditemukan.

“Pada saat kerja bakti serentak hari Minggu, kami menemukan sampah liar rumah tangga. Setelah dibongkar dan diperiksa, ternyata ditemukan alamat pemiliknya. Dari situlah warga kemudian mendatangi rumah yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi,” ujar Triyanto saat ditemui, Selasa (23/06/2026).

Menurutnya, alamat tersebut ditemukan pada sejumlah dokumen dan kemasan paket belanja daring yang masih tersimpan di dalam kantong sampah.

Temuan itu menjadi petunjuk penting yang kemudian mengarah pada identitas pemilik sampah yang diduga membuang sampah secara sembarangan di kawasan tersebut.

Pemilik Sampah Akui Berasal dari Rumah Tangganya

Setelah memperoleh alamat yang tertera pada sampah tersebut, warga mendatangi rumah yang bersangkutan untuk meminta penjelasan.

Triyanto mengatakan bahwa saat dimintai klarifikasi, pemilik sampah mengakui bahwa sampah yang ditemukan warga memang berasal dari rumah tangganya.

Pengakuan tersebut semakin memperkuat dugaan warga terkait praktik pembuangan sampah liar yang selama ini menjadi masalah lingkungan di kawasan Tanah Baru.

“Kami menemukan sampah liar saat kerja bakti. Setelah dibuka ternyata ada alamat pemiliknya, lalu warga mendatangi rumah yang bersangkutan dan yang bersangkutan mengakui sampah itu berasal dari rumah tangganya,” katanya.

Meski demikian, warga tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyampaikan teguran agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik di lingkungan masyarakat.

Sampah Liar Jadi Masalah Menahun di Tanah Baru

Menurut Triyanto, persoalan sampah liar bukanlah hal baru bagi warga Tanah Baru.

Hampir setiap hari masyarakat menemukan tumpukan sampah baru di sepanjang Jalan Raya Tanah Baru yang berbatasan langsung dengan wilayah Jakarta Selatan.

Kondisi tersebut membuat warga harus berulang kali melakukan pembersihan agar lingkungan tetap terlihat bersih dan nyaman.

Keberadaan sampah liar tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga memicu munculnya berbagai penyakit.

Selain di sepanjang Jalan Raya Tanah Baru, titik rawan pembuangan sampah liar juga kerap ditemukan di kawasan kolong Flyover Tanah Baru yang selama ini menjadi lokasi favorit pelaku untuk membuang sampah secara ilegal.

Warga menilai lokasi yang minim pengawasan serta kurangnya penerangan jalan menjadi faktor yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Warga Siapkan Sayembara Tangkap Pelaku

Sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas praktik pembuangan sampah liar, pengurus lingkungan bersama warga telah menyiapkan langkah yang tidak biasa.

Mereka membuat sayembara bagi siapa saja yang berhasil menangkap pelaku pembuangan sampah liar di wilayah tersebut.

“Kami sudah membuat sayembara. Siapa yang bisa menangkap pelaku pembuang sampah liar akan diberikan hadiah Rp500 ribu,” kata Triyanto.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi lingkungan sekitar sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku.

Menurut warga, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu cara paling efektif untuk menekan angka pelanggaran lingkungan yang selama ini sulit diawasi secara penuh oleh aparat maupun pemerintah.

DLHK Depok Apresiasi Keberanian Warga

Langkah warga RW 07 Tanah Baru mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni.

Ia menilai tindakan warga yang berani menegur pelaku pembuangan sampah liar merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan yang patut dicontoh.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warga, khususnya warga RW 07 Tanah Baru yang telah menunjukkan kepedulian dan keberanian untuk menegur secara santun pihak yang membuang sampah sembarangan. Tindakan tersebut merupakan bentuk partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (23/06/2026).

Reni berharap langkah yang dilakukan warga dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kota Depok untuk lebih aktif menjaga kebersihan wilayah masing-masing.

“Semoga sikap peduli dan keberanian untuk mengingatkan sesama ini dapat menjadi teladan dan menginspirasi warga lainnya, untuk bersama-sama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah liar,” tambahnya.

Meski memberikan dukungan, Reni tetap mengingatkan agar setiap teguran dilakukan secara santun dan mengedepankan pendekatan persuasif sehingga hubungan antarwarga tetap terjaga dengan baik.

Warga Dorong Pemasangan CCTV di Titik Rawan

Selain meningkatkan pengawasan secara mandiri, warga juga berharap pemerintah dapat memperkuat upaya pencegahan melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah liar.

Penambahan penerangan jalan juga dinilai penting untuk meminimalkan peluang pelaku melakukan aksinya pada malam hingga dini hari.

Menurut warga, kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah liar.

Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, kesadaran masyarakat yang terus meningkat, serta dukungan fasilitas dari pemerintah, warga berharap praktik pembuangan sampah sembarangan yang selama ini meresahkan dapat ditekan secara signifikan di wilayah Tanah Baru dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *