Tren Ikan Hias dan Aquascape di Depok Punya Potensi Tinggi, Kurangnya Promosi Jadi Penghambat
adainfo.id – Minat masyarakat terhadap ikan hias dan aquascape di Kota Depok masih menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya aktivitas di kawasan Taman SeCawan yang kini menjadi salah satu pusat berkumpulnya para penghobi ikan hias di Kota Depok.
Kawasan yang merupakan singkatan dari Sungai Elok Cantik dan Menawan tersebut semakin ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.
Warga datang tidak hanya untuk membeli ikan hias, tetapi juga menikmati keindahan desain aquascape yang semakin berkembang.
Berbagai jenis ikan hias tersedia di lokasi ini, mulai dari ikan berukuran besar seperti koi dan oscar hingga ikan kecil yang biasa digunakan dalam aquascape.
Tidak hanya itu, beragam desain akuarium dengan konsep estetika tinggi turut menarik perhatian pengunjung.
Tren Aquascape Masih Bertahan di Tengah Penurunan Pasar
Salah satu pelaku usaha aquascape di kawasan tersebut, Ending (30), mengungkapkan bahwa minat terhadap aquascape sebenarnya masih cukup tinggi meski tidak seramai beberapa tahun sebelumnya.
Menurutnya, penurunan aktivitas lebih disebabkan oleh minimnya promosi dibandingkan dengan berkurangnya jumlah penghobi.
“Buat para pemain aquascape sendiri sih udah agak menurun, sebenernya sih kurang promosi sih jatuhnya. Kalo pemainnya sendiri masih banyak sih,” ujarnya saat ditemui, Minggu (03/05/2026).
Ia menilai komunitas aquascape masih eksis hingga saat ini, hanya membutuhkan ruang ekspresi yang lebih luas dan dukungan promosi agar kembali berkembang seperti sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pasar aquascape di Kota Depok masih memiliki potensi besar untuk tumbuh, terutama jika didukung dengan strategi pengembangan yang tepat.
Dari sisi tren desain, konsep aquascape bergaya natural kini menjadi pilihan utama para pembeli.
Model ini dianggap lebih sederhana namun tetap menghadirkan keindahan visual yang menyerupai lanskap alam.
“Sekarang model yang lebih diminati orang itu lebih ke natural. Karena kalau diorama banyak orang yang bilang penataannya lebih ribet,” jelasnya.
Gaya natural mengedepankan keseimbangan antara elemen air, tanaman, dan dekorasi seperti kayu serta batu. Hasil akhirnya menciptakan tampilan yang harmonis dan menenangkan.
Dalam proses pembuatannya, pemilihan elemen menjadi aspek penting.
Mulai dari tanaman air, fauna pendukung, hingga material keras seperti batu dan kayu harus dipilih secara cermat.
Beberapa jenis batu yang umum digunakan antara lain batu seiryu, batu lava, batu eragon, dan batu fosil.
Sementara itu, kayu alami digunakan untuk menciptakan struktur yang menyerupai akar atau batang pohon di alam.
Untuk melengkapi ekosistem dalam akuarium, ikan kecil seperti tetra fish, rasbora, angelfish, hingga cherry barb sering dipilih karena ukurannya yang proporsional dan warna yang menarik.
Perkembangan Menuju Konsep Landscaping
Selain aquascape, tren baru juga mulai berkembang di kalangan penghobi, yaitu konsep landscaping.
Berbeda dengan aquascape yang terbatas pada akuarium, landscaping menawarkan ruang yang lebih luas untuk berkreasi.
Konsep ini memungkinkan para penghobi menciptakan lanskap mini dengan detail yang lebih kompleks dan variasi elemen yang lebih banyak.
Dengan ruang yang lebih besar, kreativitas para pembuat dapat dieksplorasi secara maksimal, mulai dari tata letak tanaman hingga pencahayaan yang mendukung estetika.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa hobi ikan hias tidak hanya sebatas memelihara ikan, tetapi juga berkembang menjadi bentuk seni visual yang memiliki nilai estetika tinggi.
Di tengah perkembangan tersebut, peran edukasi menjadi semakin penting.
Ending, yang mengelola Aura Aquatic, tidak hanya menjual ikan hias dan perlengkapan aquascape, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada pemula.
Ia membantu para penghobi baru memahami dasar-dasar aquascape, mulai dari pemilihan tanaman hingga perawatan akuarium agar tetap stabil.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan komunitas aquascape di Kota Depok agar terus berkembang.
Dengan adanya edukasi yang tepat, masyarakat tidak hanya tertarik secara visual, tetapi juga memahami aspek teknis dari hobi tersebut.
SeCawan Berpotensi Jadi Sentra Ekonomi Kreatif
Kawasan SeCawan sendiri disebut mengalami lonjakan pengunjung setiap akhir pekan, terutama pada Jumat hingga Minggu.
Aktivitas jual beli ikan hias dan aquascape menjadi daya tarik utama yang menghidupkan kawasan tersebut.
Potensi ini menjadikan SeCawan sebagai salah satu kandidat sentra ekonomi kreatif di Kota Depok.
Dengan pengelolaan yang lebih baik, kawasan ini dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi masyarakat.
Keberadaannya di Kota Depok sebagai bagian dari ekonomi kreatif juga membuka peluang usaha baru, mulai dari penjualan perlengkapan hingga jasa pembuatan desain akuarium.
Selain itu, daya tarik visual dari aquascape dapat menjadi magnet bagi wisatawan lokal yang mencari pengalaman rekreasi berbeda.
Dengan dukungan promosi yang konsisten, kawasan ini tidak hanya akan dikenal sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai pusat komunitas dan destinasi wisata keluarga yang unik di Kota Depok.












