Hydrant Rusak di Depok Jadi Sorotan, Warga Khawatir Hambat Penanganan Kebakaran

AZL
Penampakan hydrant yang tidak berfungsi di kawasan Jalan Merdeka, Sukmajaya, Kota Depok, Senin (01/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kondisi sejumlah hydrant di Kota Depok yang dilaporkan tidak berfungsi atau rusak menjadi sorotan warga.

Fasilitas yang seharusnya menjadi sumber pasokan air saat penanganan kebakaran itu diketahui mengalami kerusakan, sehingga memunculkan kekhawatiran terkait kesiapsiagaan penanggulangan bencana kebakaran.

Salah satu titik hydrant yang menjadi perhatian berada di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya.

Keberadaan fasilitas tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial setelah petugas pemadam kebakaran mengalami kendala saat hendak melakukan pengisian ulang air untuk armada pemadam.

Saat dilakukan pemeriksaan, konektor hydrant diketahui hilang sehingga fasilitas tersebut tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Kondisi itu memicu berbagai tanggapan dari masyarakat yang menilai hydrant merupakan sarana vital dalam mendukung penanganan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Warga Soroti Pentingnya Fungsi Hydrant

Salah seorang warga, Adri, mengaku prihatin melihat kondisi hydrant yang rusak dan tidak dapat difungsikan.

Menurutnya, keberadaan hydrant memiliki peran penting dalam membantu petugas memperoleh pasokan air secara cepat ketika terjadi kebakaran
.
“Kalau pendapat saya sih, sayang itunya (hydrant) rusak begitu ya. Soalnya kan memang buat keperluan dari pihak Damkar sendiri pas lagi darurat buat ambil air gitu kan,” ujarnya saat ditemui, Senin (01/06/2026).

Adri menilai fasilitas tersebut seharusnya selalu berada dalam kondisi siap pakai karena memiliki fungsi yang sangat krusial ketika terjadi keadaan darurat.

Menurutnya, kerusakan hydrant dapat berdampak pada terhambatnya proses pemadaman yang membutuhkan suplai air dalam waktu singkat.

Selain itu, lokasi hydrant yang berada di kawasan padat aktivitas masyarakat juga menjadi alasan mengapa fasilitas tersebut perlu mendapatkan perhatian serius.

Kawasan sekitar hydrant diketahui berada tidak jauh dari sejumlah bangunan penting yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi apabila terjadi kebakaran.

Hilangnya Komponen Diduga Jadi Penyebab

Masyarakat juga menyoroti hilangnya sejumlah komponen penting pada hydrant yang diduga menjadi salah satu penyebab alat tersebut tidak dapat digunakan.

Menurut Adri, selain perawatan yang perlu ditingkatkan, pengawasan terhadap fasilitas umum juga harus diperkuat agar tidak menjadi sasaran pencurian maupun tindakan vandalisme.

“Terus kalau misalnya memang udah rusak gini ya, harus ada solusinya kayak diperbaiki atau gimana, soalnya ini kan juga deket sama gedung-gedung yang vital,” tambah Adri.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap aset publik yang memiliki fungsi strategis dalam pelayanan masyarakat.

Kehilangan komponen pada hydrant tidak hanya menyebabkan kerusakan fasilitas, tetapi juga berpotensi mengurangi efektivitas penanganan kebakaran saat situasi darurat terjadi.

Perlu Pengecekan Menyeluruh

Warga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama instansi terkait segera melakukan inspeksi terhadap seluruh titik hydrant yang tersebar di berbagai wilayah.

Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap hydrant masih berfungsi dengan baik dan siap digunakan sewaktu-waktu.

Selain melakukan pendataan kondisi fisik hydrant, masyarakat juga meminta adanya langkah perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

“Misalnya memang bisa diperbaiki ya diperbaiki. Tapi kalau rentan karena enggak adanya pengawasan, mungkin bisa dipindah aja biar bisa lebih aman juga,” kata Adri.

Menurut warga, langkah perbaikan perlu dibarengi dengan sistem pengawasan yang lebih baik agar fasilitas serupa tidak kembali mengalami kerusakan akibat kehilangan komponen maupun kurangnya perawatan.

Kesiapsiagaan Kebakaran Jadi Perhatian

Keberadaan hydrant menjadi salah satu elemen penting dalam sistem penanggulangan kebakaran di kawasan perkotaan.

Fasilitas tersebut berfungsi sebagai sumber air yang dapat digunakan petugas pemadam ketika menangani kebakaran di area permukiman, perkantoran, pusat perdagangan, maupun fasilitas publik lainnya.

Karena itu, kondisi hydrant yang tidak berfungsi memunculkan kekhawatiran terkait kesiapan sarana pendukung penanganan kebakaran di Kota Depok.

Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh agar seluruh hydrant dapat kembali berfungsi optimal.

Selain meningkatkan perawatan rutin, pengamanan fasilitas juga dinilai perlu diperkuat guna mencegah hilangnya komponen penting yang berpengaruh terhadap kinerja hydrant.

Dengan kondisi hydrant yang terawat dan siap digunakan, masyarakat menilai upaya penanganan kebakaran dapat berjalan lebih cepat dan efektif sehingga mampu meminimalkan risiko kerugian maupun ancaman terhadap keselamatan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *