Produksi Melimpah, Peternak Ayam Petelur di Depok Justru Kesulitan Balik Modal

AZL
Aktivitas peternak ayam petelur di kandang wilayah Cilodong, Kota Depok saat mengumpulkan telur hasil produksi harian, Kamis (14/05/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Peternak ayam petelur di wilayah Cilodong, Kota Depok, masih mampu memproduksi ribuan butir telur setiap hari meski harga telur ayam di pasaran sedang mengalami penurunan.

Kondisi tersebut membuat para peternak harus bertahan di tengah keuntungan yang terus menipis akibat harga jual yang berada di bawah biaya produksi.

Ribuan ayam petelur dipelihara dalam kandang-kandang besar yang tersusun berderet untuk memenuhi kebutuhan distribusi telur ke sejumlah agen dan warung sekitar.

Meski pasar sedang lesu, produktivitas telur dari ribuan ayam petelur di lokasi tersebut masih tergolong tinggi dan stabil setiap harinya.

Didi, salah satu pengurus peternakan ayam petelur di kawasan tersebut, menjelaskan produktivitas telur dihitung berdasarkan jumlah populasi ayam di setiap kandang.

Menurutnya, dalam hitungan normal, setiap seribu ekor ayam petelur mampu menghasilkan sekitar tiga peti telur ukuran 10 kilogram setiap hari.

“Kalau kita ini disini hitungannya untuk per seribu ekor ayam petelur, itu maksimal bisa memproduksi tiga peti telur untuk ukuran sepuluh kilo setiap harinya,” ungkap Didi saat ditemui, Kamis (14/05/2026).

Didi menyebut total populasi ayam petelur di peternakan tersebut mencapai sekitar 5.300 ekor.

Dengan jumlah tersebut, produksi telur harian bisa mencapai sekitar 20 peti dalam sehari.

“Nah kalau ini total keseluruhannya ada kisaran 5.300 ekor ayam petelur dan bisa memproduksi, paling tinggi 20 peti dalam sehari. Kan satu peti itu isinya kisaran 240 butir telur,” tambah Didi.

Jika dihitung secara keseluruhan, produksi harian dari peternakan tersebut bisa mencapai ribuan butir telur setiap hari yang kemudian disalurkan ke agen hingga warung-warung

Produksi telur yang stabil itu menjadi salah satu penopang pasokan telur ayam di wilayah sekitar, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan pedagang kecil.

Produksi Tiap Kandang Berbeda

Didi menjelaskan kapasitas produksi telur berbeda-beda di setiap kandang karena jumlah ayam petelur yang dipelihara juga tidak sama.

Beberapa kandang diketahui hanya menampung sekitar 2.000 ekor ayam sehingga hasil produksi telurnya lebih sedikit dibandingkan kandang utama.

“Karena disini satu kandang beda-beda jumlahnya, ada juga yang satu kandang isinya 2.000 ekor ayam petelur. Jadi dia bisa dapat sekitar 6 atau 7 peti,” kata Didi.

Model kandang yang dibuat bersebelahan memudahkan peternak dalam melakukan perawatan ayam sekaligus pengambilan hasil telur setiap harinya.

Aktivitas di peternakan biasanya dimulai sejak pagi, mulai dari pemberian pakan, pengecekan kondisi ayam, hingga proses pengumpulan telur untuk kemudian dipasarkan ke berbagai agen distribusi.

Rutinitas tersebut terus dilakukan setiap hari agar kualitas dan produktivitas ayam petelur tetap terjaga meski kondisi pasar sedang tidak stabil.

Harga Telur Ayam Turun di Bawah Biaya Produksi

Di tengah tingginya produksi telur, para peternak justru menghadapi persoalan lain yakni harga telur ayam yang terus mengalami penurunan di pasaran.

Ali, penanggung jawab distribusi telur di peternakan tersebut, mengatakan kondisi pasar saat ini sedang lesu sehingga berdampak langsung pada harga jual telur ayam.

“Untuk harga telur sendiri di pasaran sekarang lagi pada turun semua ini, bahkan sekarang udah sampai di bawah harga produksi harganya. Jadi buat balik modal juga agak susah jadinya,” ungkap Ali.

Menurut Ali, lemahnya permintaan masyarakat membuat harga telur sulit kembali naik meski harga pakan ternak relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir.

“Emang ini permintaan lagi lesu, jadi otomatis harga telur ayam juga jadi anjlok. Meski dikatakan harga pakan masih stabil tapi jika permintaan menurun harga juga susah naik,” jelas Ali.

Kondisi tersebut membuat banyak peternak harus memutar strategi agar operasional peternakan tetap berjalan.

Sebab, pendapatan utama mereka sepenuhnya bergantung pada hasil penjualan telur setiap hari.

Turunnya harga telur juga berdampak terhadap keuntungan peternak yang semakin tipis karena biaya operasional.

Peternak Harap Harga Telur Segera Stabil

Para peternak berharap kondisi pasar telur ayam dapat segera membaik agar harga kembali stabil dan usaha peternakan tetap bertahan dalam jangka panjang.

Mereka juga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kestabilan harga pangan, khususnya komoditas telur ayam yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat.

Bagi peternak kecil dan menengah, kestabilan harga sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memastikan pasokan telur tetap tersedia di pasar.

Saat ini, para peternak di Cilodong masih terus mempertahankan produksi harian sambil menunggu permintaan pasar kembali meningkat.

Dengan produksi yang tetap tinggi dan distribusi yang masih berjalan, para peternak berharap harga telur ayam perlahan kembali membaik sehingga usaha peternakan tidak mengalami kerugian berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *