Hantavirus Bisa Menular Lewat Kotoran Tikus, Warga Binaan Dapat Pembekalan Khusus
adainfo.id – Kesadaran terhadap ancaman penyakit menular terus diperkuat di lingkungan pemasyarakatan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong melalui program edukasi kesehatan yang membahas pencegahan penularan Hantavirus bagi warga binaan.
Kegiatan yang berlangsung di blok hunian itu digelar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sebagai langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, khususnya tikus.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai bahaya Hantavirus, mekanisme penularan, gejala yang perlu diwaspadai, hingga berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program edukasi kesehatan tersebut menghadirkan Epidemiolog Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Ade Kurniawan.
Ade menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang dapat menular kepada manusia melalui paparan urin, kotoran, maupun air liur hewan pengerat yang terinfeksi.
Menurutnya, risiko penularan dapat meningkat apabila lingkungan tidak terjaga kebersihannya atau terdapat populasi tikus yang tidak terkendali di sekitar area hunian.
Karena itu, ia menekankan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah utama dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut.
Ade juga mengingatkan seluruh warga binaan agar lebih waspada terhadap keberadaan tikus di lingkungan sekitar serta menjaga kebersihan ruang hunian secara konsisten.
“Hantavirus dapat menular melalui paparan urin, kotoran, atau air liur tikus yang terhirup maupun tersentuh oleh manusia. Karena itu, kebersihan lingkungan menjadi faktor yang sangat penting dalam pencegahan. Kami mengajak seluruh Warga Binaan untuk menjaga kebersihan kamar hunian, tidak membuang sisa makanan sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi keberadaan tikus dalam jumlah banyak di lingkungan sekitar,” tutur Ade dalam keterangan yang diterima pada Rabu (10/06/2026).
Kebersihan Lingkungan Jadi Kunci Pencegahan
Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara sederhana dan berkelanjutan.
Warga binaan diajak untuk memahami bahwa kebersihan lingkungan memiliki peran penting dalam mencegah munculnya berbagai penyakit menular.
Sisa makanan yang dibuang sembarangan, kondisi kamar yang kurang bersih, hingga sanitasi yang tidak terjaga dapat menjadi faktor yang menarik keberadaan tikus.
Melalui edukasi ini, warga binaan diharapkan mampu membangun kebiasaan hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal mereka selama menjalani masa pembinaan.
Selain itu, upaya pengendalian populasi tikus juga menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat.
Lapas Cibinong Dorong Pembinaan Berbasis Kesehatan
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Cibinong, Yoseph Jhon Ferry, menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian dan keterampilan, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas hidup melalui pemahaman kesehatan yang memadai.
“Kesehatan merupakan aspek penting dalam pelaksanaan pembinaan. Melalui edukasi ini, kami berharap warga binaan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit, termasuk Hantavirus,” ungkap Yoseph.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala sehingga pengetahuan warga binaan mengenai isu kesehatan terus meningkat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penyampaian materi, kegiatan edukasi juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Para warga binaan terlihat antusias mengikuti diskusi dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh informasi lebih mendalam mengenai Hantavirus.
Berbagai pertanyaan diajukan terkait gejala penyakit, cara penularan, tingkat risiko infeksi, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara mandiri.
Interaksi tersebut menunjukkan tingginya perhatian warga binaan terhadap kesehatan diri maupun lingkungan tempat tinggal mereka.
Kegiatan edukasi yang melibatkan partisipasi aktif peserta dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyampaian informasi karena warga binaan tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga dapat mengklarifikasi berbagai hal yang belum dipahami.
Warga Binaan Mengaku Dapat Pengetahuan Baru
Salah seorang warga binaan berinisial AS mengaku memperoleh banyak informasi baru setelah mengikuti kegiatan edukasi kesehatan tersebut.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya belum memahami secara rinci bagaimana Hantavirus dapat menular kepada manusia serta langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghindari risiko infeksi.
Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan hunian.
“Saya jadi lebih memahami bagaimana Hantavirus bisa menular dan cara mencegahnya. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat karena membuat kami lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan diri sendiri. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya akan lebih disiplin menjaga kebersihan kamar hunian dan lingkungan sekitar,” tutur AS.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa program edukasi kesehatan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang lebih positif di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui edukasi Hantavirus di Lapas Cibinong, pihak lapas berharap kesadaran warga binaan terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat.
Peningkatan pengetahuan mengenai penyakit menular diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh penghuni lapas.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Cibinong dalam mendukung proses pembinaan yang optimal melalui pendekatan kesehatan preventif.
Sehingga warga binaan tidak hanya memperoleh pembinaan karakter dan keterampilan, tetapi juga pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.












