ZoSS Depan SDN 1 Mampang Depok Hampir Hilang, Keselamatan Siswa Terancam
adainfo.id – Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di depan SDN 1 Mampang Depok dalam kondisi memprihatinkan setelah fasilitas zebra cross yang menjadi bagian utama keselamatan lalu lintas bagi siswa itu memudar hingga nyaris tidak terlihat.
Kondisi tersebut terjadi di Jalan Pramuka Raya, Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, dan dinilai berpotensi membahayakan siswa yang setiap hari melintas untuk berangkat maupun pulang sekolah.
ZoSS sendiri merupakan sistem rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk mengendalikan kecepatan kendaraan di sekitar sekolah guna menjamin keselamatan pelajar.
Namun, memudarnya marka jalan membuat fungsi fasilitas tersebut tidak lagi optimal dalam memberikan perlindungan bagi pejalan kaki, khususnya anak-anak sekolah.
Zebra cross yang berada tepat di depan sekolah kini hampir tidak terlihat akibat cat yang telah memudar.
Kondisi ini membuat pengendara sulit mengenali area penyeberangan, terutama saat lalu lintas padat di jam masuk dan pulang sekolah.
Padahal, lokasi tersebut merupakan titik vital yang setiap hari dilalui siswa untuk menyeberang jalan. Tanpa penanda yang jelas, risiko kecelakaan menjadi semakin tinggi.
Situasi ini diperparah dengan tingginya volume kendaraan yang melintas di Jalan Pramuka Raya, sehingga membutuhkan sistem pengamanan yang jelas dan terlihat oleh pengguna jalan.
Ketiadaan marka yang tegas membuat pengendara cenderung tidak mengurangi kecepatan, karena tidak menyadari bahwa mereka sedang melintas di kawasan zona sekolah.
Keluhan Wali Murid dan Harapan Perbaikan
Kondisi ZoSS yang memudar telah lama dikeluhkan oleh para wali murid.
Salah satunya disampaikan oleh May (40), yang berharap adanya perbaikan segera dari pihak terkait.
“Harusnya sih segera catnya ditebelin, soalnya kan buat lalu-lalang bocah sekolah karena ga semua murid itu dijemput sama orang tuanya. Karena udah lama juga ini zebra cross terbengkalai,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Kamis (02/04/2026).
Menurutnya, keberadaan zebra cross sangat penting untuk menjamin keselamatan siswa, terutama bagi mereka yang harus menyeberang jalan tanpa pendamping orang tua.
Ia menilai, kondisi saat ini sangat berisiko karena tidak semua siswa mendapatkan pengawasan langsung saat berada di luar lingkungan sekolah.
Pihak sekolah sebenarnya telah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi risiko yang ditimbulkan akibat kondisi tersebut.
Salah satunya dengan menempatkan penjaga sekolah untuk membantu siswa menyeberang jalan.
Selain itu, sekolah juga mengatur jalur keluar siswa agar tidak langsung menuju jalan raya utama, melainkan melalui akses yang lebih aman.
“Untungnya sih dari pihak sekolah udah ngambil langkah-langkah pengaman gitu buat murid jika saat jam masuk dan pulang sekolah, kayak penjaga sekolah yang selalu standby buat nyebrangin anak-anak sama buka pintu gerbang samping biar murid keluar ga langsung ke jalan raya gitu,” tambah May.
Meski demikian, langkah tersebut dinilai hanya sebagai solusi sementara.
Peran utama ZoSS sebagai sistem keselamatan lalu lintas tetap diperlukan untuk memberikan perlindungan maksimal bagi siswa.
Marka Jalan Pudar Bertahun-tahun
Penjaga sekolah, Limi (50), mengungkapkan bahwa kondisi zebra cross yang memudar telah terjadi sejak sekitar tahun 2018 dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan.
“Kalo pudar warnanya udah dari sekitar tahun 2018, sekarang itu udah mau sampai hilang zebra cross. Ini kan jadi sangat berbahaya karena dekat dengan kawasan sekolah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan ZoSS sangat penting sebagai pengingat bagi pengendara untuk memperlambat kendaraan saat melintas di depan sekolah.
Tanpa marka jalan yang jelas, pengendara cenderung mengabaikan keberadaan zona sekolah, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan siswa.
Saat ini, pengamanan siswa masih bergantung pada kehadiran petugas sekolah serta kewaspadaan orang tua.
Padahal, sistem ZoSS seharusnya menjadi perlindungan utama bagi pejalan kaki, terutama anak-anak yang rentan terhadap risiko kecelakaan.
Kondisi ini mendorong harapan masyarakat agar dilakukan perbaikan segera, mulai dari pengecatan ulang zebra cross hingga perawatan rutin agar marka jalan tetap terlihat jelas.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ZoSS yang terus memburuk dikhawatirkan akan meningkatkan risiko kecelakaan di kawasan sekolah yang setiap hari dipadati aktivitas siswa.












