Legislator PKB Depok Ini Dengarkan Aspirasi Warga, Soroti Kendala BPJS dan Layanan Kesehatan

ACS
Anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKB, Abdul Khoir. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Sekitar 600 warga dari Kecamatan Tapos dan Cilodong menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar Anggota DPRD Kota Depok Abdul Khoir di kediamannya wilayah Tapos pada Kamis (12/03/2026).

Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momentum silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama dalam akses layanan kesehatan.

Suasana hangat menyelimuti kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut.

Sejak menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat dari berbagai lingkungan mulai memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan Ramadan yang diselenggarakan secara sederhana namun penuh kekeluargaan.

Acara diawali dengan tausiah singkat yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan.

Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan shalat berjamaah sebelum menikmati hidangan berbuka puasa bersama.

Momentum kebersamaan ini menjadi ruang komunikasi langsung antara Abdul Khoir dengan warga yang hadir.

Banyak di antara mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan yang selama ini mereka alami di lingkungan masing-masing.

Ramadan Dimanfaatkan untuk Menyerap Aspirasi Warga

Bagi Abdul Khoir, kegiatan buka puasa bersama bukan hanya sekadar tradisi tahunan.

Ia memandang Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendengarkan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Menurutnya, komunikasi langsung seperti ini penting agar wakil rakyat dapat memahami kondisi nyata yang dialami warga di lapangan.

Hal tersebut juga menjadi dasar dalam memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat melalui kebijakan di tingkat pemerintah daerah.

Selain menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejumlah program yang tengah dijalankan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Intinya, PKB hadir untuk memberikan kemaslahatan. Kami bertindak sebagai penyambung lidah antara pemerintah Kota Depok dengan masyarakat,” ujar Abdul Khoir.

Ia menegaskan bahwa peran anggota dewan tidak hanya sebatas menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka alami.

Soroti Kendala Akses Layanan Kesehatan

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Khoir juga menyoroti persoalan yang sering dialami warga terkait akses layanan kesehatan, terutama ketika menghadapi kondisi darurat.

Ia menyebutkan bahwa masih banyak masyarakat yang mengalami kendala ketika membutuhkan penanganan medis karena kartu jaminan kesehatan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS tidak aktif.

Kondisi tersebut sering kali membuat warga kesulitan mendapatkan pelayanan secara cepat di rumah sakit, khususnya ketika harus masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD).

Persoalan administrasi yang muncul secara mendadak menjadi salah satu hambatan yang kerap dikeluhkan masyarakat saat membutuhkan pertolongan medis.

Bentuk Tim Pendamping di Setiap Kelurahan

Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut, Abdul Khoir mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus yang ditempatkan di setiap kelurahan.

Tim tersebut bertugas membantu warga yang menghadapi kendala administrasi maupun birokrasi ketika harus mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit.

Menurutnya, tim ini juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan fasilitas kesehatan agar proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Ia mengungkapkan bahwa tim yang dibentuk sudah beberapa kali membantu warga yang mengalami kesulitan ketika harus mendapatkan penanganan di UGD.

Pendampingan dilakukan mulai dari membantu proses administrasi hingga melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit agar pasien bisa segera memperoleh penanganan yang dibutuhkan.

Siap Koordinasi dengan Berbagai Rumah Sakit

Abdul Khoir menjelaskan bahwa koordinasi utama yang dilakukan oleh timnya saat ini berada di RSUD ASA dan RSUD KISA.

Kedua fasilitas kesehatan tersebut menjadi titik utama pelayanan yang sering digunakan warga di wilayah Depok.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa bantuan tidak hanya terbatas pada dua rumah sakit tersebut.

Apabila ada warga yang membutuhkan bantuan di rumah sakit lain, pihaknya siap memberikan pendampingan.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tidak merasa kesulitan ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

“Tagline PKB adalah ‘Peduli Umat, Melayani Rakyat’. Kami adalah pelayan masyarakat. Baik itu urusan kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan dasar lainnya, kami siap menjembatani agar warga tidak merasa sendirian saat kesulitan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *