Banjir di Depok Dipicu Hujan Deras dan Sampah Tersumbat
adainfo.id – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Depok sejak siang hingga malam hari pada Sabtu (21/03/2026) memicu banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Cimanggis, hingga merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas harian.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Palsi Gunung, Harjamukti, Tugu, dan Cisalak Pasar.
Keempat kawasan tersebut menjadi titik terparah akibat kombinasi curah hujan tinggi dan buruknya aliran drainase yang tidak mampu menampung debit air.
Air mulai menggenang sejak sore hari dan terus meningkat hingga malam, seiring hujan yang tak kunjung reda.
Warga di sejumlah titik bahkan harus berjibaku menyelamatkan barang-barang berharga mereka agar tidak terendam air.
Camat Cimanggis, Rahmat Maulana, mengungkapkan bahwa durasi hujan yang lama menjadi pemicu utama meluapnya air di kawasan tersebut.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya faktor lain yang memperparah situasi.
Hujan Deras Picu Banjir di Empat Kelurahan
Rahmat menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dalam waktu panjang menyebabkan volume air meningkat drastis.
Saluran air yang ada tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke permukiman warga.
Banjir yang terjadi tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak pada akses jalan dan mobilitas masyarakat.
Sejumlah ruas jalan lingkungan tidak dapat dilalui kendaraan karena terendam air.
Tumpukan Sampah Hambat Aliran Air
Saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak, Rahmat menemukan fakta yang memperparah kondisi banjir, yakni tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di bawah jembatan.
“Sampah menyumbat di bawah jembatan. Aliran yang seharusnya lancar jadi tertahan, bahkan menyebabkan beberapa titik tanggul jebol,” kata Rahmat saat meninjau lokasi terdampak.
Sumbatan sampah tersebut menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan lancar menuju saluran pembuangan yang lebih besar.
Akibatnya, air meluap dan menekan tanggul yang akhirnya tidak mampu menahan tekanan.
Fenomena ini kembali menyoroti persoalan klasik di kawasan perkotaan, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya terkait pembuangan sampah.
Tumpukan sampah yang terbawa arus air hujan berkumpul di titik-titik sempit seperti bawah jembatan dan gorong-gorong, sehingga memperparah risiko banjir.
Tanggul Jebol dan Penanganan Darurat
Dampak dari tersumbatnya aliran air tersebut menyebabkan beberapa titik tanggul jebol.
Kondisi ini membuat air dengan cepat meluap ke permukiman warga dan memperluas area terdampak banjir.
Sebagai langkah cepat penanganan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung menerjunkan bantuan berupa karung pasir untuk membangun tanggul darurat.
Upaya ini dilakukan guna menahan aliran air agar tidak semakin meluas ke wilayah permukiman.
Penanganan darurat ini diharapkan dapat meminimalisir dampak banjir, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
TNI Siapkan Karya Bakti Bersihkan Sungai
Dalam upaya penanganan jangka menengah, Dandim 0508/Depok bersama jajaran TNI telah menginstruksikan pelaksanaan agenda Karya Bakti usai libur Lebaran.
Program ini akan difokuskan pada pembersihan aliran sungai secara menyeluruh.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi banjir di masa mendatang dengan memastikan aliran air kembali lancar tanpa hambatan sampah.
Rahmat pun mengimbau warga agar tidak hanya waspada saat banjir datang, tetapi juga mulai mengubah kebiasaan sehari-hari yang berpotensi merusak lingkungan.
“Jangan buang sampah sembarangan dan mari tingkatkan kerja bakti lingkungan,” tegasnya.
Imbauan ini menjadi penegasan bahwa penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.
Perubahan pola hidup dan kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.
Terutama di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi seperti Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.












