Nuroji Sebut Lebaran Depok Efektif Angkat Ekonomi Rakyat dan Budaya
adainfo.id – Gelaran Lebaran Depok 2026 kembali mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk anggota legislatif.
Anggota DPR RI, Nuroji, menilai perhelatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi lokal dan penguatan identitas budaya.
Saat meninjau langsung kegiatan hari kedua, Nuroji mengaku sengaja hadir untuk memastikan jalannya acara sekaligus mengecek kesiapan panggung pertunjukan budaya yang menjadi salah satu daya tarik utama.
“Saya datang untuk melihat langsung acara dan mengecek panggung. Dewan Kebudayaan juga akan tampil, jadi kami pastikan semuanya siap,” ujarnya, Rabu (06/05/2026).
Kehadirannya di lokasi menunjukkan perhatian terhadap pelaksanaan event yang dinilai memiliki potensi besar sebagai ikon budaya daerah.
Tingginya jumlah pengunjung yang memadati kawasan Alun-Alun Kota Depok menjadi salah satu indikator keberhasilan Lebaran Depok 2026.
Sejak hari pertama hingga hari kedua pelaksanaan, masyarakat terlihat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang disuguhkan.
Nuroji menilai, ramainya pengunjung tidak hanya menunjukkan keberhasilan penyelenggaraan, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor ekonomi, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Alhamdulillah, saya lihat pengunjungnya banyak sekali. UMKM juga bergerak, ini jelas mengangkat ekonomi masyarakat. Kalau banyak pedagang, biasanya pengunjung juga ikut ramai,” katanya.
Perputaran ekonomi yang terjadi selama event berlangsung dinilai menjadi bukti bahwa kegiatan berbasis budaya mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara langsung.
Konsep Acara Dinilai Matang dan Terstruktur
Selain jumlah pengunjung, Nuroji juga menyoroti konsep acara yang dinilai telah disusun secara matang.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir sepanjang hari dinilai mampu menjaga minat masyarakat untuk tetap berada di lokasi acara.
Ia menyebut susunan acara atau rundown yang terstruktur menjadi salah satu kekuatan utama dalam penyelenggaraan Lebaran Depok 2026.
“Saya lihat rundown-nya luar biasa, hampir setiap jam ada kegiatan. Ini harus terus dijadikan agenda tahunan. Kami dari Dewan Kebudayaan sudah merekomendasikan agar event seperti ini rutin digelar setiap tahun,” jelasnya.
Dengan konsep yang matang, event ini dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata unggulan di Kota Depok.
Selain itu, Lebaran Depok 2026 juga disebut sebagai langkah awal dalam membangun kalender event tahunan yang berkelanjutan.
Menurut Nuroji, setiap daerah perlu memiliki agenda rutin yang dapat menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Ia mengungkapkan bahwa selain Lebaran Depok, akan ada rencana penyelenggaraan event lain seperti Festival Margonda yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun.
“Setiap daerah harus punya event tahunan sebagai daya tarik wisata. Depok saat ini sudah punya Lebaran Depok, nanti akan disusul event-event lainnya,” tambahnya.
Kehadiran event-event tersebut diharapkan mampu meningkatkan citra Kota Depok sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Peran Pemerintah Dinilai Sangat Penting
Dalam pelaksanaannya, Nuroji menekankan bahwa dukungan pemerintah menjadi faktor kunci keberhasilan event berskala besar seperti Lebaran Depok.
Tanpa dukungan anggaran dan fasilitas dari pemerintah, kegiatan semacam ini dinilai sulit berjalan maksimal.
“Kalau mengandalkan mandiri, cukup berat. Saya pernah merasakan, biaya bisa ratusan juta. Jadi pemerintah harus hadir untuk mendukung,” tegasnya.
Ia menilai keterlibatan pemerintah tidak hanya penting dari sisi pendanaan, tetapi juga dalam hal regulasi dan koordinasi lintas sektor.
Menurut Nuroji, manfaat dari penyelenggaraan event budaya tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam pelestarian budaya lokal.
Kegiatan seni dan budaya yang ditampilkan mampu menjadi ruang ekspresi bagi komunitas sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
“Keuntungannya jelas, ekonomi rakyat terangkat. Selain itu, kegiatan seni dan budaya juga bisa terus dilestarikan dan dikembangkan,” ujarnya.
Dengan demikian, Lebaran Depok dinilai memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas budaya kota sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Opera Depok Siap Tampil, Angkat Sejarah Kota
Salah satu agenda utama dalam Lebaran Depok 2026 adalah pertunjukan Opera Depok yang menggabungkan berbagai unsur seni dalam satu panggung.
Nuroji menyebut persiapan pertunjukan tersebut hampir rampung dan tinggal memasuki tahap akhir.
“Persiapan sudah selesai, tinggal gladi resik. Rencananya dilakukan sebelum acara dimulai agar semuanya berjalan lancar,” katanya.
Opera Depok akan menampilkan kolaborasi seni tari, teater, musik, hingga drama dengan mengangkat cerita sejarah panjang Kota Depok.
“Ini bukan sekadar pertunjukan biasa. Kita gabungkan berbagai jenis kesenian dalam satu panggung. Ceritanya tentang sejarah Depok, dari awal hingga perkembangan kota,” paparnya.
Keterlibatan berbagai sanggar seni dalam pertunjukan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar komunitas serta memperkaya khazanah budaya lokal.
Lebaran Depok juga dinilai sebagai momentum untuk memperkuat konsep multikultural.
Nuroji menilai keberagaman masyarakat harus tercermin dalam setiap kegiatan budaya yang diselenggarakan.
“Depok ini kota yang beragam, jadi nuansa multikultural harus ditonjolkan. Tidak hanya budaya Betawi, tapi juga Sunda, Minang, dan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, konsep tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai festival tematik yang menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita ingin Depok menjadi miniatur Indonesia, di mana semua budaya bisa tampil dan berkembang bersama,” katanya.
Payung Hukum Dinilai Perlu untuk Keberlanjutan Event
Untuk menjaga keberlanjutan event seperti Lebaran Depok 2026, Nuroji menilai penting adanya payung hukum yang mengatur penyelenggaraan kegiatan budaya secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa regulasi tidak harus dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda), tetapi dapat melalui kebijakan turunan seperti peraturan wali kota.
“Payung hukum itu penting, tapi tidak harus Perda. Bisa melalui peraturan wali kota sebagai turunan dari aturan yang sudah ada,” jelasnya.
Dengan adanya regulasi yang jelas, penyelenggaraan event budaya diharapkan dapat lebih terarah dan berkesinambungan.
Nuroji mengajak seluruh masyarakat untuk turut meramaikan Lebaran Depok 2026.
Ia menilai partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan event ini ke depan.
“Silakan manfaatkan acara ini, baik untuk kegiatan ekonomi maupun hiburan. Jadikan ini event tahunan yang terus berkembang dan menjadi kebanggaan Kota Depok,” pungkasnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, Lebaran Depok diharapkan terus berkembang menjadi salah satu event budaya unggulan yang mampu membawa dampak positif bagi masyarakat dan Kota Depok secara keseluruhan.












