Pengunjung Keluhkan Akses Transportasi Umum dan Parkir Mahal di Lebaran Depok 2026
adainfo.id – Perayaan Lebaran Depok 2026 di Alun-alun, Grand Depok City (GDC) masih menyisakan sejumlah persoalan yang menjadi sorotan pengunjung.
Salah satu keluhan terbesar datang dari minimnya akses transportasi umum menuju lokasi acara yang dinilai menyulitkan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga kesulitan menghadiri rangkaian kegiatan Lebaran Depok 2026, terutama pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
Minimnya akses transportasi umum bahkan mulai menjadi perhatian masyarakat karena acara tersebut menghadirkan ribuan pengunjung setiap harinya.
Salah satu pengunjung, Ade menuturkan, seharusnya tersedia moda transportasi umum sementara selama acara berlangsung.
“Iya, untuk akses transportasi umum di sini masih enggak ada. Kalau bisa sih ada angkot buat masyarakat bolak-balik ke Lebaran Depok ini. Jadi masyarakat yang enggak punya kendaraan pribadi juga mudah mengakses acaranya,” ujarnya saat ditemui, Jumat (08/05/2026).
Menurut Ade, keberadaan transportasi umum sangat penting untuk membantu mobilitas warga dari berbagai wilayah.
“Kalau aksesnya mudah dan transportasi umum tersedia kan enak ya buat masyarakat yang datang dari wilayah jauh,” jelas Ade.
Pengunjung Andalkan Kendaraan Pribadi
Ketiadaan transportasi umum membuat mayoritas pengunjung memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk datang ke lokasi acara.
Kondisi itu berdampak langsung terhadap meningkatnya volume kendaraan di kawasan sekitar GDC, terutama saat sore hingga malam hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan kepadatan kendaraan masih terjadi di sejumlah ruas jalan menuju lokasi acara.
Arus lalu lintas juga kerap melambat akibat tingginya kendaraan roda dua dan roda empat yang keluar masuk area parkir.
Situasi tersebut semakin diperparah dengan maraknya parkir liar di sekitar lokasi acara.
Banyak pengendara memarkirkan kendaraan di bahu jalan yang seharusnya steril dari aktivitas parkir.
Akibatnya, ruang jalan menyempit dan memicu antrean kendaraan cukup panjang.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait tata kelola kawasan selama acara berlangsung.
Parkir Liar Menjamur di Sekitar Lokasi
Selain kemacetan, parkir liar juga menjadi persoalan yang dikeluhkan pengunjung meskipun sudah disediakan fasilitas resmi.
Para juru parkir liar memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung untuk membuka lahan parkir dadakan di sekitar kawasan GDC.
Tarif parkir yang dipatok pun mengalami kenaikan selama penyelenggaraan Lebaran Depok 2026 berlangsung.
“Parkir Rp5 ribu, bang, selama Lebaran Depok ini. Nanti kalau acaranya selesai balik lagi ke harga normal,” ujar salah satu juru parkir di sekitar lokasi.
Praktik tersebut membuat sebagian pengunjung merasa terbebani karena tarif parkir lebih mahal dibanding hari biasa.
Selain itu, keberadaan parkir liar juga dinilai mengganggu ketertiban lalu lintas dan mengurangi kenyamanan masyarakat.
Beberapa kendaraan terlihat terparkir di titik yang dekat dengan jalur keluar masuk pengunjung.
Kondisi tersebut membuat arus kendaraan semakin semrawut saat jam ramai pengunjung.
Transportasi Jadi Sorotan Evaluasi Lebaran Depok
Persoalan akses transportasi di Lebaran Depok 2026 ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi bagi panitia penyelenggara maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Masyarakat menilai acara berskala besar seperti ini membutuhkan perencanaan transportasi yang lebih matang dan terintegrasi.
Selain penyediaan area parkir resmi, pemerintah juga dinilai perlu menyiapkan jalur transportasi umum sementara menuju lokasi acara.
Langkah tersebut dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Dengan transportasi umum yang memadai, kepadatan kendaraan di sekitar kawasan GDC juga diperkirakan dapat berkurang secara signifikan.
Pengunjung berharap pemerintah dapat menyediakan shuttle bus, angkot khusus, maupun transportasi feeder dari titik-titik strategis di Kota Depok menuju lokasi acara.
Skema tersebut dinilai akan mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung selama menghadiri Lebaran Depok.
Tata Kelola Kawasan Dinilai Perlu Diperbaiki
Selain masalah transportasi, tata kelola kawasan selama acara berlangsung juga menjadi sorotan masyarakat.
Penataan parkir, arus kendaraan, dan jalur pejalan kaki dinilai masih perlu diperbaiki agar aktivitas pengunjung lebih tertib.
Kondisi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi juga berpotensi mengganggu mobilitas warga yang melintas di kawasan GDC.
Karena itu, masyarakat berharap panitia mampu menyusun sistem pengaturan kawasan yang lebih baik untuk penyelenggaraan berikutnya.
Lebaran Depok sendiri menjadi salah satu agenda tahunan terbesar yang menghadirkan berbagai kegiatan budaya, hiburan, hingga bazar UMKM.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi yang memadai menjadi semakin penting.
Pengunjung berharap pemerintah menjadikan persoalan akses transportasi sebagai prioritas evaluasi untuk pelaksanaan di tahun mendatang.
Dengan sistem transportasi yang lebih tertata, masyarakat diharapkan dapat menikmati rangkaian acara dengan lebih nyaman, aman, dan mudah dijangkau dari berbagai wilayah.












