Longsor di Sisi Jalan Raya Grogol Depok Picu Kekhawatiran Pengguna Jalan

AZL
Kondisi longsor di sisi Jalan Raya Grogol, Kota Depok, Senin (22/06/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kondisi longsor di sisi Jalan Raya Grogol, Kota Depok yang berada di depan Komplek BIG, Kecamatan Limo, kembali menjadi perhatian masyarakat.

Meski telah beberapa kali ditinjau oleh instansi terkait, kerusakan pada bahu jalan hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen sehingga memicu kekhawatiran warga terhadap keselamatan pengguna jalan.

Lokasi longsoran berada di sisi jalan yang berbatasan langsung dengan aliran kali.

Ruas jalan tersebut juga merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan kawasan Krukut dengan Grogol.

Tingginya mobilitas kendaraan membuat warga mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan semakin meluas.

Longsoran Sudah Terjadi Sejak Lama

Warga sekitar mengungkapkan bahwa kerusakan di lokasi bukanlah kejadian baru.

Bahu jalan yang mengalami longsor disebut telah dibiarkan dalam kondisi rusak selama berbulan-bulan tanpa adanya pekerjaan fisik.

Salah seorang warga, David, mengatakan masyarakat sudah cukup lama menunggu tindak lanjut dari pemerintah.

“Udah lama ini mah. Longsoran kayak gini udah lama, tapi sampai sekarang belum ada penanganan yang lebih lanjut,” ujar David saat ditemui di lokasi, Senin (22/06/2026).

Menurut David, petugas dari dinas terkait sebenarnya telah mendatangi lokasi sekitar tiga bulan lalu untuk melakukan pengecekan serta pendataan.

“Waktu itu juga udah dicek, diukur, difoto sama dinas. Sebelum Lebaran kalau enggak salah,” katanya.

Namun hingga kini, hasil survei tersebut belum diikuti dengan pelaksanaan perbaikan di lapangan.

Kondisi bahu jalan masih terlihat tergerus dan belum mendapatkan pengamanan tambahan.

Warga Khawatir Jalan Amblas

Meski belum menimbulkan korban jiwa, warga menilai keberadaan longsoran sangat membahayakan pengguna jalan, terutama karena posisinya berada tepat di tepi jalan raya.

David mengatakan risiko kecelakaan cukup tinggi apabila pengendara kehilangan kendali, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan minim penerangan.

“Enggak ada korban. Cuma rawan aja. Ngeri kalau malam, kan lumayan tinggi juga itu. Kalau ada orang nyemplung bagaimana?” ujarnya.

Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, masyarakat juga mengkhawatirkan kondisi konstruksi jalan yang berpotensi semakin melemah akibat gerusan air kali tersebut.

Menurut warga, erosi yang terus berlangsung dapat membentuk rongga di bawah badan jalan sehingga meningkatkan risiko amblas apabila tidak segera diperbaiki.

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, akses vital yang menghubungkan kawasan Krukut dan Grogol dikhawatirkan mengalami kerusakan lebih parah dan mengganggu mobilitas masyarakat.

Jalan Gelap Dinilai Perbesar Risiko Kecelakaan

Persoalan tidak hanya berkaitan dengan longsoran. Warga juga menyoroti minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas Jalan Krukut hingga Jalan Raya Grogol.

Kondisi jalan yang gelap dinilai memperbesar potensi kecelakaan, terlebih bagi pengendara yang baru pertama kali melintasi kawasan tersebut.

Salah seorang warga lainnya, Dede, mengaku beberapa kali menyaksikan kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi.

“Iya, pernah ada orang ketabrak juga, tabrakan motor sama mobil. Ada yang sampai meninggal karena nabrak pembatas jalan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan longsoran di sisi jalan semakin berbahaya ketika malam hari karena jarak pandang pengendara menjadi sangat terbatas.

Ia berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki longsoran, tetapi juga meningkatkan fasilitas keselamatan jalan.

“Harusnya ini di cor, dikasih pagar-pagar sama dikasih lampu juga,” ujar Dede.

Usulan pemasangan pagar pengaman dan penambahan lampu penerangan menjadi harapan utama warga agar risiko kecelakaan dapat ditekan, terutama di titik yang berbatasan langsung dengan tebing sungai.

Perbaikan Sudah Diusulkan Melalui BTT

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Seksi Operasional dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Erly Santoso, menjelaskan bahwa perbaikan permanen belum dapat dilakukan oleh satuan tugas yang ada.

Menurutnya, kewenangan satgas hanya mencakup penanganan banjir dan pekerjaan darurat yang bersifat sementara.

“Secara teknis tidak bisa dikerjakan oleh satgas, karena satgas kami fokus hanya, penanganan banjir, dan penanganan sementara (tidak permanen) dan lokasi tersebut sudah diajukan di BTT,” ungkapnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (22/06/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa usulan penanganan permanen telah diajukan melalui mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT).

Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan pekerjaan.

Warga Tunggu Langkah Nyata Pemerintah

Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan permanen mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur dengan intensitas kendaraan yang tinggi setiap hari.

Selain memperbaiki bahu jalan yang longsor, warga juga meminta pemerintah memasang pagar pengaman, memperkuat konstruksi tebing, serta menambah lampu penerangan jalan agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.

Sampai berita ini ditulis, tim adainfo.id juga telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, untuk meminta tanggapan mengenai tindak lanjut penanganan longsoran tersebut. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar longsor itu tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar dan menimbulkan korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *