Sopir MBG di Depok Diciduk Polisi, Diduga Nyambi Jadi Kurir Narkoba

ARY
Ilustrasi penangkapan sopir MBG di Kota Depok yang diduga nyambi sebagai kurir narkoba. (Foto: Pexels/Kindel Media)

adainfo.id – Polisi menangkap seorang sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok yang diduga terlibat peredaran narkoba jenis sabu.

Pelaku berinisial A tersebut diamankan di kawasan Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok setelah polisi melakukan pengembangan kasus dari penangkapan pelaku lain.

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi membenarkan penangkapan tersebut.

Polisi menyebut pelaku tidak hanya diduga menjadi kurir sabu, tetapi juga sebagai pengguna narkotika.

“Iya betul, kami tangkap sopir MBG, nyambi jadi kurir narkoba jenis sabu juga pemakai,” jelas Made dalam keterangan tertulis, Selasa (12/05/2026).

Berawal Dari Penangkapan Pedagang Pecel Lele

Made menjelaskan penangkapan sopir MBG berinisial A merupakan hasil pengembangan dari kasus yang lebih dulu menjerat pelaku D di kawasan Kecamatan Tajurhalang.

“Dua pelaku, pertama penjual pecel lele inisial D yang ditangkap, lalu dari pengembangan kemudian tangkap A yang merupakan sopir MBG,” ungkapnya.

Penangkapan dilakukan tim Opsnal Polsek Tajurhalang yang dipimpin Kanit Reskrim.

Polisi awalnya mencurigai gerak-gerik pelaku D sebelum akhirnya melakukan penangkapan di sebuah kebun kosong milik warga.

“Anggota langsung bergerak mengamankan pelaku tanpa perlawanan di kebun kosong milik warga,” bebernya.

Pelaku diamankan sekitar pukul 00.40 WIB dan langsung dibawa ke Mapolsek Tajurhalang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah ditangkap, langsung dibawa ke Mapolsek Tajurhalang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Polisi Temukan Paket Sabu Siap Edar

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket narkotika jenis sabu yang telah dikemas menggunakan plastik klip bening dan diduga siap diedarkan.

“Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu yang telah dibungkus plastik klip bening dan siap edar dengan berat total 1,03 gram,” terangnya.

Barang bukti tersebut kemudian diamankan polisi untuk kepentingan penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, narkotika tersebut diduga diperoleh dari seseorang yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Polisi saat ini masih mendalami jaringan peredaran narkoba yang melibatkan kedua pelaku, termasuk asal-usul barang haram tersebut.

Polisi Buru Pemasok Narkoba

Pihak kepolisian memastikan penyelidikan kasus narkoba tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap pemasok utama sabu kepada para pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian karena salah satu pelaku diketahui bekerja sebagai sopir dalam program MBG yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah.

Polisi mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Peredaran narkoba disebut masih menjadi ancaman serius yang dapat menyasar berbagai kalangan profesi di masyarakat.

Karena itu, aparat kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *